Kapal Nelayan Mati Mesin-Hilang di Selayar, 3 Orang Dicari

Kapal Nelayan Mati Mesin-Hilang di Selayar, 3 Orang Dicari

Reinhard Soplantila - detikSulsel
Selasa, 25 Agu 2026 19:12 WIB
Tim SAR Gabungan saat mencari nelayan korban dampak cuaca buruk pekan lalu dan menemukan kapal motor yang tenggelam di perairan Kalbar (Foto ANTARA/HO)
Foto: ilustrasi kapal nelayan. (Foto ANTARA/HO)
Selayar -

Kapal pencari ikan yang bermuatan tiga orang dilaporkan hilang setelah mengalami mati mesin di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tim SAR masih melakukan pencarian terhadap kapal tersebut.

Danpos SAR Selayar Ronaldhi mengatakan pihaknya menerima laporan dari Syahbandar Selayar dan keluarga korban pada Senin (24/8) sekitar pukul 17.00 Wita. Keluarga meminta bantuan untuk mencari kapal yang dinahkodai korban bernama Alimuddin yang mengalami masalah mesin.

"Kita terima laporan kemarin jam 17.00 Wita lewat, keluarga korban menelepon minta tolong kalau bisa ditarik kapalnya korban. Kami kemudian carikan kapal untuk menarik kapalnya korban," ujar Ronaldhi kepada wartawan, Selasa (25/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ronaldhi mengatakan Basarnas Selayar kemudian mencarikan kapal untuk melakukan evakuasi. Setelah mendapatkan bantuan, kapal untuk evakuasi itu berangkat sekitar pukul 18.00 Wita setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga.

"Jam 18.00 Wita kapal untuk evakuasi itu berangkat. Saya sudah kasih bicara kapal yang mau evakuasi dengan pihak keluarga korban," katanya.

ADVERTISEMENT

Kapal pencari ikan tersebut sempat diperkirakan berada di sebelah barat daya perairan Pulau Polassi. Kapal bantuan kemudian tiba di lokasi tersebut, namun tidak menemukan kapal yang dicari.

"Sampai di sana tidak ada di lokasi. Jam 18.00 Wita sampai 01.00 dini hari dilakukan pencarian sebelah barat daya Pulau Polassi tidak ada, sampai kembali lagi kapal untuk evakuasi itu," jelas Ronaldhi.

Setelah pencarian awal tidak membuahkan hasil, pihaknya kemudian melaporkan kondisi tersebut ke Basarnas Makassar. Berdasarkan perhitungan SAR map, posisi kapal diperkirakan bergeser ke arah perairan Pulau Sabalana, Kabupaten Pangkep.

"Kami lapor ke Basarnas Makassar, perhitungan SAR map itu diperkirakan ke Pulau Sabalana Pangkep. Jadi KN SAR Kamajaya diturunkan, kemudian teman-teman ditarik ke Kantor SAR Selayar dan diambil alih Basarnas Makassar karena kemungkinan lari ke situ," ungkap Ronaldhi.

Ronaldhi menyebut terdapat tiga orang di atas kapal tersebut. Mereka yakni Alimuddin selaku nakhoda, serta dua orang lainnya bernama Jufri dan Fajrin.

"Di atas kapal itu ada tiga orang, yaitu Alimuddin nahkoda, beserta Jufri dan Fajrin," bebernya.

Sebelum hilang kontak, korban sempat memberitahu keluarganya bahwa kapal mengalami mati mesin. Hingga kini, kapal bersama tiga orang tersebut masih dinyatakan hilang dan pencarian terus dilakukan oleh tim SAR.

"Korban sempat kasih tahu keluarganya kalau mati mesin. Untuk sekarang masih dinyatakan hilang," pungkas Ronaldhi



(ata/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads