Renungan Harian Katolik Selasa 28 Juli 2026: Gulma dalam Kehidupan

Renungan Harian Katolik Selasa 28 Juli 2026: Gulma dalam Kehidupan

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Selasa, 28 Jul 2026 07:30 WIB
Renungan Harian Katolik
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: Pixabay)
Makassar -

Renungan harian Katolik menjadi salah satu sarana bagi umat untuk semakin mendalami Sabda Tuhan dan memperkuat iman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Melalui bacaan Kitab Suci yang disertai refleksi, umat diajak menemukan makna firman Tuhan sekaligus menjadikannya pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan, mengambil keputusan, dan membangun relasi yang lebih dekat dengan Allah.

Pada Selasa, 28 Juli 2026, renungan mengangkat tema "Gulma dalam Kehidupan". Tema ini mengajak umat untuk merenungkan bahwa kehidupan tidak selalu dipenuhi hal-hal yang baik.

Lalu, bagaimana pesan Sabda Tuhan hari ini mengajarkan kita untuk menyikapi "gulma" dalam kehidupan dengan bijaksana? Simak Renungan harian Katolik Selasa, 28 Juli 2026 selengkapnya berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Harian Katolik Hari Ini 28 Juli 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Yer 14:17-22

Katakanlah perkataan ini kepada mereka: "Air mataku bercucuran siang dan malam dengan tidak berhenti-henti, sebab anak dara, puteri bangsaku, dilukai dengan luka parah, luka yang sama sekali tidak tersembuhkan.

ADVERTISEMENT

Apabila aku keluar ke padang, di sana ada orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang! Apabila aku masuk ke dalam kota, di sana ada orang-orang sakit kelaparan! Bahkan, baik nabi maupun imam menjelajah negeri yang tidak dikenalnya."

Telah Kautolakkah Yehuda sama sekali? Telah merasa muakkah Engkau terhadap Sion? Mengapakah kami Kaupukul sedemikian, hingga tidak ada kesembuhan lagi bagi kami? Kami mengharapkan damai sejahtera, tetapi tidak datang sesuatu yang baik; mengharapkan waktu kesembuhan, tetapi hanya ada kengerian!

Ya TUHAN, kami mengetahui kefasikan kami dan kesalahan nenek moyang kami; sungguh, kami telah berdosa kepada-Mu.

Janganlah Engkau menampik kami, oleh karena nama-Mu, dan janganlah Engkau menghinakan takhta kemuliaan-Mu! Ingatlah perjanjian-Mu dengan kami, janganlah membatalkannya!

Adakah yang dapat menurunkan hujan di antara dewa kesia-siaan bangsa-bangsa itu? Atau dapatkah langit sendiri memberi hujan lebat? Bukankah hanya Engkau saja, ya TUHAN Allah kami, Pengharapan kami, yang membuat semuanya itu?

Mazmur Tanggapan: Mzm 79:8.9.11.13

Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemah kami.

Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!

Biarlah sampai ke hadapan-Mu keluhan orang tahanan; sesuai dengan kebesaran lengan-Mu, biarkanlah hidup orang-orang yang ditentukan untuk mati dibunuh!

Maka kami ini, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian untuk-Mu turun-temurun.

Bacaan Injil: Mat 13:36-43

Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu."

Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;

ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.

Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.

Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.

Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.

Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

Renungan Hari Ini Selasa 28 Juli 2026: Gulma dalam Kehidupan

Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan sedangkan lalang anak-anak si jahat." (Mat.13:38)

'Gulma' dalam dunia pertanian didefinisikan sebagai tanaman pengganggu. Tanaman yang tidak dikehendaki tumbuh dalam lahan budi daya. Zaman Yesus, belum ada teknologi yang baik. Tanaman dan/atau benih tidak ditanam dengan jarak tanam tertentu. Benih hanya ditaburkan.

Akibatnya, gulma tidak dapat dikendalikan karena bercampur dengan tanaman pokok. Hari ini dijabarkan, Yesus menggunakan perumpamaan penabur yang menabur benih gandum yang baik di ladang. Namun, kemudian datanglah musuhnya yang menabur benih lalang di tempat yang sama. Keduanya sama-sama tumbuh di ladang itu. Namun, sang penabur melarang para hambanya untuk mencabuti lalang itu. Lalang itu dibiarkan tumbuh bersama dengan gandum. Saat menuai tiba, keduanya dipisahkan; gandum disimpan, sedangkan lalangnya dibakar.

Gulma yang ditaburkan oleh si jahat diduga bukan gulma biasa, yaitu jenis zizanium, sejenis gandum liar, juga dikenal sebagai cockle, tare atau darnel. Jenis gulma ini sangat sulit dibedakan dengan gandum biasa. Kalau seseorang mencoba memisahkan gulma dengan gandum, maka dapat salah cabut.

Gulma ini hanya dapat dibedakan ketika memasuki fase generatif.

Yesus kemudian mengarahkan perhatian kita pada saat panen. Di sanalah terjadi pemisahan: lalang dikumpulkan untuk dibakar, sedangkan gandum disimpan. Gambaran yang sederhana, tetapi sangat tegas. Yesus mengajak kita menatap sebuah kenyataan yang tidak selalu nyaman, hidup ini bukan ladang yang rapi dan bersih. Dunia ini bukan tempat yang isinya cuma orang baik. Orang baik dan orang jahat tumbuh bersama, bahkan susah dibedakan. Tuhan membiarkan keduanya tumbuh.

Sekarang ini, cukup dengan scroll media sosial sedikit saja, kita langsung dibanjiri informasi. Ada yang benar, ada yang hoaks, dan makin susah dibedakan, apalagi bila menggunakan teknologi AI.

Panggilan kita jelas: menjadi gandum. Bertumbuh, berbulir, dan bernas. Kita tidak mampu mengubah pengaruh semua gulma di sekitar kita, tetapi kita selalu bisa memilih sikap dan arah hidup kita. Sederhana, Tuhan masih memberi kesempatan buat berubah. Jangan kita masuk zona nyaman dan menjadi 'lalang' tanpa kita sadari. Mampukah kita?

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Hiyanto Mulia

Doa Penutup

Tuhan, bantu aku untuk jujur melihat diriku sendiri dan berani berubah, supaya aku bisa bertumbuh menjadi 'gandum' yang berkenan di hadapan-Mu. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Selasa, 28 Juli 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Tuhan memberkati!



(urw/urw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads