Sanksi Berlapis Kepala SMP di Tator Imbas Candaan Larang Siswi Pakai Jilbab

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 04 Agu 2026 06:30 WIB
Foto: Ilustrasi sekolah. (iStock)
Tana Toraja -

Kepala SMP Negeri 2 Bonggakaradeng bernama Naomi dikenakan sanksi berlapis gegara melarang siswi muslim memakai jilbab di sekolah di Kabupaten Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan (Sulsel). Naomi sempat berdalih larangannya tersebut hanya candaan.

Larangan penggunaan jilbab bagi siswi muslim itu dilaporkan sudah sejak lama digaungkan kepala sekolah (kepsek). Puncaknya, kepsek kembali menegur siswi selepas upacara bendera di sekolah pada Senin (27/7/2026).

"Sudah berapa kali kami dilarang. Terakhir itu waktu di lapangan setelah upacara. Dia (kepsek) bilang, 'kenapa pakai jilbab lagi. Kalau tidak mau ikut aturan, mending sekolah di madrasah'," ujar salah satu siswi kepada detikSulsel, Rabu (29/7).

Di sekolah tersebut ada tujuh siswi muslim yang diduga diintimidasi oleh kepsek. Siswi yang memakai jilbab juga dilarang terlibat dalam lomba gerak jalan memperingati HUT ke-81 RI pada 17 Agustus mendatang.

"Semua yang pakai hijab dilarang pakai hijab. Kami yang tujuh orang juga tidak dibolehkan ikut gerak jalan 17 Agustus kalau masih pakai hijab," ujarnya.

Para siswi yang keberatan kemudian melaporkan hal itu kepada orang tua masing-masing. Sejumlah orang tua siswi lantas mendatangi pihak sekolah untuk meminta klarifikasi terkait larangan penggunaan jilbab itu.

"Orang tua kami protes makanya kami masih dibiarkan sekolah di situ," ucap salah satu siswi di sekolah tersebut.

Kepsek Ngaku Cuma Bercanda

Sementara itu, Naomi mengaku sudah memberi penjelasan kepada orang tua siswi. Dia juga menyampaikan permohonan maaf terkait larangan penggunaan jilbab bagi siswi.

"Saya sudah minta maaf dan tidak akan mengulanginya lagi. Saya juga sudah ketemu orang tua siswa di sekolah," ucap Naomi.

Kepala SMP Negeri 2 Bonggakaradeng itu menyadari kesalahannya. Dia lantas beralasan bahwa ucapannya yang melarang siswi memakai jilbab hanya candaan.

"Saya tidak melarang, saya hanya bercanda. Memang salah juga kami kalau sering bercanda begitu," tuturnya.

Dia mengaku tidak ada maksud untuk melarang siswi muslim menggunakan jilbab. Naomi turut menepis melarang siswi muslim untuk terlibat dalam lomba gerak jalan.

"Jadi tidak dilarang pakai hijab atau pindah sekolah karena tidak ikut aturan. Kalau soal gerak jalan, itu karena tidak lolos seleksi," beber Naomi.

Kendati begitu, dia mengklaim persoalan tersebut sudah diselesaikan. Naomi juga sudah mengklarifikasi ucapannya ke pihak Pemkab Tana Toraja termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Sudah ada juga pak polisi yang datang minta keterangan. Saya sudah ketemu Pak Sekda, Pak Wakil (Bupati Tator), dan telepon Ketua MUI," jelasnya.



Simak Video "Melihat Peti Mati Berjejer dan Tengkorak di Dalam Goa Londa, Tana Toraja "


(sar/sar)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork