5 Fakta Cahaya dan Dentuman Diduga Meteor di Gorontalo

Tim detikcom - detikSulsel
Senin, 14 Sep 2026 08:00 WIB
Foto: Warga di Provinsi Gorontalo digegerkan dengan kemunculan cahaya di langit yang disertai dengan dentuman keras. (dok istimewa)
Gorontalo -

Masyarakat di Gorontalo digegerkan dengan kemunculan benda bercahaya yang disusul suara dentuman keras di langit pada dini hari. Usut punya usut, benda bercahaya itu diduga meteor yang memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi.

Kilatan cahaya tersebut melintas di langit wilayah Provinsi Gorontalo pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 00.15 Wita. Dentuman keras dari benda cahaya tersebut mengagetkan warga di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

"Ya saya melihat ada cahaya terang jalan melintas di atas langit, kalau saya lihat mirip meteor," ungkap warga, Ika Biga (24) kepada detikcom, Sabtu (12/9/2026).

Dirangkum detikcom, berikut 5 fakta cahaya disertai dentuman keras yang diduga meteor di langit Gorontalo:

1. Warga Harap Bukan Pertanda Buruk

Kemunculan benda bercahaya yang disusul dentuman keras itu mengagetkan warga. Pasalnya hal itu terjadi saat warga sedang tertidur lelap.

"Baru suaranya dentuman keras terdengar dengan jelas," ucap Ika.

Benda bercahaya itu sangat cepat dan langsung menghilang. Dia berharap fenomena itu bukan pertanda buruk.

"Semoga itu tidak jadi apa-apa, kami selalu berdoa yang baik-baik," beber Ika.

2. BMKG Deteksi Getaran di Seismograf

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun mendeteksi adanya getaran pada waktu yang hampir bersamaan dengan laporan masyarakat terkait fenomena tersebut. Getaran itu terekam oleh seismograf.

"Memang kalau dari stasiun kita, BMKG itu memiliki seismometer atau seismograf yang mendeteksi getaran, getaran kuat. Nah kebetulan berdasarkan info dari masyarakat bahwa jam 00.00, sekitar 00.15 sampai 20 menit itu merasakan getaran," ucap Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Andri Wijaya yang dikonfirmasi terpisah.

Andri mengatakan, getaran yang terdeteksi memiliki skala Modified Mercalli Intensity (MMI) II-III. Getaran dengan intensitas tersebut tidak tergolong besar, namun tetap dapat dirasakan oleh masyarakat yang sedang beraktivitas.

"Apabila masyarakat itu tidak dalam kondisi sedang tertidur lelap, artinya masih dalam aktivitas itu bisa sangat merasakan. Nah getaran ini mungkin kita sederhanakan ke dalam skala MMI itu, beberapa orang yang sedang beraktivitas merasakan getaran itu," paparnya.

3. Getaran Bukan Karakteristik Gempa Bumi

BMKG memastikan dentuman yang memicu getaran tidak menunjukkan karakteristik gempa bumi yang bersumber dari aktivitas tektonik maupun vulkanik. Hal ini berdasarkan rekaman sinyal seismograf.

"Karena sinyalnya itu kita lihat terlalu dekat ya, antara gelombang P dan S. Jadi ini masih perlu dikaji ya, karena kita harus melihat lokasinya," imbuh Andri.

Andri pun meminta warga tidak mudah terpengaruh dengan informasi terkait fenomena cahaya dan suara dentuman terjadi. BMKG menegaskan lokasi dan sumber suara dentuman yang dilaporkan warga belum diketahui.

"Jadi informasi video harus kita cross check lagi di lapangan, jangan termakan info yang tidak benar," ungkap Andri.



Simak Video "Mencicipi Kuliner Unik Khas Gorontalo di Warung Pisang Goreng"


(sar/sar)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork