Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah yang sangat dinantikan oleh umat Islam. Selain menandai pergantian Tahun Baru Islam, Muharram juga merupakan salah satu dari 4 bulan haram yang memiliki kedudukan mulia di sisi Allah SWT.
Sebagaimana bulan-bulan penting lainnya dalam Islam, Muharram memiliki sejumlah keutamaan yang patut diketahui. Berbagai keistimewaan tersebut menjadikan Muharram sebagai kesempatan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.
Lantas, apa saja keutamaan bulan Muharram?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut detikSulsel menyajikan sejumlah keutamaan bulan Muharram beserta dalil yang mendasarinya. Simak ulasan selengkapnya!
Keutamaan Bulan Muharram
Bulan Muharram memiliki sejumlah keutamaan, termasuk salah satu bulan haram, dikenal sebagai bulan Allah SWT, hingga adanya Hari Asyura yang penuh keistimewaan. Selain itu, pada bulan ini pula amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya.
Untuk lebih jelas, berikut masing-masing penjelasannya:
1. Termasuk Salah Satu Bulan Haram
Bulan Muharram termasuk salah satu dari Asyhurul Hurum, yaitu bulan-bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Bulan ini bahkan disebutkan telah dimuliakan sebelum datangnya Islam.
Keutamaan Muharram sebagai bulan mulia tersirat dalam firman Allah SWT berikut:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗ...
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram....."(at-Taubah: 36)[1]
Rasulullah SAW turut menjelaskan bahwa dalam satu tahun terdapat empat bulan haram yang memiliki kedudukan istimewa. Tiga di antaranya berlangsung secara berurutan, yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya, zaman berputar sebagaimana ketika Allah menciptakan langit dan Bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan, yakni Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadil Tsani (Jumadil Akhir) dan Sya'ban." (HR Bukhari dan Muslim)[2]
2. Bulan Allah SWT
Mengutip perkataan dari al-Zamakhsyari yang dinukil dari kitab Faidh al-Qadir karya Abd al-Ra'uf al-Munawi, bulan Muharram disebut sebagai syahrullah atau bulan Allah. Penyandaran nama bulan ini kepada lafaz Allah menunjukkan kemuliaan dan keagungannya di sisi-Nya.
"Bulan Muharram ini disebut syahrullah (bulan Allah), disandarkan pada lafazh jalalah 'Allah' untuk menunjukkan mulia dan agungnya bulan tersebut, sebagaimana pula kita menyebut 'Baitullah' (rumah Allah) atau 'Ahlullah' (keluarga Allah) ketika menyebut Quraisy."
Penyebutan khusus tersebut menunjukkan bahwa Muharram memiliki kedudukan yang istimewa dibandingkan bulan-bulan lainnya. Tidak ada bulan lain yang secara khusus dinisbatkan kepada Allah sebagaimana Muharram.[1]
Selain itu, Rasulullah SAW dalam sabdanya pun menyebut Muharram sebagai bulan Allah. Hal itu disebutkan dalam sebuat riwayat dari Abu Zar RA berikut:
"Aku bertanya kepada Rasulullah SAW: "Malam apakah yang lebih baik dan bulan apakah yang lebih utama?" Beliau menjawab: "Sebaik-baik malam adalah pertengahannya. Bulan yang paling utama adalah bulan Allah yang kalian sebut Muharram." (HR An-Nasa'i)"[3]
3. Bulan yang Paling Utama
Keutamaan selanjutnya adalah Muharram sebagai bulan yang paling utama di antara empat bulan haram dalam Islam. Tiga bulan haram lainnya ialah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa Muharram memiliki kedudukan yang lebih utama dibandingkan bulan-bulan haram lainnya. Pendapat ini di antaranya dikemukakan oleh Al-Hasan dan sejumlah ulama lainnya.
Pendapat ini didasarkan pada sebuah riwayat, di mana Rasulullah SAW bersabda:
"Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat di tengah-tengah malam, dan bulan yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah bulan Muharram, dan ia adalah bulan Allah yang tuli." (HR al-Baihaqi)[4]
4. Bulan Penting bagi Para Nabi
Muharram juga dikenal sebagai bulan yang memiliki makna penting dalam sejarah para nabi. Sejumlah peristiwa besar yang berkaitan dengan para utusan Allah diyakini terjadi pada bulan ini.
Adapun beberapa peristiwa penting yang dialami para nabi pada bulan Muharram adalah sebagai berikut:
- Nabi Adam AS: Diterima taubatnya setelah diturunkan dari surga.
- Nabi Idris AS: Diangkat ke tempat yang tinggi.
- Nabi Nuh AS: Diturunkan dari kapal setelah banjir bandang.
