Tanggal 18 Juli 2026 Memperingati Apa? Ada Hari Nelson Mandela

Iswandy Rusli - detikSulsel
Sabtu, 18 Jul 2026 06:59 WIB
Foto: Nelson Mandela (DW (News))
Makassar -

Banyak yang penasaran, tanggal 18 Juli memperingati hari apa? Ternyata, di tanggal ini terdapat beberapa momen penting yang diperingati secara global.

Mengetahui peringatan di tanggal-tanggal tertentu seperti hari ini, 18 Juli 2026, bukan sekadar menambah wawasan tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa tersebut. Hal ini bisa menjadi pengingat bagi semua untuk terus menghormati sejarah, menjaga kedamaian, serta meningkatkan kesadaran sosial.

Nah, bagi detikers yang penasaran dan ingin tahu lebih dalam tentang apa saja hari peringatan di tanggal 18 Juli 2026, berikut ini detikSulsel sajikan informasi lengkapnya yang dilansir dari laman National Today. Simak ulasannya sampai tuntas ya!

Hari Internasional Nelson Mandela

Tanggal 18 Juli diperingati sebagai Hari Internasional Nelson Mandela. Hari ini diperingati untuk mengenang hari kelahiran tokoh pejuang hak asasi manusia sekaligus mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menetapkan Hari Internasional Nelson Mandela pada November 2009, sementara peringatan pertamanya diselenggarakan pada 18 Juli 2010.

Setiap tahunnya, hari ini menjadi momen untuk mengenang warisan perjuangan seorang tokoh yang pencapaiannya memberikan pengaruh besar terhadap perjalanan dunia pada abad ke-20 dan membentuk nilai-nilai kemanusiaan di abad ke-21. Komitmen Mandela terhadap hak asasi manusia, kebebasan, dan keadilan terus menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang di berbagai negara.

Selama hidupnya, Mandela memperjuangkan martabat dan kesetaraan bagi setiap manusia tanpa memandang latar belakang. Ia juga mendorong semangat kebersamaan, solidaritas, dan kerja sama lintas batas negara. Perjuangannya yang tak kenal lelah melawan diskriminasi dan ketidakadilan menjadikannya dikenal sebagai salah satu tokoh utama dalam membangun perdamaian di Afrika Selatan.

Hingga kini, Nelson Mandela tetap menjadi simbol keberanian dalam melawan penindasan. Di tengah berbagai tantangan dan konflik, warisannya mengajarkan pentingnya memilih martabat daripada penghinaan, berani menyuarakan kebenaran saat menghadapi ketidakadilan, serta mengedepankan sikap memaafkan daripada membalas dengan kebencian.

Salah satu kutipan terkenalnya berbunyi, "Menjadi bebas bukan sekadar melepaskan belenggu, melainkan hidup dengan cara yang menghormati dan memperkuat kebebasan orang lain."

Sebagai bentuk penghormatan atas nilai-nilai tersebut, Majelis Umum PBB pada 2014 membentuk Nelson Mandela Prize, sebuah penghargaan yang diberikan kepada individu-individu yang menunjukkan dedikasi luar biasa dalam melayani kemanusiaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Balap Snowdon Internasional

Balap Snowdon Internasional atau International Snowdon Race adalah ajang lomba lari yang menantang para pelari untuk menaklukkan puncak tertinggi di Wales. Ajang ini digelar setiap Sabtu ketiga bulan Juli, tahun ini jatuh pada 18 Juli 2026.

International Snowdon Race pertama kali digelar pada 19 Juli 1976 setelah seorang warga asli Llanberis, Ken Jones, mengusulkan ide tersebut kepada Komite Karnaval desa. Pada penyelenggaraan perdana, sebanyak 86 pelari ambil bagian. Perlombaan dimenangkan oleh Dave Francis dari Bristol, Inggris, dengan catatan waktu 1 jam 12 menit 5 detik.

Sementara itu, pelari wanita tercepat adalah Bridget Hogge dari Wales yang menyelesaikan lintasan dalam waktu 1 jam 40 menit 15 detik.

Kemudian pada 2010, jumlah peserta meningkat menjadi hampir 500 pelari dengan perwakilan dari berbagai negara, seperti Skotlandia, Italia, dan Kenya. Kini, ajang ini juga memiliki kategori balap untuk peserta junior yang pertama kali diperkenalkan pada 2009.

Dalam International Snowdon Race, para pelari harus menempuh pendakian sejauh lima mil melalui Jalur Llanberis menuju puncak Snowdon, lalu kembali turun melalui rute yang sama.

