Tanggal 7 Juni 2026 Memperingati Apa? Ada 3 Peringatan Global

Iswandy Rusli - detikSulsel
Minggu, 07 Jun 2026 07:00 WIB
Foto: Gemini AI
Makassar -

Tanggal 7 Juni menyimpan sejumlah momen penting yang diperingati di berbagai belahan dunia. Sedikitnya, ada 3 peringatan internasional yang jatuh pada tanggal ini.

Peringatan tersebut mengangkat isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari keamanan pangan, kepedulian sosial, hingga kesehatan jantung. Lantas tanggal 7 Juni memperingati apa saja?

Tanggal 7 Juni memperingati Hari Keamanan Pangan Sedunia, Hari Kepedulian Sedunia, dan dimulainya Pekan Irama Jantung Sedunia. Selain itu, adapula peringatan nasional di Slovakia yang mengenang sebuah peristiwa bersejarah.

Penasaran dengan latar belakang dan sejarah masing-masing peringatan tersebut? Untuk selengkapnya, yuk simak ulasannya di bawah ini!

Hari Keamanan Pangan Sedunia

Tanggal 7 Juni diperingati sebagai Hari Keamanan Pangan Sedunia secara global. Peringatan ini ditetapkan oleh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) melalui Resolusi 73/250 pada 20 Desember 2018.

Melansir laman resmi PBB, usulan pembentukan Hari Keamanan Pangan Sedunia awalnya diajukan kepada Komite Kedua pada Sidang ke-73 Majelis Umum PBB. Setelah dibahas pada Oktober-November 2018, usulan tersebut kemudian disetujui dan kemudian diajukan kepada Majelis Umum untuk pengesahan akhir.

Setelah diresmikan, hari ini diperingati pertama kali pada 2019. Setelah itu, Hari Keamanan Pangan Sedunia diperingati setiap tahun tanggal 7 Juni sebagai momen untuk merayakan berbagai manfaat dari pangan yang aman.

Melansir laman resmi Food and Agriculture Organization (FAO), WHO telah menetapkan tema peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia 2026 yakni "From burden to solutions - safe food everywhere" (Dari Beban Menuju Solusi-Pangan Aman di Mana Saja). Tema ini berfokus pada upaya menyoroti besarnya beban penyakit bawaan pangan (foodborne diseases) serta solusi berbasis sains yang dapat mencegahnya.

Tema tersebut juga mengajak seluruh pelaku dalam rantai pangan, mulai dari produsen hingga konsumen, untuk memanfaatkan bukti ilmiah yang tersedia, termasuk data dari laporan WHO yang akan datang. Hal ini guna memahami di mana penyakit dan kematian akibat pangan terjadi, apa penyebab utamanya, serta bagaimana solusi yang tepat dapat diterapkan.

Hari Kepedulian Sedunia

Tanggal 7 Juni juga diperingati sebagai Hari Peduli Sedunia atau World Caring Day. Peringatan ini bertujuan untuk mengajak setiap orang untuk saling peduli dengan sesama.

Peringatan ini juga khususnya memberikan kesempatan untuk meningkatkan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.

Peringatan ini dicetuskan pertama kali oleh organisasi nirlaba CaringBridge. Hari ini terinspirasi oleh sebuah peristiwa pada pada tahun 1997, ketika seorang bayi bernama Brighid yang lahir prematur pada tanggal 7 Juni 1997.

Kemudian dibuatlah situs untuk menggalang dana bantuan untuk bayi Brighid. Situs itupun menerima 1.000 klik dalam seminggu peluncurannya. Sayangnya bayi Brighid meninggal 9 hari setelah operasi.

Situs penggalangan dana tersebut kemudian terus dikembangkan untuk menggalang dana dengan tujuan membantu banyak orang yang membutuhkan.

Pekan Irama Jantung Sedunia

Tanggal 7 Juni menandai dimulainya peringatan Pekan Irama Jantung Sedunia (World Heart Rhythm Week). Momen ini diperingati setiap tahun pada 7-13 Juni.

Masih dari National Today, selama tujuh hari masyarakat internasional diajak untuk meningkatkan kesadaran tentang aritmia dan pentingnya memahami irama serta denyut jantung. Aritmia, yang juga dikenal sebagai gangguan irama jantung, adalah kondisi ketika detak jantung tidak teratur, baik terlalu cepat maupun terlalu lambat.

Detak jantung yang terlalu cepat disebut takikardia (tachycardia), yaitu ketika denyut jantung melebihi 100 kali per menit pada orang dewasa. Sebaliknya, detak jantung yang terlalu lambat disebut bradikardia (bradycardia), yaitu ketika denyut jantung berada di bawah 60 kali per menit.

Gejala aritmia dapat berupa jantung berdebar-debar atau sensasi jeda di antara detak jantung. Namun, beberapa jenis aritmia tidak menimbulkan gejala sama sekali. Pada kasus yang lebih serius, penderita dapat mengalami pusing, pingsan, sesak napas, nyeri dada, hingga komplikasi seperti stroke, gagal jantung, bahkan kematian.

Diperkirakan sekitar seperlima dari seluruh kematian akibat aritmia terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga. Oleh karena itu, melalui hari peringatan ini menjadi momentum untuk mengampanyekan deteksi dini, pengobatan yang tepat, dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan jantung.

Hari Peringatan Memorandum Bangsa Slovakia

Hari Peringatan Memorandum Bangsa Slovakia (Anniversary of the Memorandum of the Slovak Nation) diperingati setiap tanggal 7 Juni untuk mengenang diajukannya Memorandum Bangsa Slovakia tahun 1861. Peristiwa ini menjadi salah satu momen paling penting dalam sejarah politik Slovakia.

Melansir laman National Today, melalui memorandum tersebut, bangsa Slovakia menuntut pembentukan wilayah administratif tersendiri yang dikelola oleh dan untuk rakyat Slovakia, serta penggunaan bahasa Slovakia sebagai bahasa resmi dalam seluruh bidang kehidupan publik. Upaya ini merupakan salah satu langkah awal dan paling penting dalam perjuangan emansipasi serta pengakuan hak-hak nasional bangsa Slovakia.

Awal munculnya gerakan nasional di Slovakia dapat ditelusuri hingga dekade 1840-an, ketika wilayah tersebut masih berada di bawah pemerintahan monarki. Pada masa itu, rezim neo-absolutisme membatasi aktivitas politik dan kehidupan publik, sehingga mendorong banyak tokoh masyarakat untuk memperjuangkan hak-hak nasional mereka.

Situasi semakin memburuk karena pemerintah saat itu cenderung mengabaikan kebutuhan dan kepentingan bangsa-bangsa non-Magyar yang menjadi bagian dari Kekaisaran Hungaria, termasuk bangsa Slovakia.

Kondisi tersebut melatarbelakangi lahirnya Memorandum Bangsa Slovakia yang disusun oleh Majelis Nasional Slovakia. Dokumen itu memuat berbagai tuntutan hukum dan politik dasar yang dianggap penting bagi rakyat Slovakia.

Namun, perjuangan tersebut tidak langsung membuahkan hasil. Pemerintah justru berupaya membungkam aspirasi mereka dengan melarang sejumlah lembaga budaya penting, termasuk Matica Slovenská dan sekolah-sekolah menengah Slovakia (Slovak Gymnazia), yang menggunakan bahasa Slovakia sebagai bahasa pengantar.



Simak Video "Video: Korea Utara Tegaskan Program Nuklirnya Tak Bisa Dinegosiasikan"

(alk/alk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork