SPBU Tiroang di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) sepi antrean sebab stok Pertalite dan Solar kosong seharian. Sejumlah warga pun terpaksa mengisi Pertamax.
Pantauan detikSulsel di SPBU Tiroang di Jalan Poros Pinrang-Rappang, Rabu (16/9/2026), terpasang spanduk pengumuman penerapan ganjil genap untuk pengisian BBM. Namun kondisi SPBU terlihat sangat sepi.
Hanya terlihat beberapa kendaraan masuk mengisi di SPBU, sementara di pinggir jalan banyak truk parkir. Mereka menunggu Solar yang sejak pagi hingga sore hari belum masuk ke SPBU Tiroang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stok di SPBU hanya tersedia Pertamax. Sementara Pertalite juga kosong sehingga warga yang terlanjur hendak mengisi terpaksa membeli Pertamax.
Pengawas SPBU Tiroang, Lina membenarkan hari ini stok Pertalite dan Solar dalam kondisi kosong. Mobil tangki dari Pertamina yang biasa mengantar BBM belum datang.
"Pertalite kosong, mobil dari Pertamina belum datang sampai sore ini. Kami juga tidak tahu apa kendalanya," terangnya.
Di sisi lain, Lina menyebut penerapan ganjil genap sudah dilakukan di SPBU Tiroang selama 2 hari. Menurutnya, aturan tersebut diterapkan berdasarkan instruksi Pertamina untuk mengurai kepadatan antrean.
"Sudah dua hari yakni kemarin dan hari ini sistem ganjil genap," jelasnya.
Lina menyebut pengendara sejauh ini menerima pemberlakuan aturan tersebut. Ia mengaku sosialisasi ganjil genap untuk truk dan mobil.
"Untuk saat ini baik, belum ada yang protes sebab sebelumnya sudah disosialisasikan" ujarnya.
Dia menegaskan aturan ganjil genap untuk sementara hanya berlaku bagi kendaraan roda empat. Adapun kendaraan roda dua belum dikenakan pembatasan berdasarkan nomor pelat.
"Ini hanya untuk roda empat atau mobil," katanya.
Selain ganjil genap, SPBU Tiroang juga menerapkan pembatasan pembelian BBM berdasarkan jenis kendaraan. Untuk sepeda motor, pembelian Pertalite dibatasi maksimal Rp 50 ribu, sedangkan mobil maksimal Rp 400 ribu.
"Kalau motor diberlakukan Rp 50 ribu karena tidak dibatasi untuk antrean ganjil genap. Kalau mobil Rp400 ribu karena diterapkan ganjil genap," jelasnya.
Lina mengungkapkan kuota Pertalite dan Solar di SPBU Tiroang masing-masing sekitar 8 kiloliter (KL) per hari. BBM tersebut umumnya habis hanya dalam beberapa jam setelah penyaluran.
"Pertalite-nya 8 KL, Solarnya 8 KL setiap hari. Satu hari habis, cuma beberapa jam," ungkapnya.
Hingga kini, SPBU Tiroang belum mendapatkan tambahan kuota BBM dari Pertamina. Pihak SPBU berharap adanya penambahan kuota untuk membantu mengurangi panjangnya antrean kendaraan.
"Berharap agar ditambah kuotanya supaya mengurai antrean ini. Kalau banyak kuotanya, kayaknya tidak sebanyak ini antreannya," tuturnya.
