1 Suro menjadi salah satu momen yang dinantikan karena menandai pergantian tahun dalam penanggalan Jawa. Momen ini bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram yang tahun ini jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.
Pada momen tersebut, tidak sedikit umat Islam memilih mengawali tahun baru dengan melaksanakan puasa 1 Suro atau 1 Muharram. Sebelum berpuasa, terdapat doa niat yang perlu diketahui dan dibaca sebagai bagian penting dari pelaksanaan ibadah.
Untuk itu, berikut detikSulsel sajikan bacaan doa puasa 1 Suro atau 1 Muharram lengkap tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya. Simak selengkapnya di bawah ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doa Puasa 1 Suro (1 Muharram)
Dilansir dari buku Meraih Surga dengan Puasa karya H Herdiansyah Achmad Lc, berikut bacaan niat puasa 1 Muharram yang lengkap:
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω Ψ§ΩΨ΄ΩΩΩΩΨ±Ω Ψ§ΩΩΩ ΩΨΩΨ±ΩΩΩ Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shauma-sy-syahri-l-muharrami sunnata-lillaahi ta'aala.
Artinya: "Saya berniat puasa bulan Muharram sunnah karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Puasa 1 Suro (1 Muharram)
Pelaksanaan puasa 1 Suro atau 1 Muharram pada dasarnya sama dengan puasa sunnah lainnya maupun puasa wajib. Berikut tata cara puasa 1 Suro (1 Muharram) yang dapat diikuti:
1. Membaca Niat
Niat puasa sunnah, termasuk puasa 1 Suro dapat dibaca sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar. Jika lupa berniat pada malam harinya, maka tetap diperbolehkan berniat puasa sunah pada siang hari.
Melansir laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), niat tersebut harus dilakukan sebelum waktu zawal (Matahari tergelincir) dan dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Ketentuan ini berlandaskan pada praktik Rasulullah SAW sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:
ΨΉΩΩΩ ΨΉΩΨ§Ψ¦ΩΨ΄ΩΨ©Ω Ψ£ΩΩ ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΩΨ€ΩΩ ΩΩΩΩΩΩ ο΅ ΩΩΨ§ΩΩΨͺΩ: ΩΩΨ§ΩΩ ΩΩΩ Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ³ΩΩΩΩΩ Ω Ψ°ΩΨ§ΨͺΩ ΩΩΩΩΩ Ω: ΩΩΨ§ ΨΉΩΨ§Ψ¦ΩΨ΄ΩΨ©ΩΨ ΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΨ―ΩΩΩΩ Ω Ψ΄ΩΩΩΨ‘ΩΨ ΩΩΨ§ΩΩΨͺΩ: ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ: ΩΩΨ§ Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΨ Ω ΩΨ§ ΨΉΩΩΩΨ―ΩΩΩΨ§ Ψ΄ΩΩΩΨ‘ΩΨ ΩΩΨ§ΩΩ: ΩΩΨ₯ΩΩΩΩΩ Ψ΅ΩΨ§Ψ¦ΩΩ Ω
Artinya: "Dari Aisyah Ummul Mukminin RA, ia berkata: Pada suatu hari Rasulullah SAW bersabda kepadaku: Wahai Aisyah, apakah kalian memiliki sesuatu (untuk dimakan)? Aku menjawab: Wahai Rasulullah, kami tidak memiliki apa pun. Maka beliau bersabda: Kalau begitu, aku berpuasa. Lalu, Aisyah melanjutkan penyebutan hadis tersebut." (HR Muslim)
2. Makan Sahur
Disadur dari Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah oleh Nur Solikhin, makan sahur menjadi salah satu hal yang dianjurkan bagi umat Islam yang hendak menunaikan ibadah puasa. Anjuran tersebut dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim berikut:
"Sahurlah kalian, maka sesungguhnya dalam sahur itu ada berkahnya." (HR Bukhari, Muslim)
3. Menjaga dan Menahan Diri
Saat berpuasa, umat Islam tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga perilaku serta ucapan. Oleh karena itu, sebaiknya hindari perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa, seperti berkata kasar, menggunjing, atau melakukan dosa lainnya.
4. Menyegerakan Berbuka
Ketika tiba waktu Maghrib, umat Islam dianjurkan untuk segera membatalkan puasanya. Anjuran ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW berikut:
"Allah SWT telah berfirman, 'Hamba-hamba-Ku yang lebih aku cintai ialah mereka yang paling segera berbukanya." (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah)
Keutamaan Puasa 1 Suro (1 Muharram)
Puasa pada bulan Muharram disebut sebagai puasa yang paling utama setelah Ramadhan. Hal ni dijelaskan dalam hadits dari Abu Hurairah yang disadur dari buku Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriyah karya Siti Zumratus Sa'adah:
Ψ£ΩΩΩΨΆΩΩΩ Ψ§ΩΨ΅ΩΩΩΩΨ§Ω Ω Ψ¨ΩΨΉΩΨ―Ω Ψ΄ΩΩΩΨ±Ω Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩ Ψ΄ΩΩΩΨ±Ω Ψ§ΩΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΩΨΩΨ±ΩΩΩ ΩΨ ΩΩΨ£ΩΩΩΨΆΩΩΩ Ψ§ΩΨ΅ΩΩΩΩΨ§Ψ©Ω Ψ¨ΩΨΉΩΨ―Ω Ψ§ΩΩΩΩΨ±ΩΩΨΆΩΨ©Ω Ψ΅ΩΩΩΨ§Ψ©Ω Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩΩ.
Artinya: "Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah bulan Allah Muharam, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (HR Muslim)
Selain itu, disebutkan pula bahwa puasa 1 Muharram menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam. Amalan ini dipandang sebagai salah satu cara mengawali tahun baru Hijriah dengan kebaikan yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Al-Hafizh Ibnu Hajar RA menyebutkan bahwa Hafshah RA meriwayatkan suatu hadits dari Rasulullah SAW, ia bersabda:
"Barang siapa berpuasa di hari terakhir dari bulan Dzulhijjah dan juga hari pertama dari bulan Muharram, maka Allah akan menjadikannya sebagai penghapus atas dosa selama lima puluh tahun, dan puasa sehari di bulan Muharram sebagai penghapus atas dosa selama tiga puluh hari."
Itulah bacaan doa puasa 1 Suro (1 Muharram) lengkap dengan tata cara, hingga keutamaannya. Sempoga bermanfaat!
(alk/alk)
