Renungan Harian Katolik Minggu 27 September 2026 Lengkap Bacaan-Teks Mazmur

Renungan Harian Katolik Minggu 27 September 2026 Lengkap Bacaan-Teks Mazmur

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Minggu, 27 Sep 2026 05:45 WIB
Umat Katolik mengikuti misa Paskah di Gereja Katedral, Jakarta, Minggu (5/4/2026).
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: Andhika Prasetia/detikFoto)
Makassar -

Renungan Harian Katolik Minggu 27 September 2026 dapat menjadi bahan permenungan untuk mengawali atau menjalani hari dengan lebih dekat kepada Tuhan. Melalui bacaan Kitab Suci dan teks Mazmur, umat diajak membuka hati serta menemukan pesan iman yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Bacaan liturgi Katolik Minggu 27 September 2026 menghadirkan rangkaian firman Tuhan yang dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan. Selain bacaan pertama dan Injil, umat juga dapat merenungkan teks Mazmur yang menjadi bagian dari liturgi hari ini.

Berikut renungan harian Katolik Minggu 27 September 2026 lengkap dengan bacaan Kitab Suci, teks Mazmur, dan Injil yang dapat menjadi bahan permenungan umat. Yuk, simak selengkapnya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Harian Katolik Hari Ini 27 September 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Yeh 18:25-28

Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat?

ADVERTISEMENT

Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya.

Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya.

Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.

Mazmur Tanggapan: Mzm 25:4bc-5,6-7,8-9

Mazmur Tanggapan Minggu, 27 September 2026Mazmur Tanggapan Minggu, 27 September 2026 Foto: dok. Buku Misa

Mazmur (oleh pemazmur):

  1. Tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan,
    Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku,
    sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku;
    Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
  2. Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan,
    sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.
    Dosa-dosaku pada waktu muda,
    dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat,
    tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu
    oleh karena kebaikan-Mu ya Tuhan.
  3. Tuhan itu baik dan benar;
    sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
    Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum,
    dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.

Bacaan II: Flp 2:1-11

Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

atau

Flp 2:1-5

Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

Bait Pengantar Injil

Bait Pengantar Injil Minggu, 27 September 2026Bait Pengantar Injil Minggu, 27 September 2026 Foto: dok. Buku Misa

Ayat (oleh solis)

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan,
Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku.

Bacaan Injil: Mat 21:28-32

Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.

Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.

Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga.

Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."

Renungan Harian Katolik 27 September 2026: Bukan Soal Janji Manis, tapi Langkah Pasti

"Sebab, Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya." (Mat. 21:32a)

Saat aku renungkan kisah dua anak ini, aku jadi teringat masa menjadi ketua lingkungan. Susahnya mengajak rekan untuk bertugas parkir ataupun tatib.

Walau sudah menyatakan iya, siap, atau ok bos; mereka tidak datang. Yang datang pun ada yang hanya say hello dan minta izin tidak bisa ikut bertugas.

Saat itu aku sedih, putus asa dan sedikit kecewa karena merasa di PHP alias diberi harapan palsu. Bersyukur Roh Kudus bekerja pada rekan yang lain.

Ada beberapa rekan saat diajak menyatakan tidak bisa bertugas, tetapi pada saatnya mereka datang membantu. Bahkan ada juga yang tidak aku hubungi, tetapi mereka segera membantu ketika melihat kami bertugas.

Aku bersukacita dan sangat bersyukur sekali kepada Tuhan atas bantuan rekan-rekan ini. Dalam Injil Matius 21:28-32, Yesus menceritakan perumpamaan tentang dua orang anak.

Anak pertama awalnya menunjukkan penolakan. Namun ia menyadari kesalahannya, menyesal lalu berbalik melakukan kehendak Bapanya dengan tulus.

Ia menggambarkan proses pertobatan nyata, seperti orang-orang yang merespon seruan Yohanes Pembaptis untuk berbalik kepada Allah. Sebaliknya, anak kedua mewakili sikap ketaatan semu; seperti para pemuka agama di zaman-Nya.

Mereka sangat paham aturan dan cepat mengucapkan kata 'ya' tetapi tindakannya nol besar. Di zaman ini mirip seperti kita yang rajin membagikan ayat di media sosial, serta berseru "Amin" saat beribadah, tetapi hidup sehari-hari penuh kepalsuan dan pencitraan, demi terlihat saleh di mata orang lain.

Mari kita refleksikan arti dan inti dari renungan kita atas Firman ini, yaitu Tuhan tidak mencari janji manis di bibir atau penampilan luar yang terkesan religius. Yang Ia cari adalah anak yang taat, yang sungguh mengerjakan perintah-Nya.

Di antara sikap kedua anak ini, mana yang lebih sering menggambarkan kehidupan beriman kita sehari-hari?

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Binsar M. Tambunan

Doa

Ya, Tuhan Yesus Kristus, terima kasih akan sapaan-Mu melalui renungan pada hari ini; bahwa kami harus bertobat, taat dan setia menjalankan perintah dan kehendak-Мu. Ajari dan bimbinglah kami, agar kami dapat tetap taat dan setia mengikuti-Mu serta tulus dalam berpelayanan dan pewartaan di sepanjang perjalanan hidup kami. Amin.

Itulah renungan harian Katolik Minggu, 27 September 2026 lengkap dengan bacaannya. Salam sejahtera, detikers!



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads