Pakar komunikasi publik dan media massa Dr Iqbal Sultan buka suara soal kabar hoax Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menghabiskan biaya Rp 2 miliar untuk sewa helikopter. Iqbal menegaskan pentingnya upaya mengedukasi warga lewat informasi yang valid dan mencerdaskan masyarakat.
Pernyataan Iqbal Sultan itu menanggapi berita yang beredar di media mainstream terkait isu biaya sewa helikopter. Iqbal menyoroti terkait diksi 'menghabiskan' yang digunakan untuk menyebarkan informasi terkait isu biaya sewa helikopter oleh Pemprov Sulsel.
Informasi terkait isu biaya helikopter itu bersumber dari data primer lewat situs; sirup.inaproc.id. Website ini adalah domain baru aplikasi sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP) yang dikelola resmi oleh LKPP untuk menyusun, mengumumkan dan memantau rencana pengadaan barang dan jasa pemerintah secara terstandar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal ini kan baru rencana, belum dilaksanakan di tahun 2026, kenapa menggunakan diksi menghabiskan," ujar Iqbal Sultan dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Kamis (2/4/2026).
Iqbal menuturkan, berita yang tidak valid atau berita bohong, bisa menghilangkan fungsi media sebagai pilar demokrasi. Dia pun mengingatkan agar media lebih berhati-hati dalam mengangkat sesuatu dan menggunakan diksi agar khalayak teredukasi dengan tepat dan baik.
"Sebaiknya media itu mencerdaskan khalayaknya. Harusnya mencerdaskan. Harus menyampaikan sesuatu dengan benar. Kebenaran itu berupa data dan fakta. Oleh karena itu jurnalis, bisa dikatakan perpanjangan tangan Nabi untuk kepentingan umum," paparnya.
"Sesuatu masih dianggap butuh klarifikasi, jurnalistik itu tidak perlu tergopoh gopoh karena mengejar update, di satu sisi lain merugikan pihak lain. Oleh karena itu media harus berhati-hati," tambah Iqbal.
Jika seorang jurnalis atau media tidak menerangkan sesuatu yang tidak berdasarkan fakta, maka fungsi-fungsi media untuk mencerdaskan khalayak itu hilang. Dia menegaskan informasi yang disampaikan harus berlandaskan fakta dan kebenaran.
"Jurnalistik harus menahan diri jika menganggap ini sebuah belum benar. Verifikasi penting, Jika tanpa verifikasi jurnalistik akan sewenang-wenang memasukkan opininya. Jika membaca sesuatu, melihat sesuatu lalu kemudian lalu mengarah ke opini tanpa fakta keliru juga," kata Iqbal.
Sebelumnya diberitakan, Pemprov Sulsel membantah adanya isu anggaran Rp 2 miliar untuk sewa helikopter yang beredar di media sosial. Pemprov menegaskan isu tersebut tidak benar atau hoaks.
Kepala Biro Umum Setda Sulsel Suhartono menjelaskan, angka Rp 2 miliar yang beredar merupakan pagu anggaran dalam dokumen perencanaan, bukan realisasi penggunaan anggaran. Hingga saat ini, anggaran tersebut belum dibelanjakan atau direalisasikan.
"Anggaran tersebut sudah tercantum dalam perencanaan, namun belum ada realisasi," kata Suhartono dalam rilis yang diterima wartawan, Rabu (1/4).
