Renungan Harian Katolik Kamis, 23 Juli 2026: Sumber Air Hidup

Renungan Harian Katolik Kamis, 23 Juli 2026: Sumber Air Hidup

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Kamis, 23 Jul 2026 08:30 WIB
ilustrasi orang berdoa
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: Unsplash/Patrick Fore)
Makassar -

Renungan harian Katolik menjadi salah satu sarana untuk memperdalam iman dan merenungkan sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui bacaan Kitab Suci dan refleksi yang menyertainya, umat diajak semakin mengenal kehendak Allah serta memperoleh kekuatan untuk menjalani setiap tantangan dengan penuh pengharapan.

Renungan harian Katolik pada Kamis, 23 Juli 2026 mengangkat tema "Sumber Air Hidup". Renungan ini mengajak umat menyadari bahwa hanya Tuhanlah sumber kehidupan sejati yang mampu memuaskan dahaga rohani manusia.

Mari simak Renungan Harian Katolik Kamis, 23 Juli 2026 dan bacaan liturgi hari ini di bawah ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Harian Katolik Hari Ini 23 Juli 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Yer 2:1-3.7.12-13

Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:

ADVERTISEMENT

Yer 2:2 "Pergilah memberitahukan kepada penduduk Yerusalem dengan mengatakan: Beginilah firman TUHAN: Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin, bagaimana engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tiada tetaburannya.

Ketika itu Israel kudus bagi TUHAN, sebagai buah bungaran dari hasil tanah-Nya. Semua orang yang memakannya menjadi bersalah, malapetaka menimpa mereka, demikianlah firman TUHAN.

Aku telah membawa kamu ke tanah yang subur untuk menikmati buahnya dan segala yang baik dari padanya. Tetapi segera setelah kamu masuk, kamu menajiskan tanah-Ku; tanah milik-Ku telah kamu buat menjadi kekejian.

Para imam tidak lagi bertanya: Di manakah TUHAN? Orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna.

Tertegunlah atas hal itu, hai langit, menggigil dan gemetarlah dengan sangat, demikianlah firman TUHAN.

Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.

Mazmur Tanggapan: Mzm 36:6-7ab.8-9.10-11

Keadilan-Mu adalah seperti gunung-gunung Allah, hukum-Mu bagaikan samudera raya yang hebat. Manusia dan hewan Kauselamatkan, ya TUHAN.

Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu.

Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu.

Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang.

Lanjutkanlah kasih setia-Mu bagi orang yang mengenal Engkau, dan keadilan-Mu bagi orang yang tulus hati!

Janganlah kiranya kaki orang-orang congkak menginjak aku, dan tangan orang fasik mengusir aku.

Bacaan Injil: Mat 13:10-17

Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?"

Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.

Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.

Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.

Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.

Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

Renungan Hari Ini 23 Juli 2026: Sumber Air Hidup

"Sebab, umat-Ku melakukan kejahatan ganda: mereka meninggalkan Aku, sumber air hidup, dan menggali tempat penampung air bagi mereka sendiri, penampung yang bocor, yang tidak dapat menahan air. (Yer. 2:13)

Tuhan tampaknya sudah gerah dengan kelakuan penduduk Yerusalem, dan mengutus Nabi Yeremia untuk menyampaikan 'kegundahan' hati-Nya. Dalam kekecewaan-Nya, Tuhan mengenangkan kisah cinta awal di masa muda, antara Diri-Nya dengan sang pengantin (bangsa Israel), relasi dalam kekudusan, kesetiaan, dan perlindungan penuh.

Kemudian Tuhan mencatat dua kejahatan penduduk Yerusalem yang disebut murtad dan menjadi kekejian; yaitu meninggalkan Tuhan, Sang Sumber Air Hidup, serta menggali kolam yang bocor bagi mereka sendiri.

Dalam Yer. 2:8 dikatakan, "Para imam tidak lagi bertanya, di manakah TUHAN? Orang-orang melaksanakan hukum agama namun tidak mengenal Aku lagi." Mereka melayani, namun mengikuti apa yang tidak berguna, yaitu kehendak dan keinginan menurut pemikiran sendiri.

Menurut Anthony de Mello, SJ., Sumber Air Hidup adalah kesadaran diri (awareness) akan kehadiran Allah, yang dialami secara langsung dalam keheningan batin, terlepas dari dogma atau batasan pikiran. Dalam bukunya "Sumber Air Hidup", de Mello memaparkan bahwa untuk menemukan 'sumber air hidup', manusia harus bangun dari 'tidur rohani' dan menjalani hidup dengan kesadaran murni.

Membuat diri 'terjaga' agar tidak hidup secara mekanis dan rutinitas, tetapi dengan penuh kesadaran menimba dari sumber air hidup yaitu Tuhan sendiri. Menemukan Tuhan bukan di luar diri, melainkan dalam keheningan batin dengan masuk ke dalam diri, menyatukannya dengan cahaya Ilahi.

Membiarkan Roh Allah mengambil alih, dengan mengosongkan diri dari keinginan pikiran dan nafsu daging. Membebaskan diri dari keterikatan ego dan 'kepemilikan' adalah awal dari cinta kasih yang tulus.

Tanpa disadari, sering kali kita menjadikan karir, jabatan, keluarga, harta kekayaan, atau apa pun di dunia ini sebagai sumber air hidup. Mengklaimnya sebagai hak milik dan melekat padanya; sama saja dengan meninggalkan Tuhan, Sang Sumber Air Hidup sejati, demi kesia-siaan yang menuju kebinasaan.

Mengenangkan dan mempertahankan cinta kasih mula-mula dalam kesadaran murni, akan memelihara persekutuan intim dalam Firman, doa, dan keheningan batin. Marilah kita senantiasa menghayati anugerah pengorbanan Kristus di salib melalui pelayanan cinta bakti, ibadah, dan Sakramen Kudus-Nya.

Sumber: Buku Renungan 3 Titik
Oleh: Fellicia Fenny

Doa Penutup

Bapa, bangunkan kami dari tidur lelap, agar kami dengan penuh kesadaran dalam menemukan sumber air hidup sejati, dan menimba kebijaksanaan di dalam-Mu. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Kamis, 23 Juli 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Semoga bermanfaat!



(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads