detiktimur Awards 2026

Prof Harris Arthur Hedar: Penggerak Transformasi Pendidikan Profesi Advokat

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Jumat, 07 Agu 2026 20:51 WIB
Prof Harris Arthur Hedar menerima penghargaan detiktimur Awards 2026 (Foto: screenshoot 20 detik)
Jakarta -

Ajang penganugerahan detiktimur Awards 2026 memberikan penghargaan kepada Prof. Harris Arthur Hedar untuk kategori Kemajuan Pendidikan dan Profesi Advokat. Penghargaan tersebut diberikan atas perannya dalam mendorong transformasi pendidikan profesi advokat di Indonesia.

Penganugerahan detiktimur Awards tersebut berlangsung di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (7/8/2026) malam. Penerimaan trofi penghargaan diwakilkan Wakil Ketua Umum Peradi Profesional, Bambang Herry Purnomo dan diserahkan oleh Direktur Transmedia, Latif Hanoko.

Melalui detiktimur Awards 2026, detikSulsel ingin mengapresiasi berbagai pihak yang menghadirkan inovasi, kepemimpinan, serta program-program berdampak bagi kemajuan masyarakat dan daerah di Indonesia Timur.

Sejumlah kategori penghargaan tahun ini disiapkan untuk mengapresiasi kontribusi di berbagai sektor strategis. Seleksi penerima penghargaan dilakukan melalui tahapan khusus oleh dewan redaksi detikcom dan detikSulsel dengan memperhatikan kriteria inovasi, kreativitas, inspiratif, dampak bagi masyarakat, dan keaktifan di bidang masing-masing.

Strategi Prof Harris Arthur Hedar Dorong Transformasi Pendidikan Profesi Advokat

Prof Harris Arthur Hedar adalah seorang advokat senior yang aktif mendorong peningkatan kualitas pendidikan profesi advokat di Indonesia. Dengan latar belakang akademis yang dimiliki serta pengalaman dalam praktik advokasi, Prof Harris berupaya untuk meningkatkan tata kelola pendidikan profesi, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengembangan SDM di bidang hukum.

Langkah konkret Prof Harris untuk mewujudkan inisiatif tersebut adalah dengan mendirikan Peradi Profesional bersama sejumlah rekan advokatnya. Memegang tanggung jawab sebagai ketua umum, Prof Harris berkomitmen memperkuat marwah profesi advokat serta menjawab kebutuhan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam bidang hukum melalui organisasi tersebut.

Peradi Profesional dideklarasikan pada 5 Maret 2026. Meski merupakan organisasi yang relatif baru, Peradi Profesional telah menunjukkan bukti keseriusan melalui berbagai langkah strategis yang dijalankan untuk mendorong transformasi pendidikan profesi advokat di Indonesia.

Salah satu upaya dalam mewujudkan misi tersebut adalah dengan memperluas kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan. Di antaranya melalui kerja sama dengan Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Universitas Indonesia (UI), serta 111 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Kolaborasi tersebut menjadi upaya untuk memperluas akses profesi advokat dan memperkuat mutu pendidikan hukum nasional. Melalui sinergi antara organisasi advokat dan perguruan tinggi, diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi calon advokat dari berbagai latar belakang pendidikan.

Selain menjalin kerja sama antarlembaga, Peradi Profesional juga menghadirkan program Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan menyediakan beasiswa. Salah satunya melalui kerja sama dengan Universitas Islam Bandung (Unisba) pada 21 Juli 2026 yang mencakup penyelenggaraan PKPA, Pendidikan Profesi Advokat (PPA), penelitian, serta pemberian 100 beasiswa PKPA bagi mahasiswa.

Dengan adanya program tersebut, akses putra putri bangsa untuk mengikuti pendidikan profesi advokat diharapkan semakin terbuka lebar. Kerja sama yang dijalin dengan keterlibatan perguruan tinggi ini diharapkan berdampak langsung dalam peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan profesi hukum.

Selain menjalin berbagai kolaborasi, Prof Harris melalui Peradi Profesional juga mendorong upaya penguatan kualitas, etika, dan integritas profesi advokat. Untuk mewujudkan misi tersebut, Peradi Profesional tidak menempatkan diri sebagai kompetitor organisasi advokat lainnya, melainkan bagian dari upaya memperkuat ekosistem profesi advokat secara keseluruhan.

Berkat berbagai inisiatif yang dilakukan, Peradi Profesional mendapat pengakuan melalui penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai organisasi advokat pertama yang melakukan penandatanganan kerja sama dengan perguruan tinggi terbanyak untuk penyelenggaraan pendidikan advokat.

Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata kontribusi yang dilakukan Prof Harris Arthur Hedar melalui Peradi Profesional dalam mencetak advokat yang profesional, berintegritas, dan beretika melalui berbagai kerja sama antara organisasi advokat dan dunia pendidikan.



Simak Video "Video: Sherly Tjoanda Raih Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji"

(urw/alk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB