DEN Minta Dukungan UMI Terkait SDM-Penelitian Ketahanan Energi

DEN Minta Dukungan UMI Terkait SDM-Penelitian Ketahanan Energi

Fadli Ilham - detikSulsel
Rabu, 16 Sep 2026 15:22 WIB
Dewan Energi Nasional minta dukungan UMI untuk penelitian ketahanan energi.
Dewan Energi Nasional minta dukungan UMI untuk penelitian ketahanan energi. Foto: Fadli Ilham/detikSulsel
Makassar -

Dewan Energi Nasional (DEN) meminta dukungan Universitas Muslim Indonesia (UMI) dalam bentuk penelitian untuk ketahanan energi nasional. UMI juga diharapkan melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di bidang energi.

Hal itu disampaikan Anggota Pemangku Kepentingan DEN, Sripeni Inten Cahyani saat diskusi Kebijakan Energi Nasional Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Ketahanan dan Transisi Energi di kampus Pascasarjana UMI, Rabu (16/9/2026). Kegiatan ini diikuti dosen dan mahasiswa UMI.

Sripeni mengatakan kegiatan ini bertujuan mendapatkan masukan dari perguruan tinggi khususnya civitas UMI terkait ketahanan dan transisi energi nasional. Kegiatan ini dianggap efektif karena dilakukan dengan dialog untuk menangkap informasi terkait arah energi nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami lakukan berbeda dengan kegiatan Sarasehan karena kami juga ini mendapat masukan selain kami memberikan informasi terkait arahan energi nasional," ujar Inten kepada wartawan setelah memaparkan materinya.

Dia menyebut ada banyak masukan dari UMI untuk ketahanan energi nasional. Pihak kampus juga telah berupaya melakukan penyesuaian kurikulum agar melahirkan alumni yang dapat mendukung program ketahanan energi nasional.

ADVERTISEMENT

"Untuk bisa menyiapkan sumber daya manusia, tenaga kerja nanti yang bisa mengisi proyek-proyek energi khususnya proyek proyek migas yang nanti banyak dilakukan di Indonesia Timur dan juga hilirisasi," katanya.

Dia mengungkapkan bahwa ketahanan energi nasional menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Ia menilai pemahaman ini penting terutama untuk mahasiswa sehingga mempunyai SDM unggul.

"Karena program migas serta eksplorasi sumber daya alam itu menjadi prioritas pemerintah dalam rangka mendukung ekonomi 8%, dan itu semua sudah ada roadmap nya termasuk juga pemahaman teknologi karbonisasi itu sangat diperlukan untuk dipahami di level-level mahasiswa," jelasnya.

Ia menyampaikan sangat membutuhkan naskah akademik dari UMI karena punya objektivitas dalam melihat kebutuhan energi nasional. Menurutnya, kampus dengan terobosannya diharapkan berkontribusi dalam penguatan transisi energi.

"Kita membutuhkan dukungan seperti naskah akademik karena kan perguruan tinggi ini mereka bisa lebih objek melihat persoalan, dan melihat sesaat akademis apa yang harus dilakukan, terobosan apa yang perlu dilakukan dalam hal pengelolaan energi untuk lebih banyak berpihak kepada masyarakat," imbuhnya.

Selain itu, UMI juga diharapkan membangun edukasi konstruktif kepada masyarakat terkait transisi energi. Dia menyebut hal ini penting karena kampus menjadi lembaga kredibel masyarakat dalam melakukan edukasi.

"Yang kedua peran yang diharapkan komunikasi dan edukasi terhadap masyarakat. Karena perguruan tinggi ini lebih netral di dalam menyampaikan kepada masyarakat. Harapan itu bisa dilakukan oleh perguruan tinggi khususnya UMI di kawasan Indonesia Timur ini menjadi lebih aktif," paparnya.

Apalagi kata dia, kawasan Sulawesi mempunyai sumber daya alam yang melimpah. Termasuk di Sulawesi Selatan seperti cakupan air yang masih banyak untuk difungsikan untuk menopang program ketahanan energi.

"Terutama tadi pengemban sumber daya energi yang lokal, panas bumi di Sulawesi. Kemudian air tadi ya, di Sulawesi itu sangat banyak air termasuk di Sulsel," jelasnya.

Sementara Wakil Rektor V UMI Setyawati Yani mengatakan pihaknya telah melakukan penyesuaian untuk mendukung program pemerintah di bidang energi. Dosen UMI diarahkan melakukan penelitian dan inovasi tentang energi.

"Kami melakukan berbagai persiapan untuk meningkatkan SDM kami terkait dengan pemenuhan dan ketahanan energi untuk penelitian. Kemudian inovasi sumber daya energi yang bersih. Kemudian juga yang berkelanjutan," katanya.

Tak hanya itu, keseriusan UMI mendukung program ketahanan energi nasional dapat dilihat dari kurikulumnya. UMI memiliki Fakultas Teknik dan Fakultas Teknologi Industri yang dapat memenuhi program tersebut.

"Apalagi kami di UMI ini memiliki fakultas terutama yang terkait dengan produksi energi di Fakultas Teknik Fakultas Teknologi Industri. Bidang energi ini menjadi bagian penting dalam kurikulum baik S1, S2, S3 mengenai ketahanan dan pemenuhan energi," paparnya.

Setyawati menuturkan, UMI juga telah memasukkan topik energi dalam rancangan penelitian. Dia menegaskan UMI telan menunjukkan dukungannya terhadap program energi nasional.

"Jadi secara kelembagaan kami mendukung baik itu penyiapan SDM kemudian penerapan kurikulum dalam implementasi kebijakan transisi energi," pungkasnya.



(hsr/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads