Renungan harian Katolik menjadi salah satu sarana bagi umat untuk meluangkan waktu sejenak merenungkan firman Tuhan di tengah berbagai kesibukan. Melalui bacaan Kitab Suci dan refleksi yang menyertainya, umat diajak memperdalam iman, memperkuat pengharapan, serta menumbuhkan kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Renungan tidak hanya membantu memahami makna sabda Tuhan, tetapi juga mendorong setiap orang untuk mewujudkan nilai-nilai Injil melalui sikap, perkataan, dan tindakan. Dengan demikian, firman yang direnungkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, melainkan menjadi pedoman dalam menjalani panggilan hidup sebagai pengikut Kristus.
Nah, berikut renungan harian Katolik Sabtu, 8 Agustus 2026, yang dapat menjadi inspirasi dan bekal rohani dalam menjalani aktivitas sepanjang hari. Yuk, simak selengkapnya!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan Harian Katolik Hari Ini 8 Agustus 2026
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Bacaan I: Hab 1:12
Bukankah Engkau, ya TUHAN, dari dahulu Allahku, Yang Mahakudus? Tidak akan mati kami. Ya TUHAN, telah Kautetapkan dia untuk menghukumkan; ya Gunung Batu, telah Kautentukan dia untuk menyiksa.
Mazmur Tanggapan: Mzm 9:8-9.10-11.12-13
Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan.
Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.
Bermazmurlah bagi TUHAN, yang bersemayam di Sion, beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa,
sebab Dia, yang membalas penumpahan darah, ingat kepada orang yang tertindas; teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya.
Kasihanilah aku, ya TUHAN; lihatlah sengsaraku, disebabkan oleh orang-orang yang membenci aku, ya Engkau, yang mengangkat aku dari pintu gerbang maut.
Bacaan Injil: Mat 17:14-20
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,
katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.
Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya."
Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"
Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga.
Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?"
Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, ?maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Renungan Hari Ini 8 Agustus 2026: Iman yang Kecil Namun Benar
Sekiranya kamu memounyai iman sebesar biji sesawi saja, ... (Mat. 17:20)
Peristiwa pengusiran setan dan penyembuhan atas sakit banyak orang, telah dilakukan oleh Yesus dan para murid-murid-Nya. Namun, dalam peristiwa ini para murid gagal melakukan penyembuhan atas sakit ayan (yang sering disebut kesurupan) yang diderita seorang anak.
Bapak dari anak yang sakit itu menjumpai Yesus saat kembali dari bukit. Dia bersujud dan memohon kepada Yesus untuk menyembuhkan anaknya, karena tidak terjadi penyembuhan oleh para murid Yesus atas anaknya.
Yesus menegur para murid yang tidak percaya kepada Allah meski sudah lama bersama Yesus. Diusirlah setan itu dan sembuhlah anak yang sakit itu.
Para murid bertanya, kenapa mereka tidak bisa menyembuhkan anak itu? Yesus menjawab, "Karena kamu kurang percaya. Sebab, sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan tidak akan ada yang mustahil bagimu."
Bagaimana bisa para murid tidak mencari Yesus untuk hal yang tidak dapat dilakukan, tetapi seorang yang bukan murid Yesus berusaha bertemu dan memohon kesembuhan untuk anaknya yang sakit. Hal ini sering terjadi di mana hanya mengandalkan diri sendiri saja karena merasa sudah beriman besar.
Peristiwa pengusiran setan dan penyembuhan ini mengingatkan saya untuk selalu ingat kepada Tuhan bila menghadapi masalah hidup yang sudah tidak kuasa saya hadapi. Meski sudah ada pengalaman sebelumnya untuk tetap mengikutsertakan Tuhan dalam tindakan yang akan diambil dengan berdoa.
Suatu ketika saya mengalami dilema yang berat. Memulai sesuatu dengan doa adalah jalan terbaik selama ini, meski kadang tampak hal yang mustahil dan kadang memilih tindakan yang aneh di luar nalar.
Kepercayaan akan keikutsertaan Tuhan dalam hidup meletakan iman yang benar sebagai hal yang utama. Tetap percaya, di mana pada akhir peristiwa ada nilai terindah yang dialami, untuk lebih mendekatkan diri dan percaya kepada kuasa Tuhan.
Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Erick Stefanus Jahja
Doa Penutup
Bapa, Engkau sebagai pemberi hidup yang baik dalam hidup kami. Betapa ingin untuk memiliki iman yang kecil Doa:
Bapa, Engkau sebagai pemberi hidup yang baik dalam hidup kami. Betapa ingin untuk memiliki iman yang kecil namun benar dihadapan-Mu. Jauhkan rasa bangga bilamana kami merasa beriman besar yang bisa membuat lupa akan keberadaan-Mu dalam hidup kami. Semoga kami bisa menjaga iman ini untuk selalu setia pada-Mu. Amin.
Demikian renungan harian Katolik Sabtu, 8 Agustus 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Tuhan memberkati!
