8 Siswa SDN 1 Landono Konawe Selatan Diduga Keracunan Es Krim

Sulawesi Tenggara

8 Siswa SDN 1 Landono Konawe Selatan Diduga Keracunan Es Krim

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Jumat, 13 Feb 2026 18:00 WIB
ilustrasi keracunan
Foto: Dok.Detikcom
Konawe Selatan -

Sebanyak 8 siswa SD Negeri 1 Landono, Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga keracunan usai menyantap es krim. Para siswa membeli es krim itu dari penjual keliling.

"Hasil penyelidikan kami, anak-anak ini mengonsumsi es krim dari penjual keliling," ujar Kasatreskrim Polres Konawe Selatan AKP Laode M. Jefri Hamzah kepada detikcom, Jumat (13/2/2026).

Peristiwa itu terjadi di SD Negeri 1 Landono pada Selasa (10/2) sekitar pukul 10.00 Wita. Para orang tua langsung membawa anaknya ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orang tua siswa ini membawa anak-anaknya ke Puskesmas Landono setelah mengalami gejala," ujarnya.

Dia mengungkapkan para siswa mengalami mual dan muntah setelah makan es krim yang dibeli dari penjual keliling. Keluhan itu muncul hampir bersamaan sehingga orang tua segera menjemput anaknya dari sekolah.

ADVERTISEMENT

"Gejala yang dialami rata-rata mual dan muntah setelah mengonsumsi es krim," katanya.

Setibanya di Puskesmas Landono, para siswa langsung mendapatkan penanganan medis dari petugas kesehatan. Pemeriksaan berlangsung singkat karena kondisi korban cepat membaik.

"Penanganan tidak berlangsung lama dan anak-anak dinyatakan pulih. Semua siswa (8 orang dari kelas II dan III) sudah kembali ke rumah tanpa keluhan lanjutan," ucapnya.

Polisi menduga penyebab keracunan berkaitan dengan higienitas es krim atau proses pembuatan yang tidak sesuai standar kesehatan. Penelusuran terhadap penjual es krim keliling masih dilakukan.

"Dugaannya es krim yang dikonsumsi tidak steril. Kami masih mengumpulkan informasi terkait penjual es krim tersebut," ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, orang tua diimbau lebih mengawasi jajanan anak di sekolah. Koordinasi dengan pihak kesehatan juga terus dilakukan untuk pemantauan lebih lanjut.

"Kami mengimbau orang tua agar mengingatkan anak-anak tidak jajan sembarangan," pungkasnya.




(hsr/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads