Dugaan Kapal Tenggelam di Selayar gegara Kelebihan Muatan

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 18 Jul 2026 08:30 WIB
Posisi terakhir KLM Nurul Salsa saat mati mesin di Kepulauan Selayar. Foto: Istimewa
Selayar -

Kapal Layar Motor (KLM) yang tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga gegara dihantam gelombang tinggi dan muatan yang melebihi kapasitas. Kapal tersebut ternyata membawa 78 penumpang, 17 ton barang hasil bumi, empat ekor sapi serta empat sepeda motor.

Diketahui, kapal awalnya bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 Wita. Saat berada di perairan sebelah barat Pulau Polassi atau sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng, kapal mengalami mati mesin dan tenggelam.

Polisi kemudian mengungkap dugaan awal penyebab kapal tenggelam karena dihantam gelombang tinggi dan kelebihan muatan. Hal itu berdasarkan keterangan dari sejumlah korban yang telah dievakuasi dalam kondisi selamat.

"Intinya mereka (penumpang selamat) mengaku bahwa kapalnya itu dihantam ombak. Baru kalau kita lihat memang muatan kapal itu cukup sangat padat," ujar Kasubsi Penmas Polres Kepulauan Selayar Aipda Suardi Andre kepada wartawan, Jumat (17/7).

Dia mengatakan dari data terbaru, KLM Nurul Salsa mengangkut lebih dari 70 penumpang dan muatan barang sekitar 17 ton. Jumlah penumpang dan muatan tersebut diduga membuat mesin kapal bekerja lebih berat di tengah cuaca ekstrem.

"Kalau berdasarkan data dikumpul lebih dari 70 orang (penumpang) dengan kapasitas kapal itu sudah jauh melebihi kapasitas. Apalagi ada barang yang beratnya kurang lebih 17 ton, itu kalau menurut saya pribadi akan memaksa mesin bekerja keras ditambah lagi dengan situasi cuaca yang ekstrem," katanya.

Selain itu, penumpang juga menginformasikan adanya kebocoran pada lambung kapal. Awalnya air yang masuk ke dalam kapal masih bisa dipompa keluar menggunakan mesin alkon, namun pompa berhenti beroperasi setelah kehabisan bahan bakar.

"Kami dengar ada kebocoran lambung kapal awalnya bisa diatasi dengan alkon, cuma setelah alkonnya kehabisan BBM akhirnya tidak bisa. Begitu kehabisan BBM kapal mulai pelan-pelan tenggelam," jelasnya.

Saat kapal mulai tenggelam, para penumpang berusaha menyelamatkan diri menggunakan pelampung maupun benda yang dapat mengapung. Ketika kapal penyelamat tiba di lokasi, KLM Nurul Salsa disebut sudah tenggelam seluruhnya.

"Saat itu (kapal mulai tenggelam) penumpang tercerai berai, ada gunakan pelampung dan saat itu kapal penyelamat itu tiba di lokasi. Pada saat kapal tiba ini KLM Nurul Salsa ini sudah benar-benar tenggelam," beber Suardi.

Suardi menegaskan pihaknya masih terus mendalami penyebab pasti tenggelamnya kapal. Termasuk menyelidiki terkait jumlah mesin kapal di dalam KLM Nurul Salsa.

"Kita juga masih selidiki apakah kapal ini cuma ada satu mesin atau ada mesin cadangan," tutur Suardi.

Sebanyak 47 penumpang KLM Nurul Salsa dievakuasi setelah kapal tenggelam di Selayar. Foto: dok istimewa



Simak Video "Video: Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Rekor Suhu Terpanas Pecah"


(hsr/hsr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork