Ular Piton 7 Meter Lilit Anjing Liar di Konsel, Langsung Dibunuh Warga

Sulawesi Tenggara

Ular Piton 7 Meter Lilit Anjing Liar di Konsel, Langsung Dibunuh Warga

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Senin, 23 Mar 2026 21:00 WIB
Seekor ular piton sepanjang 7 meter ditemukan melilit anjing liar di Konawe Selatan.
Foto: Seekor ular piton sepanjang 7 meter ditemukan melilit anjing liar di Konawe Selatan. (Dok. Istimewa)
Konawe Selatan -

Seekor ular piton sepanjang 7 meter ditemukan melilit anjing liar di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra). Ular itu langsung dibunuh warga dengan cara dipotong kepalanya.

"Langsung dibunuh ularnya, dipotong bagian kepalanya. Setelah diukur, panjangnya sekitar 7 meter lebih," kata warga Haikal kepada detikcom, Senin (23/3/2026).

Ular itu ditemukan warga di Desa Wawosunggu, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sultra pada Kamis (19/3) malam. Insiden itu sempat membuat panik warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya ini omku dia kaget karena ada anjing berteriak di belakang rumahnya," bebernya.

Haikal mengatakan pamannya kemudian bergegas mengecek sumber suara tersebut karena curiga terjadi sesuatu. Pamannya pun menemukan anjing tersebut yang sudah dililit anjing.

ADVERTISEMENT

"Kemudian dia pergi di belakang rumahnya, dia langsung lihat itu anjing sudah dililit ular piton," ujarnya.

Saat ditemukan, kondisi anjing tersebut sudah tidak berdaya karena terlilit kuat oleh tubuh ular. Warga yang melihat kejadian itu langsung berusaha memberikan pertolongan.

"Anjingnya sudah dililit kuat sekali, jadi langsung minta bantuan warga lain. Tapi anjingnya masih hidup," ungkapnya.

Sejumlah warga kemudian berdatangan setelah mendengar teriakan minta tolong dari lokasi kejadian. Mereka bersama-sama berupaya mengevakuasi dan melumpuhkan ular piton tersebut.

"Warga langsung kumpul untuk bantu tangkap ular itu supaya tidak membahayakan," jelas Haikal.

Setelah berhasil dilumpuhkan, ular piton tersebut kemudian dibunuh oleh warga. Cara yang dilakukan yakni dengan memotong bagian kepala ular hingga putus.

"Ular itu dipotong kepalanya hingga putus. Kepalanya langsung dikubur di sekitar lokasi penemuan," ungkapnya.

Sementara bagian tubuhnya dibuang ke laut agar tidak menimbulkan bau menyengat. "Kepalanya dikubur dan badannya dibuang di laut," pungkasnya.




(ata/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads