Anggota DPRD Baubau, Hasan Basri mengamuk mengejar mahasiswa demo viral di media sosial. Aksi itu diduga akibat massa aksi mengeluarkan kalimat tak pantas kepada dirinya berupa ancaman kekerasan.
"Iya benar itu saya, tapi saat itu ada kata-kata dari adek-adek yang menurut saya kurang baik dan tidak pantas didengar," kata Hasan Basri kepada detikcom, Kamis (23/4/2026).
Insiden itu terjadi di halaman kantor DPRD Baubau di Jalan Raya Palagimata, Kelurahan Suula, Kecamatan Betoambari, Senin (20/4) siang. Situasi yang awalnya berjalan normal mendadak memanas saat terjadi adu mulut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya itu mereka datang dan langsung marah mau membakar ban," bebernya.
Hasan menjelaskan massa aksi sebenarnya sudah datang beberapa hari sebelumnya. Saat itu mereka sempat memaksa masuk ke kantor DPRD meski sedang berlangsung kegiatan internal.
"Waktu itu kami tetap layani. Saat pertemuan itu kami terima dengan baik," ujarnya.
Namun pada Senin (20/4) massa kembali datang dan meminta bertemu pimpinan DPRD. Hasan mengaku sudah bersiap menemui, karena pimpinan sedang menjalani perjalanan dinas.
"Saya sampaikan bahwa saya diberi mandat oleh pimpinan untuk menemui mereka, tapi mereka bilang 'saya tidak butuh kamu'," jelasnya.
Menurut Hasan, situasi mulai memanas ketika massa memaksa agar pimpinan hadir langsung. Bahkan, ada ucapan yang dinilai mengarah pada ancaman.
"Dia sempat bilang mau banting-banting. Saya tanya, 'siapa yang mau dibanting adek?' Dia jawab 'kau juga, turun di sini'," katanya.
Hasan mengaku sempat turun dari lokasi untuk merespons tantangan tersebut. Namun, orang yang mengucapkan hal itu justru melarikan diri.
"Pas saya turun, dia lari. Saya kejar bukan untuk apa-apa, tapi untuk mengantisipasi staf ikut mengejar dan terjadi kontak fisik," ujarnya.
Ia menegaskan tidak ada niat melakukan tindakan kekerasan. Langkah yang diambil semata untuk meredam situasi agar tidak semakin ricuh.
"Takutnya mereka merusak atau terjadi hal yang tidak diinginkan," pungkasnya.
Dari video dilihat detikcom, tampak salah satu massa aksi datang dan langsung mengeluarkan kalimat tak pantas yang memicu beberapa pegawai DPRD Baubau terlihat emosi. Para pegawai mempertanyakan maksud dari kalimat massa aksi yang dianggap tak pantas. Setelah itu, terlihat Hasan ikut menanggapi dan turun mengejar salah satu massa aksi.
(asm/hsr)











