Gunung Snowdon merupakan gunung tertinggi di Wales dengan ketinggian 3.560 kaki (sekitar 1.085 meter) di atas permukaan laut. Gunung ini juga menjadi titik tertinggi di Kepulauan Britania di luar kawasan Dataran Tinggi Skotlandia (Scottish Highlands). Berlokasi di Taman Nasional Snowdonia, Gwynedd, Snowdon dikenal sebagai gunung yang paling ramai dikunjungi di Britania Raya serta menjadi objek wisata terpopuler ketiga di Wales. Selain itu, Snowdon ditetapkan sebagai cagar alam nasional karena kekayaan flora dan fauna langkanya.

Hari Konstitusi Uruguay

Hari Konstitusi Uruguay diperingati setiap 18 Juli. Hari peringatan ini untuk mengenang pengesahan konstitusi pertama negara tersebut pada tahun 1830.

Dokumen bersejarah ini menjadi landasan sistem pemerintahan Uruguay sekaligus menjamin hak-hak dasar warga negaranya. Peringatan ini menjadi momen untuk merefleksikan nilai-nilai demokrasi, tanggung jawab sebagai warga negara, serta mengenal lebih dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Uruguay.

Melansir National Today, Uruguay menyatakan kemerdekaannya dari Brasil pada 25 Agustus 1825. Namun, kemerdekaannya baru diakui secara resmi pada 27 Agustus 1828 setelah ditandatanganinya Perjanjian Montevideo yang mengakhiri Perang Cisplatine yang berlangsung selama tiga tahun.

Sebagai hasil perjanjian tersebut, Brasil dan Argentina sepakat mengakui Uruguay sebagai negara merdeka yang berfungsi sebagai negara penyangga (buffer state) di antara keduanya. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 18 Juli 1830, Uruguay mengadopsi konstitusi pertamanya.

Konstitusi yang berlaku dari 1830 hingga 1918 itu disusun oleh Majelis Konstituante dan Legislatif Umum Negara. Terinspirasi oleh Revolusi Prancis dan Revolusi Amerika, konstitusi tersebut membagi kekuasaan negara ke dalam tiga cabang, yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Piagam ini juga dianggap sebagai salah satu konstitusi paling matang dari sisi teknis dalam sejarah Uruguay. Selain itu, konstitusi menetapkan Uruguay sebagai negara kesatuan dengan sistem pemerintahan yang terpusat.

Konstitusi tersebut juga memberikan kewenangan kepada Majelis Umum (General Assembly) yang terdiri dari dua kamar untuk memilih presiden. Presiden memimpin cabang eksekutif dengan masa jabatan selama empat tahun. Dalam menjalankan kewenangannya, presiden dapat mengambil keputusan eksekutif dengan persetujuan sedikitnya satu dari tiga menteri yang diakui dalam konstitusi.

Konstitusi 1830 membentuk Majelis Umum yang terdiri atas Kamar Senator (Chamber of Senators) dan Kamar Perwakilan (Chamber of Representatives). Meskipun para anggota majelis memiliki kewenangan untuk membuat undang-undang, mereka belum memiliki hak untuk memakzulkan presiden maupun para menterinya. Sementara itu, pada cabang yudikatif, konstitusi membentuk Mahkamah Agung (Supreme Court of Justice) beserta pengadilan-pengadilan di bawahnya. Anggota Mahkamah Agung ditunjuk oleh Majelis Umum.

Hari Mendengarkan Sedunia

Hari Mendengarkan Sedunia atau World Listening Day diperingati setiap 18 Juli sebagai ajakan untuk sejenak berhenti dan benar-benar mendengarkan suara alam. Peringatan yang diprakarsai oleh World Listening Project ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan ekologi akustik (acoustic ecology) serta mendorong apresiasi yang lebih mendalam terhadap lingkungan bunyi di sekitar.

Tanggal ini diambil dari hari kelahiran Raymond Murray Schafer, seorang komponis dan pemerhati lingkungan asal Kanada yang dikenal sebagai pelopor konsep ekologi akustik. Ia lahir pada 18 Juli 1933.

Schafer mengembangkan World Soundscape Project pada dekade 1970-an, sebuah proyek yang menjadi fondasi bagi gagasan dan praktik ekologi akustik. World Listening Day pertama kali diselenggarakan pada 2010.

Mendengarkan merupakan sebuah seni yang membutuhkan perhatian penuh dan kesabaran. Kemampuan ini tidak hanya bermanfaat bagi orang yang didengarkan, tetapi juga bagi pendengarnya sendiri.

Dengan mendengarkan secara aktif, seseorang dapat meningkatkan keterampilan menyimak sekaligus mempertajam kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Meski indera pendengaran merupakan salah satu kemampuan penting yang dimiliki manusia, dalam kehidupan sehari-hari kita sering kali mengabaikan banyak suara dan tidak benar-benar menyimak pesan yang disampaikan.



Simak Video "Video K-Talk: Potret Resistensi Perempuan dalam Kehidupan Haenyeo di Jeju"

(alk/alk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork