Tambang Nikel Dekat Permukiman di Konsel Bikin Sumber Mata Air Mengering

Sulawesi Tenggara

Tambang Nikel Dekat Permukiman di Konsel Bikin Sumber Mata Air Mengering

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Jumat, 15 Mei 2026 16:53 WIB
Rumah warga di Konawe Selatan terancam roboh akibat aktivitas tambang nikel.
Foto: Rumah warga di Konawe Selatan terancam roboh akibat aktivitas tambang nikel. (dok. Istimewa)
Konawe Selatan -

Keberadaan tambang nikel yang dekat dengan permukiman di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), tidak hanya membuat rumah terancam roboh. Warga juga mengeluhkan distribusi air terganggu karena sumber mata air yang mengering.

Sumber mata air itu sebelumnya berada tepat di belakang sekolah dasar (SD) di sekitar lokasi tambang. Sejak PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) melakukan eksplorasi, mata air itu berubah menjadi lintasan alat berat serta truk pengangkut bijih nikel.

"Pada tahun 2023 sumber mata air yang tersisa bagi warga Torobulu juga sempat mengering karena aktivitas perusahaan," ujar warga setempat, Andi Firmansyah kepada detikcom, Jumat (15/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Firmansyah turut mempertanyakan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) PT WIN. Masyarakat sempat melakukan aksi unjuk rasa memprotes keberadaan tambang itu namun justru mendapat ancaman.

"Selama ini saya berpikir kalau masyarakat memperjuangkan lingkungan harusnya diberi apresiasi, tapi yang kami dapat justru ancaman dipenjara," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Firmansyah, PT WIN melakukan pelanggaran terkait aktivitas tambang yang dilakukannya. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) disebut pernah menolak kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

"RKAB 2026 itu ditolak Kementerian ESDM, tapi mereka masih tetap menambang," imbuh Firmansyah.

Sementara warga lainnya, Ayunia Muis menganggap aktivitas tambang di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, sangat berdampak terhadap pada lingkungan. Sektor kelautan yang menjadi andalan desa itu kini ikut terganggu.

"Kalau mau tahu, dulu Torobulu itu terkenal dan jaya di bidang kelautannya, tapi sekarang setelah tambang masuk, semuanya hilang. Rumah kami dikelilingi tambang," kata Ayunia.

Dia mempertanyakan sikap pemerintah atas keberadaan tambang tersebut. Ayunia menganggap pemerintah setempat melakukan pembiaran.

"Kalau pemerintah saat ini kami rasa seperti tutup mata. Tidak berpihak kepada masyarakat," keluh Ayunia.

Rumah Warga Terancam Roboh

Diketahui, tambang yang dikelola PT WIN sudah beroperasi sejak 2018. Seiring berjalannya waktu, eksplorasi bijih nikel di kawasan tersebut semakin mendekati permukiman.

"Sudah sejak tahun 2018 mereka mulai menambang dan masuk ke bibir pemukiman warga itu mulai tahun 2023, awalnya di bagian sekolah sekarang merembet dekat rumah warga," ujar Ayunia.

Salah satu rumah warga terancam roboh karena kediamannya hanya berjarak sekitar 10 meter dari galian tambang. Bahkan sejumlah warga dilaporkan mulai mengungsi karena takut.

"Kalau hujan warga sudah takut tinggal di rumah karena longsornya terus bergerak. Sekarang mereka sudah kami evakuasi ke rumah yang aman," pungkasnya.



(sar/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads