Pencarian Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), masih berlangsung. Tim SAR gabungan menghadapi kendala berupa cuaca ekstrem dan terbatasnya akses jaringan komunikasi di lokasi pencarian.
Danpos SAR Selayar Ronaldhi mengatakan KLM Harapan Jaya asal Surabaya, Jawa Timur yang sedang bongkar muat berada di sekitar lokasi membantu proses pencarian. Sementara itu, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Marlin dari TNI AL masih dalam perjalanan dari Makassar untuk memperkuat operasi SAR.
"Alhamdulillah ada kapal yang lebih cepat tiba di lokasi. Mudah-mudahan penumpang bisa segera dievakuasi dan ditemukan," ujar Danpos SAR Selayar, Ronaldhi kepada wartawan, Rabu (15/7/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ronaldhi menjelaskan KLM Harapan Jaya yang sebelumnya berada di Pulau Jampea langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Kapal tersebut memiliki ukuran lebih besar sehingga memungkinkan digunakan untuk menarik KLM Nurul Salsa apabila berhasil ditemukan.
"Kapal ini cukup besar (menembus ombak tinggi). Sangat memungkinkan menarik KLM Nurul Salsa kalau sudah ditemukan," katanya.
Namun hingga Rabu malam, tim SAR belum menerima perkembangan terbaru dari KLM Harapan Jaya. Menurut Ronaldhi, komunikasi dengan tim pencarian terputus karena lokasi berada di wilayah yang minim jaringan telekomunikasi.
"Informasi terakhir mereka melakukan pencarian di sebelah barat Pulau Polassi. Sempat melihat cahaya yang diduga dari kapal, lalu bergerak mengeceknya. Setelah itu belum ada kabar lagi karena terkendala jaringan," jelasnya.
Sementara itu, pihak SAR juga belum dapat memastikan kondisi enam penumpang yang sebelumnya dilaporkan dievakuasi oleh kapal yang melintas. Upaya menghubungi aparat desa di Pulau Polassi juga belum membuahkan hasil akibat jaringan komunikasi yang belum stabil.
"Kami sudah mencoba menghubungi kepala desa, tetapi belum aktif. Informasi mengenai enam orang yang dievakuasi juga belum bisa dipastikan karena komunikasi masih terkendala," ungkap Ronaldhi.
Sebelumnya diberitakan, KLM Nurul Salsa yang membawa 46 penumpang mengalami mati mesin di perairan Kabupaten Selayar, Rabu (15/7) siang. Tim SAR gabungan yang hendak melakukan evakuasi terkendala dengan gelombang yang tinggi, sehingga baru mengevakuasi 6 penumpang.
"Info sementara ada 46 orang di kapal, 6 sudah dievakuasi kapal kecil dari Polassi. Namun setelah pulang kapalnya tidak berani lagi mendekat karena cuaca ekstrim," ujar Kasubsi Penmas Polres Selayar, Aipda Suardi Andre dalam keterangannya, Rabu (15/7).
