Renungan Harian Katolik menjadi salah satu sarana bagi umat untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui permenungan Sabda-Nya. Di tengah berbagai kesibukan dan tantangan kehidupan, meluangkan waktu untuk merenungkan firman Tuhan dapat memberikan kekuatan, penghiburan, sekaligus menjadi penuntun dalam mengambil setiap langkah.
Melalui bacaan Kitab Suci dan refleksi harian, umat diajak untuk terus memperbarui iman, menumbuhkan kasih kepada sesama, serta menghidupi nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Renungan juga menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi diri agar semakin setia mengikuti kehendak Tuhan.
Nah, berikut renungan harian Katolik Rabu, 5 Agustus 2026, yang dapat menjadi inspirasi dan bekal rohani dalam menjalani aktivitas sepanjang hari. Yuk, simak selengkapnya!
Bacaan Harian Katolik Hari Ini 5 Agustus 2026
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Bacaan I: Yer 31:1-7
"Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku.
Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya!
Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.
Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria.
Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula.
Sungguh, akan datang harinya bahwa para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, kepada TUHAN, Allah kita!
Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!
Mazmur Tanggapan: Yer 31:10.11-12ab.13
Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya!
Sebab TUHAN telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya.
Mereka akan datang bersorak-sorak di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan TUHAN, karena gandum, anggur dan minyak, karena anak-anak kambing domba dan lembu sapi; hidup mereka akan seperti taman yang diairi baik-baik, mereka tidak akan kembali lagi merana.
Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur mereka dan menyukakan mereka sesudah kedukaan mereka.
Bacaan Injil: Mat 15:21-28
Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
Renungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Rendah Hati, Tahu Diri, dan Iman
Yesus berkata kepadanya, "Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki." (Mat. 15:28)
Kerendahan hati dan iman perempuan Kanaan itu telah menggerakkan hati Tuhan Yesus dan mengabulkan permohonannya, sehingga anaknya menjadi sembuh, meskipun sebelumnya Tuhan Yesus telah menolaknya. Sesuai nubuat Nabi Yeremia, kedatangan Tuhan Yesus hanya untuk sisa-sisa Israel, sementara ibu itu adalah seorang Kanaan. Seharusnya bukan prioritas bagi Tuhan Yesus.
Peristiwa penyembuhan itu menyatakan bahwa keselamatan juga dapat terjadi pada bangsa-bangsa lain. Di pinggiran kota Depok, seorang janda kebingungan karena anak gadisnya yang masih remaja harus di transplantasi ginjal.
Meskipun mereka memiliki jaminan kesehatan melalui BPJS, tetapi tidak semua biaya dalam proses pengobatan ditanggung. Terutama pengobatan paska operasi yang harus dilakukan seumur hidup yang nilainya terlalu besar bagi mereka.
Ibu ini mendapatkan informasi, ada sebuah rumah sakit besar di Jakarta yang memiliki pembiayaan paska operasi sebagai bentuk CSR (Corporate Social Responsibility). Setelah berdoa Novena, ibu ini nekad berangkat dari rumahnya yang cukup jauh, untuk mendatangi rumah sakit tersebut.
Tetapi alangkah kecewanya ketika pihak rumah sakit menjelaskan bahwa pembiayaan itu hanya diperuntukkan bagi masyarakat di sekitar rumah sakit itu saja. Entah memperoleh dorongan dari mana, dia berkata, "Saya tidak mengharapkan fasilitas yang merupakan hak masyarakat di sekitar sini, tapi seandainya ada kelebihan obat atau ada obat yang mungkin sudah hampir kadaluarsa saya pun sudah sangat berterima kasih."
Pihak rumah sakit terdiam melihat kesungguhan hatinya. Ia memperhatikan anak yang berdiri di samping ibu itu yang kebetulan juga sedang memandang kepadanya dengan pandangan penuh harap.
Tak ada jawaban yang jelas kecuali janji untuk membahasnya dalam rapat internal rumah sakit. Dua minggu kemudian ibu itu menerima telepon yang mengabarkan bahwa rumah sakit menemukan seorang donatur yang bersedia membayar biaya pengobatan anaknya.
Bercermin pada kisah di atas, marilah kita renungkan, apakah doa-doa yang kita panjatkan selama ini keluar dari sikap rendah hati di hadapan Tuhan disertai hati yang tulus dan iman yang teguh?
Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Thomas Hari Hartanto
Doa Penutup
Kurban dan persembahan tidak Kau kehendaki, ya Allah, tetapi hati yang remuk redam tidak akan Kau pandang hina. Amin.
Demikian renungan harian Katolik Rabu, 5 Agustus 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Tuhan memberkati!
Simak Video "Video: 1 Tahun Wafatnya Paus Fransiskus, Paus Leo Beri Penghormatan"
(urw/urw)