Renungan harian Katolik dapat menjadi salah satu cara bagi umat untuk meluangkan waktu sejenak di tengah kesibukan. Melalui renungan dan bacaan Kitab Suci, umat diajak untuk memahami makna firman Tuhan serta merefleksikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Bacaan dan renungan harian juga dapat menjadi bahan refleksi untuk menata hati, memperkuat iman, serta menjalani setiap aktivitas dengan lebih tenang dan penuh pengharapan.
Berikut renungan harian Katolik Kamis, 3 September 2026 lengkap dengan bacaan, Mazmur, dan doa yang dapat menjadi bahan permenungan umat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan Harian Katolik Hari Ini 3 September 2026
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Bacaan I: 1 Kor 3:18-23
Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.
Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya."
Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka."
Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu:
baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya.
Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6
Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
"Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub."
Bacaan Injil: Luk 5:1-11
Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."
Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."
Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."
Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.
Renungan Hari Ini 3 September 2026: Takjub
Sebab, ia dan semua orang yang bersama dia diliputi rasa takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; (Luk. 5:9)
Setelah mengajar, Yesus menyuruh Simon berlayar ke tempat yang lebih dalam dan menebarkan jalanya. Simon adalah nelayan berpengalaman, dia berkata kepada Yesus bahwa dia dan teman-temannya telah bekerja keras semalaman, tapi tidak mendapatkan seekor ikan pun. Namun, Simon menuruti juga permintaan Yesus, hasilnya sangatlah luar biasa.
Jala mereka hampir koyak karena banyaknya ikan dan mereka minta tolong kepada perahu temannya untuk membantu mengangkat semua ikan tersebut. Simon dan semua orang takjub melihat banyaknya ikan dan dia sujud di hadapan Yesus; meminta agar Yesus pergi karena dia merasa malu sempat meragukan permintaan-Nya untuk menebarkan jala. Takjub! Kita merasa takjub atas sesuatu hal yang terjadi di luar dugaan kita, misalnya yang dilakukan oleh pesulap.
Terkadang kita heran bagaimana pesulap tersebut dapat memunculkan kelinci dari dalam topinya, atau mengeluarkan banyak saputangan dari kantong yang kecil. Ketika kita menonton film di bioskop, kita takjub melihat kehebatan peran utama dalam mengatasi masalah yang dihadapinya.
Sebaliknya, kita merasa biasa saja atas apa yang diperbuat Tuhan yang telah menciptakan dunia ini sangat baik adanya. Kita lupa bahwa Allah telah menciptakan segala sesuatu untuk kepentingan kita dan agar kita memakai alam ciptaan-Nya dengan bijak. Ketika kita melihat sunset di pantai Kuta atau melihat sunrise di puncak gunung Bromo, kita takjub dan terkagum-kagum akan keindahannya.
Apakah pada saat yang sama kita memuji kebesaran Allah yang telah menciptakannya?
Mari, pada saat kita takjub atau kagum akan sesuatu, bersyukurlah dan memuji kebesaran Tuhan. Kita patut takjub dan selalu bersyukur setiap hari atas kebaikan-Nya. Kita diberi hidup, kesehatan, dan berkat berlimpah setiap hari. Janganlah kita lupa akan kebaikan Tuhan.
Doa
Allah Bapa Yang Maha Rahim, Engkau sungguh baik kepada kami anak-Mu.
Engkau telah menciptakan segalanya untuk kami anak-anak-Mu. Kami sering merasa takjub akan ciptaan-Mu. Namun, kami sering lupa bersyukur dan memuliakan nama-Mu. Ajarilah kami agar kami tidak lupa selalu mengucap syukur kepada-Mu setiap saat. Amin.
Itulah renungan harian Katolik Kamis, 3 September 2026 lengkap dengan bacaannya. Tuhan Yesus memberkati!
