Renungan Harian Katolik Sabtu 9 Mei 2026: 'GPS' Tuhan dalam Ketaatan

Renungan Harian Katolik Sabtu 9 Mei 2026: 'GPS' Tuhan dalam Ketaatan

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Sabtu, 09 Mei 2026 07:00 WIB
Renungan Harian Katolik
Ilustrasi renungan (Foto: reenablack/Pixabay)
Makassar -

Renungan Harian Katolik Sabtu 9 Mei 2026 mengajak umat untuk menyadari bahwa ketaatan kepada Tuhan ibarat mengikuti "GPS" rohani yang menuntun hidup ke arah yang benar. Di tengah banyaknya pilihan, godaan, dan kebingungan hidup, Tuhan tidak pernah membiarkan manusia berjalan sendirian.

Melalui sabda-Nya, Tuhan terus menunjukkan jalan yang membawa damai, keselamatan, dan sukacita sejati. Nah, berikut bacaan Kitab Suci, teks Mazmur Tanggapan, hingga renungan Katolik Sabtu, 9 Mei 2026.

Yuk, simak selengkapnya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Harian Katolik Hari Ini 9 Mei 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Kis 16:1-10

Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.

ADVERTISEMENT

Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium,

dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.

Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.

Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya.

Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.

Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.

Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.

Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!"

Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.

Mazmur Tanggapan: Mzm 100:1-2.3.5

Mazmur untuk korban syukur. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!

Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!

Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bacaan Injil: Yoh 15:18-21

"Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.

Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.

Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu.

Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.

Renungan Hari Ini: 'GPS' Tuhan dalam Ketaatan

Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana. (Kis. 16:10)

Bayangkan menjadi Timotius: muda, bersemangat, namun tiba-tiba dilarang Roh Kudus masuk ke wilayah tertentu (Kis. 16:6-7). Rencana berantakan, membingungkan, dan aroma kegagalan tercium.

Setelah berhari-hari didera ketidakpastian-pintu ke Asia tertutup dan jalan ke Bitinia pun terhalang. Malam itu di Troas menjadi titik balik yang menentukan.

Saat Paulus terjaga, terbayang sosok pria Makedonia dalam penglihatannya. Kis. 16:10 mencatat sebuah transisi kata ganti yang luar biasa: dari 'mereka' menjadi 'kami'.

Lukas, sang penulis, rupanya hadir di sana. Tidak terbaca ada perdebatan panjang atau keluhan tentang jarak yang harus ditempuh untuk menyeberangi laut.

Inilah momen ketaatan radikal. Mereka tidak lagi bertanya "Mengapa jalan sebelumnya tertutup?" melainkan "Ke mana Tuhan mau kita melangkah sekarang?"

Situasi serupa saya alami saat awal pernikahan. Waktu itu, keharusan terpisah jarak karena pekerjaan suami, ditambah masa lalu yang rapuh dan ambisi karier; membuat keinginan berpisah sempat muncul.

Apalagi teman-teman 'mengompori' situasi. Namun, kekuatan Sakramen Perkawinan menuntun saya kembali.

Saya memilih jalan sabar dan setia, berpegang pada suara Roh Kudus melalui Kitab Suci. Keputusan ini dianggap 'tidak wajar' dan dianggap lemah oleh lingkungan.

Seorang teman bahkan mencemooh, "Sejak rajin baca Firman, kamu jadi lemah, seolah membiarkan dirimu diinjak." Saya dicerca karena prinsip iman.

Namun, itulah awal saya benar-benar membiarkan hidup dibimbing Firman. Hasilnya? Pernikahan saya terselamatkan, diberkati dengan suami yang mengasihi, dan tiga anak laki-laki yang membuatku selalu merasa bersyukur.

Yesus benar, mengikuti-Nya berarti 'berbeda' dari dunia (Yoh. 15:18-19).

Kekuatan sejati bukan pada kemampuan mendikte keadaan, melainkan pada ketundukan kepada otoritas Tuhan. Ketika kita berhenti memaksakan agenda pribadi, telinga rohani kita menjadi jauh lebih peka mendengar detak jantung Tuhan.

Hambatan atau penolakan karena iman bukanlah tanda Tuhan meninggalkan kita. Seperti pengalaman Paulus, Timotius, dan kisah pernikahan saya.

Tantangan adalah 'GPS' Tuhan untuk mengarahkan kita ke tempat terbaik dan memurnikan kesetiaan kita. Jangan menyerah, tetaplah setia pada jalan-Nya!

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: F.D. Henny Dwi Widyasari

Doa Penutup

Bapa, ajarlah kami untuk setia pada bimbingan Roh Kudus, meskipun rencana kami terhambat dan dunia mencemooh pilihan iman kami. Kuatkanlah kami untuk berpegang pada sabda-Mu, agar setiap tantangan hidup menjadi sarana pemurnian untuk semakin menyerupai Kristus. Amin.

Demikian bacaan liturgi hari Sabtu, 9 Mei 2026 lengkap bacaannya. Semoga bermanfaat!



(urw/urw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads