Renungan Harian Katolik Kamis 9 April 2026: Bukan Ilusi

Renungan Harian Katolik Kamis 9 April 2026: Bukan Ilusi

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Kamis, 09 Apr 2026 05:45 WIB
Renungan harian Katolik Kamis, 9 April 2026
Ilustrasi renungan (Foto: pngfree)
Makassar -

Renungan Harian Katolik Kamis, 9 April 2026 mengajak kita untuk semakin menyadari bahwa relasi kita dengan Tuhan bukan sekadar angan-angan atau perasaan sesaat. Tuhan hadir secara konkret dalam kehidupan, melalui sabda-Nya, melalui sesama, dan melalui setiap peristiwa yang kita alami.

Di tengah keraguan dan pergulatan, kita dipanggil untuk percaya bahwa apa yang Tuhan janjikan sungguh nyata. Iman sejati menuntun kita untuk melihat lebih dalam, bahwa di balik hal-hal sederhana, Tuhan sedang berkarya dan menyatakan kasih-Nya yang tidak pernah pudar.

Nah, berikut bacaan, teks Mazmur Tanggapan, hingga renungan Katolik hari Kamis dalam oktaf Paskah. Yuk, simak selengkapnya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Harian Katolik Hari Ini 9 April 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Kis 3:11-26

Karena orang itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, maka seluruh orang banyak yang sangat keheranan itu datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo.

ADVERTISEMENT

Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: "Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri?

Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan.

Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu.

Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.

Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.

Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu.

Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.

Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,

agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus.

Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.

Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu.

Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita.

Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini.

Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati.

Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu."

Mazmur Tanggapan: Mzm 8:2a,5,6,7,8-9

Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.

Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:

kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;

burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.

Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

Bacaan Injil: Luk 24:35-48

Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"

Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.

Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?

Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."

Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.

Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"

Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.

Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.

Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."

Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,

dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.

Kamu adalah saksi dari semuanya ini.

Renungan Hari Ini: Bukan Ilusi

Kata-Nya kepada mereka, "Ada tertulis begini: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga." (Luk. 24:46)

Kalau mendengar kata penampakan, banyak orang langsung membayangkan sesuatu yang mistis, lalu hampir pasti menjadi berita sensasional. Dalam Gereja Katolik, penampakan, seperti di Lourdes dan Fatima yang sempat kami kunjungi, selalu diselidiki dengan serius dan teliti.

Butuh waktu lama, sebelum diakui. Pesan dari setiap penampakan yang diakui Gereja, selalu sederhana: bertobat, berdoa, dan kembali ke Tuhan.

Bunda Maria tidak pernah ingin menjadi pusat perhatian. Ia selalu mengarahkan orang pada Yesus, sumber harapan dan keselamatan.

Pengalaman iman ini membantu kita memahami peristiwa yang dikisahkan dalam Injil Lukas. Para murid sedang berkumpul, tapi hati mereka masih dipenuhi dengan rasa takut dan bingung.

Meski sudah mendengar kabar Yesus bangkit, mereka belum benar-benar yakin. Lalu, tanpa aba-aba, Yesus hadir di tengah mereka dan berkata, "Damai sejahtera bagi kamu."

Alih-alih bahagia berjumpa Yesus, mereka malah panik. Mereka mengira itu cuma bayangan atau hantu. Yesus paham keraguan mereka.

Ia tidak menyalahkan atau menghakimi. Ia menunjukkan luka-luka-Nya dan bahkan makan bersama mereka.

Yesus mau menegaskan bahwa kebangkitan itu nyata, bukan ilusi atau drama atau cerita penghibur. Pelan-pelan, Ia membuka pikiran mereka agar mengerti bahwa penderitaan, wafat, dan kebangkitan-Nya adalah bagian dari rencana Allah yang penuh kasih.

Sama seperti pesan penampakan Maria yang selalu mengajak orang hidup lebih dekat dengan Tuhan, penampakan Yesus kepada para murid juga punya tujuan yang jelas: mengutus. Para murid yang tadinya takut kini dipanggil menjadi saksi.

Dari yang bersembunyi, mereka berubah menjadi pribadi yang berani mewartakan iman.

Dalam hidup kita, Tuhan mungkin tidak menampakkan diri secara spektakuler. Namun Ia hadir lewat Sabda, Ekaristi, Gereja, dan orang-orang di sekitar kita.

Pertanyaannya sederhana: apakah kita peka atau tidak? Tetap ragu atau berani membiarkan perjumpaan dengan Tuhan mengubah kita menjadi pembawa damai dan harapan?

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Hiyanto Mulia

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang bangkit, ajari kami mengenali kehadiran-Mu dalam hal-hal sederhana. Saat iman kami goyah, kuatkan hati kami. Utuslah kami menjadi saksi kasih-Mu lewat sikap, kata, dan tindakan sehari-hari. Amin.

Demikian bacaan dan renungan Kamis, 9 April 2026. Tuhan memberkati keseharian kita!




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads