Populasi ikan sapu-sapu melonjak drastis di Danau Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel). Spesies invasif yang awalnya dianggap hama kini menjadi peluang bisnis baru dengan diolah sebagai pakan ternak bebek.
Ketua Kelompok Ternak Bebek, Muhammad Abu Rizal mengatakan populasi ikan sapu-sapu terus meningkat dan berdampak pada ekosistem di Danau Sidenreng, Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng. Kondisi danau diperburuk dengan banyaknya eceng gondok.
"Awalnya ikan sapu-sapu dan eceng gondok ini dianggap hama di danau, tidak ada manfaatnya," kata Rizal kepada detikSulsel, Rabu (29/4/2026).
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif kemudian mencetuskan ide agar ikan sapu-sapu dan eceng gondok diolah menjadi pakan ternak. Warga di sekitar danau diberdayakan dan ide itu mulai direalisasikan pada November 2025.
"Lalu Pak Bupati cari informasi bagaimana bisa dimanfaatkan sehingga jadilah salah satunya menjadi pakan ternak bebek," ucap Rizal.
Rizal menjelaskan, pengolahan ikan sapu-sapu sebagai pakan masih dilakukan secara sederhana. Ikan diolah menggunakan alat penggiling daging, lalu dicampur untuk pakan bebek.
"Kadang direbus dulu, kadang juga langsung diolah. Kalau dimasak bisa bertahan sampai satu hari. Kalau tidak dimasak, maksimal tiga jam sudah harus dipakai, karena kalau lewat itu sudah tidak bisa dipakai," jelasnya.
Dia mengklaim inovasi itu membantu peternak, terutama dalam mengurangi biaya pakan. Namun bagi nelayan, ikan sapu-sapu dan eceng gondok masih belum memiliki nilai ekonomis karena belum ada harga jual di pasaran.
"Alhamdulillah sangat membantu peternak bebek. Tapi untuk nelayan belum ada manfaatnya karena belum ada harganya," ujar Rizal.
Simak Video "Video Pramono: Ikan Sapu-sapu Dominasi Perairan Jakarta, Populasi Sudah 60%"
(hsr/hsr)