Renungan Harian Katolik Jumat 4 September 2026: Anggur dan Kantong Baru

Renungan Harian Katolik Jumat 4 September 2026: Anggur dan Kantong Baru

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Jumat, 04 Sep 2026 07:45 WIB
Renungan harian Katolik
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: Gemini AI)
Makassar -

Renungan harian Katolik dapat menjadi salah satu cara bagi umat untuk meluangkan waktu sejenak di tengah kesibukan. Melalui renungan, umat diajak untuk kembali mendekatkan diri kepada Tuhan serta menemukan ketenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Membaca dan merenungkan firman Tuhan juga dapat membantu umat melihat berbagai pengalaman hidup dari sudut pandang iman. Pesan yang terkandung di dalamnya dapat menjadi bekal untuk menjalani aktivitas, mengambil keputusan, serta menghadapi berbagai persoalan dengan hati yang lebih tenang.

Berikut renungan harian Katolik Jumat, 4 September 2026 lengkap dengan bacaan Kitab Suci dan refleksi yang dapat menjadi bahan permenungan umat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Harian Katolik Hari Ini 4 September 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: 1 Kor 4:1-5

Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.

ADVERTISEMENT

Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.

Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi.

Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan.

Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 37:3-4.5-6.27-28.39-40

Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia,

dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.

Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;

Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.

Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya;

sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.

Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan;

TUHAN menolong mereka dan meluputkan mereka, Ia meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik dan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.

Bacaan Injil: Luk 5:33-39

Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum."

Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka?

Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa."

Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: "Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu.

Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur.

Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.

Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik."

Renungan Hari Ini 4 September 2026: Anggur dan Kantong Baru

Tetapi anggur yang baru harus dituang dalam kantong yang baru pula. (Luk. 5:38)

Bacaan hari ini, Injil Lukas 5:33-39, mengingatkan kita tentang keimanan seseorang bukan terletak sebatas rutinitas dan keajegan beribadah, melainkan tentang keintiman relasi dengan Tuhan.

Orang Farisi lebih berfokus pada keharusan berpuasa, sementara Yesus menitikberatkan kejujuran saat merasakan dan mengalami kehadiran-Nya, sehingga hidup bersukacita. Dalam keseharian, hal ini diwujudkan lewat memilih berdamai dengan sesama, terlebih kepada diri sendiri dan bersyukur.

Kala berada di fase bersusah hati, sedih, cemas, takut, berdosa, di saat itulah kita dapat memilih lebih intens beribadah dan berpuasa untuk menghadirkan Yesus, Sang Mempelai. Kilas balik pengalaman saya sendiri, ketika saya yakin ada sesuatu yang salah.

Hampir lima tahun saya rutin melakukan pengakuan dosa, namun ada satu dosa yang terus dibawa-bawa. Begitu sulit mengampuni. Gereja menyediakan Sakramen Rekonsiliasi yang luar biasa, mengapa saya tidak berubah? Mengapa saya tetap hidup dengan kantong hati yang lama, keras, dan kaku, sehingga tetap tenggelam dalam rutinitas pengakuan yang sama?

Seharusnya saya belajar cara berdoa baru, cara hidup berkomunitas baru, termasuk cara baru mengampuni orang. Selama saya berpikir, dia yang salah, dia yang harus minta maaf duluan, hati ini tidak akan damai bahkan menderita.

Saya terbuka mencoba cara baru, lewat berdoa 77 Bapa Kami, menghantar saya pada pemahaman baru. Dari berdoa memohon dimampukan mengampuni orang lain, menjadi kantong hati kesadaran baru yang tidak lagi menunjuk orang lain, melainkan menunjuk diri sendiri.

Juga menyadari pentingnya mengampuni sesama agar Allah juga mengampuni kesalahan kita (Mat. 6:14-15). Dalam ayat 36-37, anggur baru dimaknai dengan hidup baru di dalam Kristus.

Kantong baru berarti menemukan kebiasaan dan pola pikir baru. "Tetapi anggur yang baru harus dituang dalam kantong yang baru pula" (Luk. 5:38).

Yesus mengajarkan bahwa cara kerja-Nya yang baru tidak mungkin diterapkan dengan cara lama. Harus ada keterbukaan dan perubahan diri kita untuk menyikapinya. Sudahkah kita lebih mengenal Yesus dengan cara baru?

Sumber: Buku Renungan 3 Titik
Oleh: M. Maria Novita

Doa

Tuhan Yesus, Engkau bersabda, supaya kami saling mengampuni. Berkat kerahiman-Mu kami akan dimampukan.

Betapa besar kasih-Mu, Tuhan!

Meskipun kami masih terus berhitung-hitung dengan sesama kami. Ampunilah kami Tuhan, kalau suka berkeras hati dan tidak pandai mengenal kehadiran-Mu. Amin.

Itulah renungan harian Katolik Jumat, 4 September 2026 lengkap dengan bacaannya. Tuhan Yesus memberkati!



(urw/urw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads