Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), turun tangan mengklarifikasi aksi dukun bernama Risal yang viral membuat mantra tak senonoh hingga ritual menyerupai gerakan salat. MUI menegaskan aksi Risal mencederai nilai dan prinsip agama.
Ketua 1 MUI Sinjai Ustaz Fadhlullah Marzuki telah mendengarkan langsung klarifikasi Risal pada Senin (31/3) usai videonya viral. Dia menyebut Rizal melakukan pengobatan alternatif spiritual dan sudah menerima pasien untuk pengobatan alternatif.
Marzuki pun menegaskan jika praktik yang dilakukan dukun tersebut berpotensi menyesatkan masyarakat. Bahkan dikhawatirkan dapat memperdaya pasien dengan metode yang tidak pantas.
Hal ini juga dinilai dapat mencederai etika, adab, serta petunjuk berdoa dalam ajaran Islam. Dia kembali menegaskan agama punya aturan terkait adab dan tata cara berdoa.
"Mencampurkan kalimat mulia dengan kata-kata yang tidak pantas itukan mencederai nilai-nilai prinsip agama. Dalam hal ini agama memiliki aturan yang jelas terkait adab dan tata cara berdoa," ujar Marsuki dalam videonya bersama Risal, Senin (31/3).
Dia mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih tempat konsultasi maupun pengobatan. Serta memastikan metode yang digunakan tidak menyimpang dari syariat.
"Kami bukan berarti menghalang-halangi mata pencaharian orang, namun kami sangat sayangkan caranya. Kami mengingatkan pentingnya menjaga adab dalam penggunaan doa, terutama ketika disampaikan kepada masyarakat luas," bebernya.
"Saya telah bertemu Risal dan (dia) telah meminta maaf ke publik. Allah saja bisa memaafkan, apalagi kita sesama manusia, kita mengambil hikmah bahwa siapapun bisa berbuat salah dan khilaf," sambung Fadhlullah.
Simak Video "Video Viral Dukun di Sulsel Bikin Mantra Tak Senonoh-Ritual Diduga Mirip Salat"
(asm/hsr)