6 Ruangan Gedung FIPP Unima di Tomohon Terbakar Diduga Dipicu Korsleting

Sulawesi Utara

6 Ruangan Gedung FIPP Unima di Tomohon Terbakar Diduga Dipicu Korsleting

Fistel Mukuan - detikSulsel
Minggu, 07 Jun 2026 19:05 WIB
Kebakaran menghanguskan 6 ruangan gedung FIPP Unima di Tomohon.
Foto: Kebakaran menghanguskan 6 ruangan gedung FIPP Unima di Tomohon. (dok. Istimewa)
Tomohon -

Kebakaran menghanguskan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (Unima) di Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut). Sebanyak 3 gedung yang berisi 6 ruangan hangus terbakar diduga dipicu korsleting arus pendek listrik.

"Kebakaran di FIPP Unima menghanguskan 3 gedung berisi 6 ruangan," kata Kasat Reskrim Polres Tomohon Iptu Royke Mantiri kepada detikcom, Minggu (7/6/2026).

Kebakaran terjadi di Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, sekitar pukul 14.45 Wita, Minggu (7/6). Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," bebernya.

Royke belum memastikan sumber api yang menyebabkan kebakaran. Salah satu saksi petugas keamanan kampus mengaku melihat kobaran api bermula dari area belakang kampus.

ADVERTISEMENT

Api kemudian membesar dan melalap sejumlah ruangan laboratorium di kawasan FIPP Unima. Selain ruang laboratorium, bengkel kerja dan ruang administrasi juga terbakar.

"Saksi melihat ruangan laboratorium IPA, laboratorium Matematika, laboratorium PKH, bengkel kerja, dan ruang administrasi sudah terbakar," imbuhnya.

Saksi sempat mematikan saklar listrik yang terhubung ke gedung lain untuk mencegah api merambat ke bangunan di sekitarnya. Tak lama berselang, tim pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman.

"Ada juga saksi yang mengatakan melihat asap berasal dari arah laboratorium FIPP Unima sebelum api membesar," kata Royke.

Royke menjelaskan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 Wita. Dari hasil pendataan, enam ruangan terdampak kebakaran, yakni 2 laboratorium IPA, 1 laboratorium Matematika, 1 laboratorium PKH, 1 bengkel kerja, dan 1 ruang administrasi.

"Kerugian diperkirakan mencapai Rp 4 miliar," tuturnya.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Namun dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik di area meteran laboratorium IPA.

"Penyebab masih pemeriksaan Laboratorium Forensik, namun dugaan awal kebakaran akibat arus pendek listrik pada bagian meter listrik Laboratorium IPA," pungkasnya.



(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads