Renungan Harian Katolik Sabtu 22 Agustus 2026: Belajar Rendah Hati

Renungan Harian Katolik Sabtu 22 Agustus 2026: Belajar Rendah Hati

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Sabtu, 22 Agu 2026 07:00 WIB
Renungan harian Katolik dan bacaan Injilnya
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: etheriel/Pixabay)
Makassar -

Renungan Harian Katolik Sabtu 22 Agustus 2026 menjadi bahan permenungan bagi umat untuk mengawali hari dengan hati yang tenang dan terbuka terhadap sabda Tuhan. Melalui renungan dan bacaan Kitab Suci, umat diajak semakin mendekatkan diri kepada Tuhan serta menemukan kekuatan untuk menjalani berbagai pengalaman dalam kehidupan.

Renungan Harian Katolik Sabtu 22 Agustus 2026 dapat menjadi sarana bagi umat untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan melihat kembali perjalanan hidup dalam terang iman. Dengan hati yang terbuka, kita diajak mendengarkan pesan Tuhan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Yuk, simak renungan lengkap dan bacaan untuk hari ini Sabtu, 22 Agustus 2026!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Harian Katolik Hari Ini 22 Agustus 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Yeh 43:1-7a

Lalu dibawanya aku ke pintu gerbang, yaitu pintu gerbang yang menghadap ke sebelah timur.

ADVERTISEMENT

Sungguh, kemuliaan Allah Israel datang dari sebelah timur dan terdengarlah suara seperti suara air terjun yang menderu dan bumi bersinar karena kemuliaan-Nya.

Yang kelihatan kepadaku itu adalah seperti yang kelihatan kepadaku ketika Ia datang untuk memusnahkan kota itu dan seperti yang kelihatan kepadaku di tepi sungai Kebar, maka aku sembah sujud.

Sedang kemuliaan TUHAN masuk di dalam Bait Suci melalui pintu gerbang yang menghadap ke sebelah timur,

Roh itu mengangkat aku dan membawa aku ke pelataran dalam, sungguh, Bait Suci itu penuh kemuliaan TUHAN.

Lalu aku mendengar Dia berfirman kepadaku dari dalam Bait Suci itu?orang yang mengukur Bait Suci itu berdiri di sampingku?

dan Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, inilah tempat takhta-Ku dan inilah tempat tapak kaki-Ku; di sinilah Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel untuk selama-lamanya dan kaum Israel tidak lagi akan menajiskan nama-Ku yang kudus, baik mereka maupun raja-raja mereka, dengan persundalan mereka atau dengan mayat raja-raja mereka yang sudah mati;

Mazmur Tanggapan: Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14

Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita.

Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.

Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.

Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya.

Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.

Bacaan Injil: Mat 23:1-12

Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:

"Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.

Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.

Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;

mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;

mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.

Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.

Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.

Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.

Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.

Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Renungan Hari Ini 22 Agustus 2026: Belajar Rendah Hati

Barang siapa yang terbesar di antara kamu, hendaklah Ia menjadi pelayanmu.

Dan barang siapa meninggikan diri, Ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, Ia akan ditinggikan. (Mat. 23:11-12)

Injil Mat. 23:1-12 berisi teguran Tuhan Yesus terhadap kemunafikan ahli Taurat dan orang Farisi. Ia mengajarkan tentang pentingnya keselarasan antara pengajaran/perkataan dengan perbuatan.

Selain itu, Ia menghendaki para murid-Nya hidup melayani dalam kerendahan hati. "Janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.

Barang siapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." (Mat. 23:8.11-12).

Kadang kita merasa ingin dipuji kalau berhasil, entah itu nilai bagus atau jadi juara di kelas. Nggak salah sih, bangga sama diri sendiri, tapi kalau terlalu sombong, biasanya orang lain jadi malas dekat dengan kita. Di sinilah pentingnya sikap rendah hati.

Pengalaman ketika masih di SMA, saya selalu ingin nilai bagus supaya mendapat pujian dari teman ataupun guru. Hal ini terjadi, dan saya mendapat pujian dari teman-teman.

Saya merasa bangga, namun meremehkan teman yang nilainya kurang bagus. Pujian guru membuat saya di atas angin, akibatnya saya menjadi sombong.

Dampaknya saya dijauhi oleh teman-teman. Saya merasa sedih sekali ditinggalkan teman-teman, mereka tidak seperti dulu yang selalu belajar bersama. Saya menanggung akibat dari kesombongan saya.

Setelah lulus SMA, belajar dari pengalaman ketika ditinggalkan teman-teman, maka saya mengubah sikap dan perilaku ketika berada di kampus. Saya mulai berbagi pengetahuan, tidak pelit untuk memberikan ide dan inisiatif, sehingga dampaknya teman teman banyak mendukung.

Saya bahagia sekali, maka hal itu mengubah hidup saya. Hingga sekarang, saya selalu berbagi pengetahuan atau informasi.

Kerendahan hati membuat kita lebih dekat dengan Tuhan. Pada Yak. 4:6 tertulis, "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."

Jadi kalau kita rendah hati, kita justru makin diberkati Tuhan. Orang rendah hati tahu kalau talenta, kepintaran, atau kesempatan itu anugerah Tuhan, bukan hasil usaha sendiri semata.

Oleh karena itu, marilah kita selalu mencontoh Tuhan Yesus yang selalu rendah hati
dalam segala hal.

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik

Doa Penutup

Ya Tuhan, terimakasih kami diberi kesempatan untuk belajar kerendahan hatidari pengalaman yang lalu. Semoga kami bisa mencontoh kerendahan hati Tuhan Yesus sendiri, meskipun Putra Allah, namun Ia tidak menyombongkan diri. Kami mohon ampun Tuhan, jangan sampai kami hanya mengandalkan kemampuan sendiri, tetapi lupa melibatkan Tuhan dalam semua kegiatan. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Sabtu, 22 Agustus 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Semoga renungan ini dapat menguatkan iman dan membantu umat menjalani hari dengan penuh pengharapan serta kasih.



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads