Beda Data Manifes dengan Jumlah Korban Kapal Tenggelam di Selayar

Beda Data Manifes dengan Jumlah Korban Kapal Tenggelam di Selayar

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 18 Jul 2026 05:45 WIB
KLM Nurul Salsa yang dilaporkan mengalami mati mesin di perairan Kepulauan Selayar.
Foto: Istimewa
Selayar -

Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa yang tenggelam di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengakibatkan 78 orang menjadi korban. Jumlah ini ternyata lebih besar dari yang terdata dalam manifes yang awalnya dilaporkan hanya 46 penumpang.

Kapal awalnya bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 Wita. Kapal lalu mengalami mati hingga tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi atau sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar.

Data yang dihimpun polisi mulanya menyebutkan bahwa KLM Nurul Salsa membawa 46 penumpang berdasarkan manifes. Kapal juga mengangkut sekitar 10 ton beras, 2 ton kopra, 5 ton arang, empat ekor sapi serta enam sepeda motor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Data manifes sementara yang kami peroleh dari agen penjualan tiket di Pelabuhan Jampea mencatat KLM Nurul Salsa mengangkut 46 penumpang dan total muatan sekitar 17 ton," ujar Kasubsi Penmas Polres Kepulauan Selayar Aipda Suardi Andre kepada wartawan, Rabu (15/7) malam.

Sebanyak 6 penumpang dievakuasi lebih dulu dalam kondisi selamat setelah keberadaannya ditemukan kapal nelayan. Cuaca buruk yang disertai gelombang tinggi membuat kapal tidak berani kembali ke lokasi untuk melanjutkan pencarian.

ADVERTISEMENT

"Info sementara ada 46 orang di kapal, 6 sudah dievakuasi kapal kecil dari Polassi. Namun setelah pulang kapalnya tidak berani lagi mendekat karena cuaca ekstrem," tuturnya.

KM Harapan Kita yang kebetulan melintas lalu menemukan dan mengevakuasi 41 penumpang KM Nurul Salsa pada Kamis (16/7) dini hari. Temuan tersebut mulai menandakan adanya perbedaan data korban yang ditemukan dengan yang tercatat dalam manifes.

Belakangan dilaporkan total korban tenggelam mencapai sekitar 70 orang. Total korban yang melebihi kapasitas kapal diduga turut menjadi penyebab tenggelamnya KLM Nurul Salsa.

"Kalau berdasarkan data dikumpul lebih dari 70 orang dengan kapasitas kapal itu sudah jauh melebihi kapasitas. Apalagi ada barang yang beratnya kurang lebih 17 ton," kata Suardi saat dikonfirmasi, Kamis (16/7) malam.

Jumlah penumpang dan muatan yang cukup besar dianggap membuat mesin kapal dipaksa bekerja lebih berat di tengah cuaca ekstrem di perairan. Indikasi ini menguat berdasarkan keterangan dari penumpang yang dievakuasi.

"Intinya mereka (penumpang selamat) mengaku bahwa kapalnya itu dihantam ombak. Baru kalau kita lihat memang muatan kapal itu cukup sangat padat," papar Suardi.

Informasi dari penumpang yang selamat, KLM Nurul Salsa diduga mengalami kebocoran sebelum tenggelam. Air yang masuk melalui lambung kapal sempat dipompa keluar menggunakan mesin alkon.

"Kami dengar ada kebocoran lambung kapal awalnya bisa diatasi dengan alkon, cuma setelah alkonnya kehabisan BBM akhirnya tidak bisa. Begitu kehabisan BBM kapal mulai pelan-pelan tenggelam," jelas Suardi.

Sementara Danpos SAR Selayar Ronaldi mengungkap satu dari 41 penumpang yang sempat dievakuasi KM Harapan Kita, dilaporkan meninggal dunia. Jenazah korban sudah dievakuasi ke Pulau Jampea bersama penumpang yang selamat.

"Satu orang meninggal dunia di atas kapal. Tadi malam ada 41 orang dievakuasi, ditambah enam orang yang lebih dulu diselamatkan, jadi total 47 orang," kata Ronaldhi kepada wartawan, Kamis (16/7).

Jumlah 47 korban yang dievakuasi lalu mengungkap adanya 24 korban lain yang masih hilang dan kini masih dalam pencarian. Dari total tersebut, terdapat 8 orang di antaranya yang tidak terdaftar di manifes.

"Di manifes ada 16 orang yang belum ditemukan. Di luar manifes ada informasi sekitar delapan orang yang tidak terdaftar. Data ini masih kami verifikasi sehingga jumlahnya masih bisa berubah," ucapnya.

Jumlah Korban Bertambah Jadi 78 Orang

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar belakangan melaporkan jumlah korban KM Nurul Salsa mencapai 78 orang berdasarkan data yang dihimpun hingga Jumat (17/7). Dari jumlah tersebut, 52 orang berhasil ditemukan selamat, 1 orang meninggal dunia, dan 25 orang masih dalam pencarian.

"Data korban terus kami perbarui berdasarkan hasil verifikasi di lapangan. Kami mencocokkan informasi dari manifes, laporan keluarga, pemerintah setempat, serta korban yang telah dievakuasi," kata Kepala Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar, Jumat (17/7).

Anwar menegaskan, perubahan data terjadi karena proses pendataan masih berlangsung dan dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh korban teridentifikasi dengan benar. Proses verifikasi dilakukan bersama keluarga korban, pemerintah setempat, dan instansi terkait.

"Tujuannya agar tidak ada korban yang terlewat dan seluruh data yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat," tuturnya.

Penambahan jumlah korban terjadi setelah ada tiga penumpang yang ternyata sudah diselamatkan namun tidak langsung dilaporkan. Ketiga penumpang tersebut sempat tidak masuk dalam daftar pencarian.

"Ada tiga orang korban yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya, sehingga jumlah korban dalam pencarian pun bertambah," tambah Arif.

Anwar memastikan operasi pencarian terus dilakukan membagi area operasi ke dalam dua sektor. Pencarian didukung oleh KN SAR Kamajaya 104 di sektor II, unsur udara Boeing B737-200 dari Lanud Sultan Hasanuddin, serta KRI Marlin 877 yang melakukan penyisiran di sektor I.

Selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan sempat menemukan sebuah pelampung yang diduga berasal dari KM Nurul Salsa. Namun hingga operasi pencarian dihentikan sementara pada sore hari, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban lainnya.

"Pencarian hari ketiga terdapat temuan dari tim dari KN SAR Kamajaya yang sempat menemukan pelampung, namun tidak dapat di raih karena ombak yang terlalu tinggi," ungkap Arif.

Basarnas Makassar mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban dan benda-benda terkait KM Nurul Salsa agar melapor Posko SAR terdekat. Dia berharap 25 korban hilang bisa segera ditemukan.

"Sinergi antarinstansi menjadi kekuatan utama dalam operasi kemanusiaan ini. Kami akan terus melanjutkan upaya pencarian terhadap 25 korban yang masih belum ditemukan," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Muatan ODOL Jadi Sebab Kebakaran KM Mutiara Sentosa?"
[Gambas:Video 20detik] (sar/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads