Sebanyak 500 mahasiswa dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) gelombang ke VI mengikuti pesantren kilat. Tradisi UMI ini salah satunya untuk pembinaan aqidah mahasiswa baru.
Ratusan mahasiswa itu mengikuti pesantren kilat Tahun Akademik 2026/2027 di Pesantren Darul Mukhlisisin UMI, Padanglampe, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Setiap gelombang akan mengikuti pesantren kilat selama 3 hari.
Wakil Rektor I UMI Dirgahayu A. Lantara mengatakan, pesantren kilat ini untuk membina aqidah mahasiswa baru. Disisi lain untuk memperkenalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi tradisi UMI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kegiatan ini membina aqidah, ibadah, dan akhlak bagi mahasiswa baru lewat kehidupan asrama yang disiplin dan mandiri, sekaligus mengenalkan nilai keislaman khas UMI dan mempererat ukhuwah antar mahasiswa," ujar Dirgahayu mewakili Rektor UMI saat memberikan sambutan.
Dirgahayu menegaskan agar mahasiswa dapat mencerminkan akhlak yang baik setelah mengikuti pesantren kilat. Selain itu, dia berharap mahasiswa semakin lancar membaca Al-Quran.
"Harapannya, mahasiswa memiliki aqidah yang kokoh, mampu menjalankan ibadah dengan baik, dan berakhlak mulia dalam keseharian," tegasnya.
"Mereka juga diharapkan lancar membaca Al-Quran, memahami jati diri ke-UMI-an, serta memiliki jiwa kepemimpinan islami sebagai bekal menjalani kehidupan kampus," tambahnya.
Dia mencatat jumlah mahasiswa FTI UMI sebanyak 832. Namun, untuk mahasiswa yang diberangkatkan pada gelombang ke VI hanya dicukupkan sekitar 600 orang karena pertimbangan daya tampung.
"Jadi FTI totalnya 832. Gelombang 6 ini hanya 600, dan sisanya mengikuti di gelombang 7 yang terakhir," pungkasnya.
Diketahui, Pesantren Kilat untuk mahasiswa baru di Darul Mukhlisisin UMI, Padanglampe, Pangkep berlangsung pada 7-21 September 2026. Adapun pemberangkatan mahasiswa terbagi hingga VII gelombang.
