Seekor anjing yang menyerang bocah bernama Wira (5) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), dipastikan positif rabies. Bocah tersebut langsung diberi suntikan vaksin anti rabies (VAR) secara berkala dan kini masih dalam pemantauan petugas kesehatan.
"Kami dari pihak puskesmas sudah memberikan vaksin sesuai dengan protap. Kami masih akan memantau pasiennya," kata Kepala Puskesmas Wonomulyo, Sapriani kepada wartawan, Sabtu (11/4/2026).
Sapriani menjelaskan, pemberian vaksin anti rabies terhadap korban akan dilakukan bertahap. Penyuntikan akan dilakukan sebanyak 4 kali hingga hari ke-21 pasca terjadi gigitan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Vaksinnya itu ada empat kali, makanya kalau untuk korban di Sidodadi itu hari ini sudah vaksin ketiga. Pada hari ke 21 setelah gigitan diberi lagi vaksin terakhir," terangnya.
Sapriani menyebut korban serangan anjing liar lainnya di daerah tersebut dalam kondisi baik-baik saja. Dia juga mengaku rutin mengajukan permintaan VAR untuk mengantisipasi terjadinya hal tidak diinginkan.
"Korban lain juga sudah aman, sudah selesai vaksinnya empat kali. Alhamdulilah ada (vaksin), apalagi pada kondisi seperti sekarang ada kasus, teman-teman selalu mengamprah (ajukan permintaan)," ujar Sapriani.
Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Polman, dr Gunadil mengatakan, semua orang yang menjadi korban gigitan hewan penular rabies harus diberi vaksin. Hal ini sudah menjadi prosedur penanganan.
"Orang yang digigit hewan penular rabies, asal sampai di fasilitas kesehatan ditangani sesuai SOP (standar prosedur operasional) termasuk pemberian (vaksin) anti rabies," terangnya.
Dia memastikan ketersediaan vaksin pada setiap puskesmas, termasuk di Dinkes Polman untuk mengantisipasi merebaknya kasus serangan anjing liar.
"Stok vaksin sementara ini aman. Jadi setiap puskesmas itu diberi stok untuk jaga-jaga, nanti kalau kurang dikasih lagi stok, terus di kabupaten masih ada," pungkasnya.
Rentetan Teror Anjing Liar di Polman
Diketahui, warga di Polman resah dengan serangan anjing liar. Dalam 2 bulan terakhir terjadi tiga kasus serangan anjing liar yang melukai 4 bocah di Kecamatan Wonomulyo.
Serangan pertama dialami dua bocah bernama Padli (9) dan adiknya Alif (7). Keduanya terluka parah usai diserang 6 ekor anjing liar saat mencari ikan di areal persawahan warga Desa Banua Baru, Kecamatan Wonomulyo, Kamis (19/2) siang.
Sebulan kemudian, balita bernama Ilham (3) juga diserang dua ekor anjing liar. Korban digigit ketika sedang bermain di areal persawahan warga Desa Bakka-Bakka, Kecamatan Wonomulyo, Jumat (19/3) sekira pukul 17.00 Wita.
Terakhir, bocah laki-laki bernama Wira (5) harus jalani perawatan medis akibat terluka usai diserang 2 ekor anjing. Wira diterkam kawanan anjing liar saat bermain di sekitar pemukiman warga Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Selasa (31/3).
Belakangan, 1 dari 2 ekor anjing yang menyerang korban Wira dipastikan positif rabies. Kepastian itu berdasarkan hasil Laporan Hasil Uji (LHU) dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros yang terbit pada 8 April lalu.
"Hasil pemeriksaan sampel yang dikirim ke BBVet Maros, ada satu yang positif (rabies)," kata Sekretaris Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Polman, Akhmad Farid kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).
