Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya getaran yang terekam oleh seismograf pada waktu hampir bersamaan dengan munculnya cahaya serta dentuman keras di wilayah Provinsi Gorontalo. Namun BMKG belum bisa menyimpulkan benda tersebut adalah meteor atau benda langit lainnya.
Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Andri Wijaya Bidang meminta warga tidak mudah terpengaruh dengan informasi terkait fenomena cahaya dan dentuman suara yang terjadi dini hari tadi. Apalagi menyimpulkan bahwa fenomena itu akibat meteor.
"Jadi informasi video harus kita cross check lagi di lapangan, jangan termakan info yang tidak benar," ujar Andri Wijaya kepada detikcom, Sabtu (12/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menegaskan lokasi dan sumber suara dentuman yang dilaporkan warga belum diketahui. Meski demikian, dia menduga fenomena itu akibat benda langit seperti meteor.
"Video-video beredar kami belum bisa tau lokasi di mana. Kemungkinan dugaan bisa juga itu meteor benda langit," katanya.
Lebih lanjut, Andri mengatakan pihaknya mendeteksi adanya getaran pada waktu yang hampir bersamaan dengan laporan masyarakat terkait fenomena tersebut. Getaran itu terekam oleh seismograf.
"Ya, memang kalau dari stasiun kita, BMKG itu memiliki seismometer atau seismograf yang mendeteksi getaran, getaran kuat," ungkapnya.
"Nah kebetulan berdasarkan info dari masyarakat bahwa jam 00, sekitar 00.15 sampai 20 menit itu merasakan getaran," lanjutnya.
Dia menuturkan getaran yang terdeteksi memiliki skala Modified Mercalli Intensity (MMI) II-III. Getaran dengan intensitas tersebut tidak tergolong besar, namun tetap dapat dirasakan oleh masyarakat yang sedang beraktivitas.
"Apabila masyarakat itu tidak dalam kondisi sedang tertidur lelap, artinya masih dalam aktivitas itu bisa sangat merasakan. Nah getaran ini mungkin kita sederhanakan ke dalam skala MMI itu, beberapa orang yang sedang beraktivitas merasakan getaran itu," jelasnya.
Dia menjelaskan getaran tersebut dapat dirasakan dalam bentuk suara yang didengar maupun melalui benda-benda di sekitar. Dia menegaskan geteran itu tidak terlalu besar.
"Baik itu getaran suara yang didengarkan oleh telinga dan melewati media kaca ya, masyarakat yang mendengarkan itu ya, atau merasakan itu, getaran kaca ya, jadi sekitar 2-3 MMI walaupun getarannya tidak cukup besar," bebernya.
Dia menambahkan berdasarkan rekaman sinyal seismograf, fenomena tersebut tidak menunjukkan karakteristik gempa bumi yang bersumber dari aktivitas tektonik maupun vulkanik.
"Karena sinyalnya itu kita lihat terlalu dekat ya, antara gelombang P dan S. Jadi ini masih perlu dikaji ya, karena kita harus melihat lokasinya," pungkasnya.
Diketahui, sejumlah warga di Gorontalo mengaku melihat cahaya misterius di atas langit pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 00.15 Wita. Cahaya misterius itu disertai dengan suara dentuman keras.
"Ya saya melihat ada cahaya terang jalan melintas di atas langit, kalau saya lihat mirip meteor. Baru suaranya dentuman keras terdengar dengan jelas," kata warga Kecamatan Limboto, Ika Biga kepada detikcom, Sabtu (12/9).