- Nabi Ibrahim AS: Diselamatkan dari bakaran apinya raja Namrud.
- Nabi Musa AS: Diturunkan kitab Taurat.
- Nabi Yusuf AS: Dikeluarkan dari penjara.
- Nabi Ya'qub AS: Disembuhkan kebutaannya dari wasilah pakaiannya Nabi Yusuf AS.
- Nabi Ayyub AS: Disembuhkan dari sakit kulit yang berkepanjangan.
- Nabi Yunus AS: Dikeluarkan dari perut ikan Nun.
- Nabi Musa AS dan Bani Israil: Disibakkan lautan untuk melarikan diri dari kejaran raja Fir'aun Mesir yang kejam.
- Nabi Dawud AS: Diampuni kesalahannya.
- Nabi Sulaiman AS: Diberi kekuasaan berupa kerajaan.
- Nabi Isa AS: Diangkat ke langit setelah dikepung bangsa Romawi.
- Nabi Muhammad SAW: Diampuni kesalahan yang telah lewat dan yang akan datang.[5]
5. Terdapat Hari Asyura
Keutamaan bulan Muharram berikutnya adalah adanya Hari Asyura yang diperingati setiap 10 Muharram. Hari istimewa ini bahkan disebut sebagai hari-hari Allah SWT.
Hal tersebut sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
إِنَّ عَاشُورَاءَ يَوْمٌ مِنْ أَيَّامِ الهِ
Artinya: "Sesungguhnya Asyura merupakan hari diantara hari-hari Allah." (HR Muslim)
Hari Asyura juga dikenal sebagai hari yang menyimpan banyak peristiwa penting dalam sejarah para nabi. Pada hari ini, Allah SWT menunjukkan pertolongan dan kemenangan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Kisah tersebut dijelaskan dalam hadis berikut:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله عَنْهُمَا ، قَالَ: قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المَدِينَةَ فَرَأَى اليَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ ، فَقَالَ: «مَا هَذَا؟»، قَالُوا: هَذَا يَوْمٌ صَالِحُ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى الله بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدْوَهِمْ، فَصَامَهُ مُوسَى، قَالَ: «فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ، فَصَامَهُ، وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
Artinya: "Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma berkata: "Nabi SAW tiba di Madinah, maka beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa Hari 'Asyura. Beliau bertanya kepada mereka: "Ada apa ini?" Mereka menjawab, "Ini adalah hari yang baik. Pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka. Maka Nabi Musa berpuasa pada hari ini." Nabi SAW bersabda, "Saya lebih layak dengan nabi Musa dibandingkan kalian." Maka beliau berpuasa 'Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa 'Asyura. (HR Bukhari)[6]
6. Pahala Dilipatgandakan
Setiap muslim yang memperbanyak amal shaleh pada bulan Muharram diyakini akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang menunjukkan kemuliaan bulan Muharram:
"Maka sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian semua haram (mulia) atas kalian seperti mulianya hari ini, di negeri ini, dan di bulan ini. Dan sesungguhnya kalian akan menghadap Tuhanmu sekalian dan Dia akan bertanya kepada kalian tentang amal perbuatkan kalian." (HR Bukhari dan Muslim)
7. Dosa Dilipatgandakan
Selain pahala yang dilipatgandakan, dosa yang dilakukan pada bulan haram juga akan dilipatgandakan. Oleh karena itu, umat Islam untuk lebih berhati-hati dan menjaga diri dari perbuatan dosa maupun perbuatan yang dilarang.
Keterangan tersebut dijelaskan dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir, yang di dalamnya dijelaskan bahwa kemuliaan bulan haram berlaku untuk pahala maupun dosa yang dilakukan di dalamnya.
"Allah SWT mengkhususkan empat bulan haram dari 12 bulan yang ada, bahkan menjadikannya mulia dan istimewa, juga melipatgandakan perbuatan dosa disamping melipatgandakan perbuatan baik."[7]
Sumber:
1. Laman MUI, "Mengapa Muharram Dinamakan dengan Syahrullah atau Bulannya Allah SWT?"
2. Buku "Kalender Ibadah Sepanjang Tahun" karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid
3. Buku "12 Bulan Mulia Amalan Sepanjang Tahun" karya Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny
4. Buku "Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriyah" karya Siti Zumratus Sa'adah
5. Laman NU Online "14 Peristiwa Penting di Bulan Muharram"
6. Laman Almanhaj "Diantara Hukum Bulan Muharam"
7. Laman Baitul Maal Hidayatullah "5+ Keutamaan Bulan Muharram, Segera Lakukan Amalan Ini!"
(urw/urw)











































