Renungan Harian Katolik Senin 27 Juli 2026: Dari Kecil Menjadi Berbuah

Renungan Harian Katolik Senin 27 Juli 2026: Dari Kecil Menjadi Berbuah

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Senin, 27 Jul 2026 07:30 WIB
Ilustrasi renungan harian Katolik
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: Gemini AI)
Makassar -

Renungan Harian Katolik menjadi salah satu sarana bagi umat beriman untuk merenungkan Sabda Tuhan dan menemukan makna yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui bacaan Kitab Suci dan refleksi yang menyertainya, umat diajak semakin mengenal kehendak Tuhan, memperkuat iman, serta bertumbuh dalam kasih kepada Allah dan sesama.

Pada Renungan Harian Katolik Senin 27 Juli 2026, umat kembali diajak meluangkan waktu sejenak untuk mendengarkan firman Tuhan dan merefleksikannya dalam kehidupan. Berikut renungan harian Katolik hari ini lengkap dengan bacaan liturgi dan doanya. Yuk, simak selengkapnya!

Bacaan Harian Katolik Hari Ini 27 Juli 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan I: Yer 13:1-11

Beginilah firman TUHAN kepadaku: "Pergilah membeli ikat pinggang lenan, ikatkanlah itu pada pinggangmu, tetapi jangan kaucelupkan ke dalam air!"

Maka aku membeli ikat pinggang seperti yang difirmankan TUHAN, lalu mengikatkannya pada pinggangku.

ADVERTISEMENT

Sesudah itu datanglah firman TUHAN kepadaku untuk kedua kalinya, bunyinya:

"Ambillah ikat pinggang yang telah kaubeli dan yang sekarang pada pinggangmu itu! Pergilah segera ke sungai Efrat untuk menyembunyikannya di sana di celah-celah bukit batu!"

Maka pergilah aku, lalu menyembunyikannya di pinggir sungai Efrat seperti yang diperintahkan TUHAN kepadaku.

Sesudah beberapa waktu lamanya, berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah segera ke sungai Efrat mengambil dari sana ikat pinggang yang Kuperintahkan kausembunyikan di sana!"

Maka pergilah aku ke sungai Efrat, lalu aku menggali dan mengambil ikat pinggang itu dari tempat aku menyembunyikannya, tetapi ternyata ikat pinggang itu sudah lapuk, tidak berguna untuk apapun.

Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:

"Beginilah firman TUHAN: Demikianlah Aku akan menghapuskan kecongkakbongakan Yehuda dan Yerusalem.

Bangsa yang jahat ini, yang enggan mendengarkan perkataan-perkataan-Ku, yang mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti allah lain untuk beribadah dan sujud menyembah kepada mereka, akan menjadi seperti ikat pinggang ini yang tidak berguna untuk apapun.

Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar."

Mazmur Tanggapan: Ul 32:18-19.20.21

Gunung batu yang memperanakkan engkau, telah kaulalaikan, dan telah kaulupakan Allah yang melahirkan engkau.

Ketika TUHAN melihat hal itu, maka Ia menolak mereka, karena Ia sakit hati oleh anak-anaknya lelaki dan perempuan.

Ia berfirman: Aku hendak menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, dan melihat bagaimana kesudahan mereka, sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan.

Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal.

Bacaan Injil: Mat 13:31-35

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.

Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."

Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."

Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,

supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."

Renungan Hari Ini Senin 27 Juli 2026: Dari yang Kecil Menjadi Berbuah

Biji sesawi itu menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang di cabang-cabangnya. Kita terkadang menyepelekan sesuatu yang kecil, rapuh, dan jelek.

Kita lebih mengagungkan hal-hal yang besar, perkasa, dan anggun. Bacaan Injil hari ini mau mengajarkan kita untuk melihat arti sebuah proses.

Tuhan mengajak kita untuk melihat arti proses dalam hidup kita. Biji sesawi awalnya kecil, rapuh, bahkan mungkin tidak enak untuk dipandang. Namun, karena perawatan yang baik, perlahan-lahan biji itu menjadi wujud yang baru, yaitu menjadi pohon yang berbuah dan kuat.

Begitu juga dengan iman yang kita miliki. Iman yang kita miliki saat ini bermula dari hal yang sederhana dan kecil: Mungkin dari tindakan orang tua yang dahulu mulai mengajak kita ke gereja dan berdoa saat hendak makan, mungkin pula dari pengalaman berjumpa secara kebetulan dengan teman yang bersedia menjadi tempat mencurahkan perasaan.

Hari ini, mari kita syukuri rahmat yang sudah ada dalam diri kita. Tidak hanya bersyukur atas tindakan atau hal-hal yang besar, mari kita mensyukuri pula hal-hal kecil yang kita alami. Kita bersyukur atas anugerah kecil yang sudah Tuhan semai di dalam hidup kita.

Pertanyaan untuk direfleksikan: Apa saja anugerah kecil yang bisa kita syukuri, yang saat ini sudah berbuah?

Sumber: Buku Inspirasi Pagi (LBI)
Oleh: S. Advent Novianto SJ

Doa Penutup

Ya Tuhan Yesus yang penuh kasih,

Kami bersyukur atas sabda-Mu hari ini yang mengajarkan bahwa segala sesuatu yang besar berawal dari hal-hal yang kecil. Seperti biji sesawi yang bertumbuh menjadi pohon yang rindang, ajarlah kami untuk tidak meremehkan setiap anugerah kecil yang Engkau tanamkan dalam hidup kami.

Terima kasih atas iman yang telah Engkau tumbuhkan melalui keluarga, sahabat, dan setiap pengalaman hidup yang membentuk kami hingga hari ini. Bantulah kami untuk terus merawat benih-benih kebaikan, kasih, pengharapan, dan iman dengan setia, agar semuanya berbuah lebat dan menjadi berkat bagi sesama.

Berikanlah kami hati yang selalu bersyukur, mampu melihat penyertaan-Mu dalam hal-hal sederhana, serta kesabaran untuk menjalani setiap proses yang Engkau izinkan dalam hidup kami. Semoga kami tidak mudah menyerah, melainkan terus percaya bahwa Engkau sedang berkarya, bahkan melalui awal yang kecil sekalipun.

Bimbinglah langkah kami sepanjang hari ini agar setiap perkataan, pikiran, dan tindakan kami memuliakan nama-Mu dan membawa damai bagi orang-orang di sekitar kami.

Kami menyerahkan seluruh hidup kami ke dalam tangan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa.

Amin.

Demikian renungan harian Katolik Senin, 27 Juli 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Semoga bermanfaat!



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads