Pria bernama Yapin (70) di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tewas saat berupaya memadamkan api di kebunya memiliki riwayat penyakit asma. Korban diduga menghirup terlalu banyak asap di lokasi.
"Benar telah terjadi kebakaran lahan dan korban meninggal dunia karena menghirup asap berlebihan," kata Kapolsek Paleteang Iptu Syamsul kepada detikSulsel, Selasa (15/9/2026).
Syamsul mengatakan api diduga berawal dari aktivitas pembakaran lahan. Namun api tidak terkendali karena saat kejadian angin bertiup cukup kencang di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Informasi dari warga bahwa kebakaran dipicu ada yang membakar, cuma mungkin api membesar dan tidak mampu dikendalikan," ungkapnya.
Korban yang ikut memadamkan api terpapar banyak asap. Akibatnya, korban tiba-tiba terjatuh lalu dievakuasi ke rumahnya yang jaraknya sekitar 10 meter dari lokasi.
"Ini dia (korban) ikut memadamkan api. Tapi tiba-tiba dia merasa pusing setelah menghirup banyak asap sehingga langsung dibawa ke rumahnya. Nah ternyata korban punya riwayat penyakit asma," paparnya.
Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Dari informasi awal, korban sendiri yang disebut membakar di lahannya.
"Polisi melakukan pendalaman, apakah ada pidana kesengajaan atau tidak. Nah info juga yang membakar lahan itu adalah korban sendiri," terangnya.
Syamsul menambahkan pihak keluarga korban tidak keberatan atas kejadian tersebut. Polisi masih mengumpulkan keterangan warga untuk memastikan kronologi lengkap kebakaran yang menewaskan korban.
Diketahui, peristiwa itu terjadi di Kelurahan Temassarange, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, Selasa (15/9) sekitar pukul 12.20 Wita. Di lahan korban tampak semak belukar yang kering dan pohon pisang terbakar.
(hsr/hsr)
