Memulai hari dengan doa dan renungan dapat menjadi kesempatan bagi umat Katolik untuk sejenak berhenti dari kesibukan dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Melalui bacaan Kitab Suci, umat diajak untuk melihat kembali perjalanan hidup serta memahami kehendak Tuhan dalam setiap keadaan.
Renungan harian Katolik Sabtu, 29 Agustus 2026, dapat menjadi bahan refleksi untuk menjalani hari dengan hati yang lebih tenang dan penuh pengharapan. Firman Tuhan yang direnungkan diharapkan dapat memberikan kekuatan sekaligus menjadi pengingat agar setiap langkah senantiasa dilandasi iman dan kasih.
Nah, berikut renungan harian Katolik Sabtu, 29 Agustus 2026 lengkap dengan bacaannya. Simak, yuk!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan Harian Katolik Hari Ini 28 Agustus 2026
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Bacaan I: Yer 1:17-19
Tetapi engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka!
Mengenai Aku, sesungguhnya pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imamnya dan rakyat negeri ini.
Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."
Mazmur Tanggapan: Mzm 71:1-2,3-4a,5-6ab,15ab,17
Pada-Mu, ya TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu.
Lepaskanlah aku dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!
Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku.
Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik, dari cengkeraman orang-orang lalim dan kejam.
Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH.
Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji.
mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya.
Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib;
Bacaan Injil: Mrk 6:17-29
Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"
Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.
Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!",
lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!"
Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!"
Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!"
Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.
Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.
Renungan Hari Ini 29 Agustus 2026: Keberanian demi Kebenaran
Sebab, Yohanes berkali-kali menegur Herodes, "Tidak diperbolehkan bagimu mengambil istri saudaramu!" (Mrk. 6:18)
Pada 29 April 1991 sekitar pukul 11.00, seorang sersan polisi militer mendatangi Paroki Santo Antonius di Salgueiro, Pernambuco, Brasil. Ia melepaskan tembakan kepada Pastor José Maria Prada.
Pastor berusia 63 tahun itu tewas seketika dengan lima peluru yang bersarang di badannya. Aksi itu dipicu dendam, karena sang imam menolak memimpin upacara pernikahan yang dianggap tidak sah.
Dalam penyelidikan kanonik, Pastor José Maria Prada mengetahui bahwa pria itu sudah menikah secara sakramental dengan wanita lain.
Ajaran Katolik tentang pernikahan sangat jelas. Dalam Catechism of the Catholic Church no. 1640 disebutkan: Dengan demikian ikatan perkawinan diikat oleh Allah sendiri, sehingga perkawinan antara orang-orang yang dibaptis yang sudah diresmikan dan dilaksanakan, tidak pernah dapat diceraikan.
Meski pria itu bersikeras, Pastor José Maria bergeming. Ia ditekan, ditawari uang, diancam akan dibunuh.
Pastor José Maria Prada berkata lebih memilih mati daripada mempersembahkan Misa pernikahan itu. Ancaman menjadi kenyataan. Berakhirlah hidup Sang Pastor. Ia menjadi martir untuk kesucian perkawinan.
Sekitar dua ribu tahun lalu, Yohanes Pembaptis dibunuh karena berkali-kali menegur Herodes, "Tidak diperbolehkan bagimu mengambil istri saudaramu!" (Mrk. 6:18).
Karena kata-kata itu Herodias menaruh dendam kepada Yohanes, dan bermaksud membunuh dia (Mrk. 6:19). Keinginan itu terwujud, ketika Herodes bersumpah memberi hadiah apa saja kepada putri Herodias yang tariannya menyenangkan hati Herodes.
Hadiah yang diminta adalah kepala Yohanes Pembaptis (Mrk. 6:24).
Membela dan menyuarakan kebenaran tak jarang harus dibayar dengan mengorbankan nyawa. Semua pengikut Kristus dipanggil untuk berani menyuarakan kebenaran dan nilai-nilai yang berasal dari Allah.
Rasul Paulus yang berada di penjara, memohon jemaat Efesus agar mendoakannya, "Juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar. "(Ef. 6:19).
Maukah kita membela dan mengatakan hal yang benar? Bersediakah kita mengorbankan diri demi kebenaran?
Doa dan bimbingan Roh Kudus akan memampukan kita untuk berani membela apa yang benar dan adil, walau tidak mudah dan penuh risiko.
Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Bernadette Esther
Doa
Allah Bapa di surga, kami mohon pertolongan Roh Kudus agar kami mampu melaksanakan perintah-Mu. Bersaksi tentang kebenaran dalam iman Katolik melalui perkataan dan perbuatan, meskipun kami mungkin akan ditolak, dikucilkan, dan bahkan dibunuh. Amin.
Itulah renungan harian Katolik Sabtu, 29 Agustus 2026 lengkap dengan bacaannya. Tuhan Yesus memberkati!
