Renungan Harian Katolik Sabtu 20 Juni 2026: Mengapa Kita Masih Khawatir?

Renungan Harian Katolik Sabtu 20 Juni 2026: Mengapa Kita Masih Khawatir?

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Sabtu, 20 Jun 2026 09:00 WIB
Renungan harian Katolik
Renungan harian Katolik (Foto: Pixabay)
Makassar -

Renungan harian merupakan salah satu praktik rohani yang penting dalam kehidupan umat Katolik. Dengan meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan bacaan liturgi setiap hari, umat dapat memahami kehendak Tuhan serta memperoleh kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Renungan Harian Katolik Sabtu, 20 Juni 2026 ini mengangkat tema tentang kekhawatiran manusia yang kerap mengaburkan iman dan kepercayaan kepada penyelenggaraan ilahi. Injil hari ini mengingatkan kita bahwa hidup bukan hanya soal usaha dan perhitungan manusia, tetapi juga tentang penyerahan diri kepada kasih dan rencana Tuhan.

Melalui renungan ini, kita diajak untuk belajar melepaskan beban kecemasan dan menggantinya dengan iman yang lebih teguh, sehingga hati menjadi lebih tenang dalam menghadapi setiap situasi kehidupan. Nah, berikut renungan harian Katolik lengkap bacaan liturgi, hingga teks Mazmur Tanggapan Sabtu, 20 Juni 2026. Yuk, simak selengkapnya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Harian Katolik Hari Ini 20 Juni 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: 2 Taw 24:17-25

Sesudah Yoyada mati, pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu raja mendengarkan mereka.

ADVERTISEMENT

Mereka meninggalkan rumah TUHAN, Allah nenek moyang mereka, lalu beribadah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. Oleh karena kesalahan itu Yehuda dan Yerusalem tertimpa murka.

Namun TUHAN mengutus nabi-nabi kepada mereka, supaya mereka berbalik kepada-Nya. Nabi-nabi itu sungguh-sungguh memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkannya.

Lalu Roh Allah menguasai Zakharia, anak imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat, dan berkata kepada mereka: "Beginilah firman Allah: Mengapa kamu melanggar perintah-perintah TUHAN, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan TUHAN, Iapun meninggalkan kamu!"

Tetapi mereka mengadakan persepakatan terhadap dia, dan atas perintah raja mereka melontari dia dengan batu di pelataran rumah TUHAN.

Raja Yoas tidak mengingat kesetiaan yang ditunjukkan Yoyada, ayah Zakharia itu, terhadap dirinya. Ia membunuh anak Yoyada itu, yang pada saat kematiannya berseru: "Semoga TUHAN melihatnya dan menuntut balas!"

Pada pergantian tahun tentara Aram maju menyerang Yoas dan masuk ke Yehuda dan Yerusalem. Dari bangsa itu semua pemimpin habis dibunuh mereka dan segala jarahan dikirim mereka kepada raja negeri Damsyik.

Walaupun tentara Aram itu datang dengan sedikit orang, namun TUHAN menyerahkan tentara yang sangat besar kepada mereka, karena orang Yehuda telah meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka. Demikianlah orang Aram melakukan penghukuman kepada Yoas.

Ketika mereka pergi dari padanya, ?mereka meninggalkannya dengan luka-luka berat?pegawai-pegawainya mengadakan persepakatan terhadap dia karena darah anak imam Yoyada itu, lalu membunuhnya di atas tempat tidurnya. Ia mati dan dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di pekuburan raja-raja.

Mazmur Tanggapan: Mzm 89:4-5.29-30.31-32.33-34

Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun." Sela

Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya TUHAN, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaah orang-orang kudus.

Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit.

Jika anak-anaknya meninggalkan Taurat-Ku dan mereka tidak hidup menurut hukum-Ku,

jika ketetapan-Ku mereka langgar dan tidak berpegang pada perintah-perintah-Ku,

maka Aku akan membalas pelanggaran mereka dengan gada, dan kesalahan mereka dengan pukulan-pukulan.

Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kujauhkan dari padanya dan Aku tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaan-Ku.

Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.

Bacaan Injil: Mat 6:24-34

Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,

namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Renungan Hari Ini: Bapa Maha Tahu, Mengapa Kita Masih Khawatir?

Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, padahal Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. (Mat. 6:32)

Kita sering mendengar ucapan: khawatir itu wajar, asalkan tidak berlebihan. Manusia hidup pasti mempunyai kekhawatiran, karena sadar adanya ketidakpastian dan ketidaktahuan apa yang akan terjadi, walau satu detik ke depan.

Namun dewasa ini, banyak orang mengalami kekhawatiran yang berlebihan, dikenal sebagai Generalized Anxiety Disorder. GAD secara medis berdampak negatif untuk kesehatan, baik pikiran maupun tubuh.

Dalam Injil Mat. 6:24-34 Yesus mengingatkan bahwa kita tidak perlu khawatir tentang hari esok, karena hari esok mempunyai kekhawatirannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

Yang terpenting adalah carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya. Perikop ini sungguh menguatkan iman, bahwa Allah Bapa di surga tahu apa yang menjadi keperluan dalam kehidupan kita dari hari ke hari. Apakah kita masih perlu khawatir dalam kehidupan ini?

Sepuluh tahun silam, saya pernah mengalami kekhawatiran yang cukup intens, namun kekhawatiran ini menambah pertumbuhan imanku.

Ketika itu mama mertua, yang sudah lama sakit, menyampaikan keinginannya untuk mengunjungi adik ipar di luar kota. Reaksi saya saat mendengarnya bercampur aduk.

Antara senang karena terbuka kesempatan untuk mengajaknya sebelum kondisi kesehatannya semakin memburuk, namun di sisi lain ada kekhawatiran yang berkecamuk dalam pikiran dan perasaan saya. "Mampukah saya untuk mengajaknya ke luar kota dengan menggunakan pesawat terbang? Apakah mama mertua akan sanggup melewati durasi perjalanan yang pasti akan sangat melelahkannya karena kondisi kesehatannya yang tidak prima?" dll.

Pagi hari sebagaimana biasanya, sebelum membaca firman Tuhan, saya berdoa. Saya haturkan kepada-Nya semua kekhawatiran saya, untuk mengajak mama mertua ke luar kota. Ketika doa selesai dan halaman Alkitab saya buka, ayat pertama yang muncul: "Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat." (Matius 10:7)

Saya merasakan kekhawatiran langsung lenyap, dalam hati berkata, "Tuhan Yesus hanya sedekat doa, mengapa saya masih khawatir?" Di sinilah bibit imanku bertambah. Saya bersujud dan bersyukur kepada Tuhan Yesus "Engkau Tuhan Yesusku yang hidup."

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik

Oleh: Vin D.G.

Doa Penutup

Allah Bapa Yang Maha Pengasih, puji dan syukur karena kasih setia-Mu yang menyatu dalam kami. Engkaulah yang mencukupkan semua kebutuhan hidup manusia. Mohon ampun, ya Allah Bapa atas kerapuhan kami yang masih sering khawatir dalam perjalanan kehidupan ini. Kuatkanlah iman kami agar mampu bersandar dan berserah kepada-Mu, sehingga perjalanan hidup kami adalah cerminan Kasih-Mu. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Sabtu, 20 Juni 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Semoga Tuhan memberkati!



(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads