Rektor Unhas Dorong PTN-KTI Perkuat Riset dan Kolaborasi Internasional

Rektor Unhas Dorong PTN-KTI Perkuat Riset dan Kolaborasi Internasional

Sahrul Alim - detikSulsel
Rabu, 19 Agu 2026 13:37 WIB
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Jamaluddin Jompa mendorong anggota Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI) memperkuat riset dan sains serta kolaborasi internasional.
Rektor Universitas Hasanuddin Prof Jamaluddin Jompa mendorong anggota Konsorsium KPTN-KTI memperkuat riset dan sains serta kolaborasi internasional. Foto: Sahrul Alim/detikSulsel
Makassar -

Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Jamaluddin Jompa mendorong anggota Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI) memperkuat riset dan sains serta kolaborasi internasional. Dia ingin PTN KTI masuk dalam jajaran World Class University (WCU).

"Tidak ada pilihan lain, pendekatan utama untuk menuju World Class University adalah pengembangan riset dan sains. Jika kualitas sainsnya masih jauh di bawah, peluang untuk masuk jajaran universitas dunia akan tertutup," kata Prof JJ dalam rapat kerja KPTN-KTI 2026 di Hotel Unhas, Rabu (19/8/2026).

Prof JJ mengaku Unhas memiliki hampir 1.000 jaringan internasional yang dapat dimanfaatkan bersama oleh Perguruan Tinggi Negeri di kawasan Timur. Dia mencontohkan potensi penelitian komoditas sagu yang dapat dikembangkan Bersama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misal di bidang komoditas sagu: Unhas memiliki Sagu Center, tetapi potensi sagu terbesar ada di Papua. Mari kita berkolaborasi dengan UNIPA dan Universitas Musamus," katanya.

Dia juga mendorong adanya konsorsium tematik untuk menyiapkan sumber daya manusia di kawasan Timur, termasuk dalam pengolahan industri mineral strategis. Menurutnya, kawasan Timur memiliki kekayaan mineral yang besar, tetapi belum didukung kesiapan SDM dan fasilitas riset yang memadai.

ADVERTISEMENT

"Tindakan afirmasi itu wajib hukumnya. Jika tidak ada kebijakan afirmasi dari pemerintah, penyempitan gap (kesenjangan) tidak akan pernah terjadi," tegas Prof JJ.

Dia menambahkan, Unhas siap membantu perguruan tinggi lain di kawasan Timur meningkatkan kapasitas riset, publikasi, serta internasionalisasi. Dia berharap kolaborasi tersebut dapat membuat perguruan tinggi di kawasan Timur berdiri sejajar dengan kampus-kampus di kawasan Barat.

"Kita patut bangga, capaian keberhasilan pendidikan mahasiswa melalui PIMNAS (Piala Adhikarta Kertawidya) pada tahun 2024 berhasil kita rebut dan bawa ke Indonesia Timur melalui Unhas. Namun pada PIMNAS 2025, kita buktikan kembali bahwa Unhas mampu mempertahankan piala bergilir tersebut dengan perolehan medali dua kali lebih banyak dari peringkat kedua," ujarnya.

Menurut Prof JJ, capaian tersebut membuktikan sumber daya manusia dari kawasan Timur memiliki potensi untuk bersaing di tingkat nasional. Dia menekankan keberanian, kolaborasi dan dukungan pemerintah menjadi faktor penting untuk mengejar ketertinggalan.

"Ini membuktikan bahwa potensi sumber daya di kawasan Timur tidak kalah bersaing. Yang kita butuhkan hanyalah keberanian, semangat, dan persatuan," pungkasnya.

Diketahui, Konsorsium PTN-KTI menggelar rapat kerja di Hotel Unhas di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (19/8). Ketua KPTN-KTI Fredy Leiwakabessy mengatakan dari 47 anggota konsorsium, hanya 17 yang bisa hadir karena terkendala anggaran.

"Ada kurang lebih 47 keanggotaan konsorsium kebinaan perguruan tinggi kawasan timur Indonesia, hari ini dari 47 keanggotaan yang hadir kurang lebih hanya 17," kata Fredy dalam sambutannya.

Dia kemudian menyoroti pemangkasan anggaran PTN-KTI karena berdampak pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang berbanding terbalik dengan sumber daya alamnya (SDA). Dia menyebut PTN di timur Indonesia mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, NTB, Bali hingga Papua.

"Dan kawasan timur Indonesia ini menjadi masa depan daripada Indonesia. Tentu dengan kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah, dibanding dengan sumber daya manusia yang masih sangat terbatas," ujarnya.

Rektor Unhas Prof JJ juga menyoroti pemangkasan anggaran kementerian yang membuat sejumlah pimpinan PTN KTI tidak dapat menghadiri pertemuan tersebut. Dia meminta pemerintah memberikan keberpihakan anggaran kepada PTN di timur Indonesia.

"Bahkan di Makassar saja, masih banyak rekan-rekan yang tidak bisa hadir karena adanya pemotongan anggaran kementerian untuk perguruan tinggi di kawasan Timur. Harusnya anggaran di kawasan Barat saja yang disesuaikan, sedangkan kawasan Timur jangan dipotong," ujarnya.

Dia mengatakan keterbatasan anggaran membuat perguruan tinggi di kawasan Timur kesulitan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur penelitian. Menurutnya, pemerintah perlu memberikan afirmasi agar kesenjangan pendidikan tinggi dapat dipersempit.

"Kita butuh sedikit empati terkait anggaran (budgeting) untuk kawasan Timur. Untuk mengadakan pertemuan seperti ini saja sangat sulit karena kendala pendanaan," katanya.



(hsr/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads