Seorang emak-emak melabrak pemilik pangkalan gas LPG di Desa Bungi, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) viral di media sosial. Pemilik pangkalan disebut tidak menjual tabung LPG 3 kilogram ke tetangganya, melainkan ke luar daerah hingga diduga terjadi permainan harga.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindagem) Pinrang Muhammad Yusuf Nur membenarkan terkait video viral yang terjadi di Jalan Masuk Kampung Maroneng, Desa Bungi, Kecamatan Duampanua, Jumat (21/8). Dia mengungkapkan pangkalan tersebut milik Ismail.
"Setelah kami mendengar dan melihat sendiri video yang beredar yang viral itu, kami langsung melakukan pengecekan," ujar Yusuf kepada wartawan, Selasa (25/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menuturkan pihaknya melakukan koordinasi ke pihak agen sekaligus melakukan klarifikasi terkait video tersebut. Hasil penelusuran, Ismail terbukti melakukan pelanggaran berat dalam penyaluran gas subsidi.
"Hasil komunikasi kami dengan agen, bahwa pangkalan atas nama Pak Ismail itu melakukan pelanggaran. Gas dibawa ke luar daerah dan di situ ada indikasi permainan harga," bebernya.
Dia menegaskan untuk pemberian sanksi merupakan kewenangan pihak agen yang memegang kontrak langsung dengan pemilik pangkalan. Pihak agen disebut telah memberikan sanksi pemutusan hubungan kerja dengan Ismail.
"Atas pelanggaran yang dilakukan oleh pangkalan yang berada di Desa Bungi atas nama Pak Ismail itu sudah dilakukan pemutusan hubungan kerja oleh agen sebagai pihak yang berwenang (untuk kerjasama penyaluran)," terangnya.
Menyikapi polemik tersebut, Disperindagem Pinrang langsung memanggil sembilan agen resmi untuk rapat koordinasi pada Rabu (26/8) besok. Disperindagem ingin memastikan LPG 3 tepat sasaran dan harganya sesuai ketentuan.
"Menindaklanjuti kejadian viral ini, kami sudah membuat surat undangan kepada sembilan agen yang beroperasi di Kabupaten Pinrang untuk menghadiri rapat koordinasi pada hari Rabu besok," paparnya.
Dalam video dilihat detikSulsel, tampak seorang pria berdiri di samping mobil pikap di pinggir jalan. Wanita yang merekam kemudian memberikan keterangan bahwa pria tersebut adalah pemilik pangkalan LPG bernama Ismail.
"Ini yang punya pangkalan di Bungi Pak Ismail namanya tetapi dia ladeni luar Bungi. Dia tidak melayani tetangganya malah dijual ke luar Bungi," keluh wanita dalam video tersebut.
Wanita tersebut juga sempat memperlihatkan tumpukan gas LPG 3 kg di pangkalan tersebut. Namun gas tersebut tidak dijual ke tetangga dan malah hendak dijual ke luar daerah.
"Ini masih banyak gas di rumahnya. Tetapi dia tidak jual ke tetangga," tambahnya.
