Murka Anggota DPRD Baubau Kejar Mahasiswa Demo gegara Diancam Dibanting

Sulawesi Tenggara

Murka Anggota DPRD Baubau Kejar Mahasiswa Demo gegara Diancam Dibanting

Tim detikSulsel - detikSulsel
Jumat, 24 Apr 2026 08:00 WIB
Viral anggota DPRD Baubau, Hasan Basri mengejar mahasiswa demo.
Foto: Viral anggota DPRD Baubau, Hasan Basri mengejar mahasiswa demo. (dok. istimewa)
Baubau -

Anggota DPRD Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Hasan Basri naik pitam saat menemui massa mahasiswa yang melakukan demonstrasi di kantornya lantaran diancam akan dibanting. Legislator itu langsung mengamuk dan mengejar mahasiswa yang mengancamnya.

Insiden itu terjadi di kantor DPRD Baubau, Jalan Raya Palagimata, Kelurahan Suula, Kecamatan Betoambari, Senin (20/4) siang. Aksi Hasan yang mengamuk dan mengejar mahasiswa demo kemudian viral di media sosial.

Dari video dilihat detikcom, tampak salah satu massa aksi bersitegang dengan pegawai DPRD Baubau hingga mengeluarkan kalimat ancaman. Hal itu memicu emosi sejumlah pegawai dan mendesak mahasiswa itu memberikan penjelasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasan yang berada di lokasi menemui massa turut menanggapi kalimat ancaman mahasiswa itu. Hasan kemudian terlihat mengejar mahasiswa itu dan dihalangi sejumlah pegawai serta anggota Satpol PP.

"Iya benar itu saya, tapi saat itu ada kata-kata dari adek-adek yang menurut saya kurang baik dan tidak pantas didengar," kata Hasan kepada detikcom, Kamis (23/4/2026).

ADVERTISEMENT

Hasan Ditugaskan Temui Mahasiswa

Hasan mengungkapkan insiden itu bermula saat dirinya berada di kantor sedang rapat. Dia kemudian mendapat arahan dari pimpinan untuk menemui massa aksi yang marah dan membakar ban.

"Awalnya saya berada di dalam rapat, kemudian adik-adik ini datang melakukan demonstrasi," katanya.

Menurutnya, dinamika dengan massa sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa hari sebelum insiden viral itu. Ia menyebut pada Jumat (17/4) sekitar pukul 10.00 Wita, mahasiswa sempat datang dan memaksa masuk ke kantor DPRD saat kegiatan internal sedang berlangsung.

"Waktu itu mereka datang saat kami masih kegiatan, bahkan lagu Indonesia Raya masih dinyanyikan. Tapi tetap kami layani dan kami terima dengan baik," ujarnya.

Massa mahasiswa kembali mendatangi kantor DPRD Baubau dengan tuntutan ingin bertemu pimpinan pada Senin (20/4). Namun saat itu pimpinan dewan sedang berada di luar daerah, sehingga Hasan mengaku mendapat mandat untuk menemui para pendemo.

"Saya sudah sampaikan bahwa saya diberi mandat oleh pimpinan untuk menemui mereka, tapi mereka bilang 'saya tidak butuh kamu'," katanya.

Penolakan itu disebut membuat situasi mulai memanas. Massa aksi tetap bersikeras meminta pimpinan DPRD hadir langsung, sementara di sisi lain emosinya mulai tersulut karena adanya ucapan yang dianggap tidak pantas.

"Dia bilang 'mau banting-banting'. Saya tanya siapa yang mau dibanting, dia jawab 'kau juga, turun di sini'," ungkapnya.

Mendengar tantangan itu, Hasan kemudian turun dari area kantor untuk merespons langsung. Namun, mahasiswa yang mengeluarkan ucapan tersebut justru pergi saat ia mendekat.

"Pas saya turun dia lari. Saya kejar untuk mengantisipasi staf yang ikut mengejar, karena kalau staf yang kejar bisa terjadi kontak fisik," jelasnya.

Ia juga membantah tudingan bahwa dirinya berniat mengusir atau melakukan kekerasan terhadap mahasiswa. Menurutnya, langkah itu diambil untuk meredam potensi kericuhan yang lebih besar.

"Tidak ada niat lain. Saya hanya khawatir situasi makin panas atau ada yang merusak," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menyaksikan Tradisi Pencak Silat dalam Pesta Adat di Wakatobi"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads