KLM Nurul Salsa Angkut 17 Ton Barang-4 Sapi Saat Mati Mesin di Selayar

Reinhard Soplantila - detikSulsel
Kamis, 16 Jul 2026 09:39 WIB
KLM Nurul Salsa yang dilaporkan mengalami mati mesin di perairan Kepulauan Selayar. Foto: Istimewa
Makassar -

Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa mengalami mati mesin di sekitar perairan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Selain membawa 46 penumpang, KLM Nurul Salsa juga diketahui mengangkut barang lebih dari 17 ton hingga empat ekor sapi.

"Data manifes sementara yang kami peroleh dari agen penjualan tiket di Pelabuhan Jampea mencatat KLM Nurul Salsa mengangkut 46 penumpang dan total muatan sekitar 17 ton," ujar Kasubsi Penmas Polres Kepulauan Selayar Aipda Suardi Andre kepada wartawan, Rabu (15/7/2026) malam.

Berdasarkan data manifes, Suardi mengungkapkan bahwa muatan tersebut berupa hasil bumi dan juga ternak sapi. Adapula enam kendaraan motor.

"Manifest mencatat kapal mengangkut sekitar 10 ton beras, 2 ton kopra, dan 5 ton arang. Selain itu juga membawa empat ekor sapi serta enam unit sepeda motor," ungkapnya.

Suardi mengatakan, tim SAR gabungan telah mendapatkan informasi terakhir lokasi dari KLM Nurul Salsa. Posisi kapal diperkirakan berada di daerah perairan antara Nambolaki dan Bahuluang.

"Posisi kapal diperkirakan berada di perairan antara Nambolaki dan Bahuluang. Itu lokasi pertemuan arus Barat dan Timur," katanya.

Suardi menjelaskan, 6 dari total 46 orang penumpang di manifes KLM Nurul Salsa telah berhasil dievakuasi. Kini tim SAR gabungan tengah fokus untuk melakukan penemuan terhadap KLM Nurul Salsa yang masih belum ditemukan.

"Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Sat Polairud Polres Kepulauan Selayar, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya terus melakukan koordinasi untuk mengevakuasi 40 penumpang yang masih berada di atas kapal," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, KLM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Pulau Polassi, Rabu (15/7) siang. Tim SAR gabungan yang hendak melakukan evakuasi terkendala dengan gelombang yang tinggi, sehingga baru mengevakuasi 6 penumpang.

"Info sementara ada 46 orang di kapal, 6 sudah dievakuasi kapal kecil dari Polassi. Namun setelah pulang kapalnya tidak berani lagi mendekat karena cuaca ekstrim," ujar Kasubsi Penmas Polres Selayar, Aipda Suardi Andre dalam keterangannya, Rabu (15/7).

Proses pencarian melibatkan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Marlin dari TNI AL yang masih dalam perjalanan dari Makassar untuk memperkuat operasi SAR. Selain itu, juga ada KLM Harapan Jaya asal Surabaya, Jawa Timur yang kebetulan sedang bongkar muat berada di sekitar lokasi.

"Alhamdulillah ada kapal yang lebih cepat tiba di lokasi. Mudah-mudahan penumpang bisa segera dievakuasi dan ditemukan," ujar Danpos SAR Selayar, Ronaldhi kepada wartawan, Rabu (15/7).



Simak Video "Menyelam dan Menikmati Keindahan Warna-Warni Bawah Laut di Sulawesi"

(ata/sar)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork