Puasa Syawal Berapa Hari? Ini Penjelasan Lengkap serta Bacaan Niatnya

Puasa Syawal Berapa Hari? Ini Penjelasan Lengkap serta Bacaan Niatnya

Puspita Dian Sukmawati Zuhri - detikSulsel
Minggu, 22 Mar 2026 21:30 WIB
Ilustrasi puasa
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Makassar -

Umat Islam dapat melakukan puasa Syawal sebagai salah satu amalan sunnah setelah merayakan Idul Fitri. Hal ini membuat banyak orang mulai mencari informasi terkait puasa sunnah tersebut setelah Lebaran.

Berbeda dengan puasa Ramadhan yang berlangsung selama satu bulan, puasa ini hanya dilaksanakan selama beberapa hari. Lantas, berapa hari puasa Syawal sebaiknya dilakukan?

Untuk mengetahui jawabannya, simak informasi mengenai durasi waktu pelaksanaan puasa Syawal serta bacaan niatnya berikut ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puasa Syawal Berapa Hari?

Mengutip buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ust Abdul Faqih Ahmad Abdul Wahid, puasa Syawal dikerjakan sebanyak 6 hari. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

ADVERTISEMENT

"Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu diikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka seolah ia telah berpuasa setahun penuh." (HR. Bukhari dan Muslim)

Pelaksanaan puasa Syawal dimulai tepat setelah perayaan Idul Fitri, yakni terhitung sejak tanggal 2 hingga 7 Syawal.

Hari Raya Idul Fitri tahun 2026 atau 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Dengan demikian, umat Islam bisa mengawali puasa sunnah ini pada hari Minggu, 22 Maret 2026. Rangkaian puasa tersebut kemudian akan berakhir pada hari Jumat, 27 Maret 2026.

Apakah Puasa Syawal harus 6 Hari Berturut-turut?

Melansir Majelis Ulama Indonesia (MUI), puasa Syawal tidak harus dilakukan secara tersambung atau 6 hari berturut-turut. Hal ini dijelaskan oleh Imam al-Nawawi dalam karyanya al-Majmu' Syarh al-Muhadzab:


قَالَ أَصْحَابُنَا يُسْتَحَبُّ صَوْمُ سِتَّةِ أَيَّامٍ مِنْ شَوَّالٍ لِهَذَا الْحَدِيثِ قَالُوا وَيُسْتَحَبّبُّ ان يصومها متتابعة فِي أَوَّلِ شَوَّالٍ فَإِنْ فَرَّقَهَا أَوْ أَخَّرَهَا عن أول شَوَّالٍ جَازَ وَكَانَ فَاعِلًا لِأَصْلِ هَذِهِ السُّنَّةِ لِعُمُومِ الْحَدِيثِ وَإِطْلَاقِهِ وَهَذَا لَا خِلَافَ فِيهِ عِنْدَنَا وَبِهِ قَالَ أَحْمَدُ وداود

Artinya: "Pengikut madzhab al-Syafi'i (yang merupakan sahabatku dalam permasalahan fikih) memandang sunnah hukumnya berpuasa enam hari di bulan Syawal karena hadits di atas. Mereka juga berpendapat kesunnahan tersebut baiknya dilaksanakan secara berurutan di awal Syawal.

Bila ada orang yang memilih melaksanakannya secara acak atau memilih berpuasa di akhir bulan Syawal, maka itu boleh-boleh saja, dan orang tersebut dianggap mengamalkan inti sunnah Nabi karena mengacu pada hadits yang umum, tidak spesifik (di mana Nabi tidak menjelaskan enam hari tersebut apakah harus berurutan atau tidak, juga tidak menjelaskan apakah harus di awal atau di akhir). (al-Nawawi, al-Majmu' Syarh al-Muhadzab, juz 6, hlm 379)

Kendati demikian, melansir laman NU Online, pelaksanaan puasa Syawal tanpa dipisah-pisah atau bersambung lebih utama. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam Abu Al-Husain Yahya bin Abil Khair bin Salim Al-Umrani Al-Yamani dalam salah satu karyanya:

يُسْتَحَبُّ لِمَنْ صَامَ رَمَضَانَ أَنْ يَتَّبِعَهُ بِست مِنْ سَوَّالٍ وَالْمُسْتَحَبُّ أَنْ يَصُوْمَهَا مُتَتَابِعَةً، فَإِنْ صَامَهَا مُتَفَرِّقَةً جاز

Artinya: "Disunnahkan bagi orang yang puasa di bulan Ramadhan untuk meneruskan dengan puasa enam hari dari bulan Syawal. Dan (praktik) yang dianjurkan, yaitu dengan berpuasa Syawal secara terus-menerus, dan jika puasa dengan cara terpisah, maka diperbolehkan."

Dengan demikian, umat Islam diperbolehkan melaksanakan puasa Syawal secara terpisah atau tidak berurutan sepanjang masih dalam bulan Syawal. Meski demikian, menunaikan ibadah puasa enam hari ini secara berturut-turut tetap dianggap lebih utama.

Niat Puasa Syawal

Sebagaimana dijelaskan di atas, puasa Syawal bisa dilakukan secara berurutan atau terpisah. Oleh karena itu, terdapat perbedaan niat puasa Syawal yang akan dibaca sesuai metode pelaksanaan.

Berikut bacaan niatnya yang dikutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI):

1. Niat Puasa Syawal 6 Hari Berurutan

Umat Islam yang ingin melafalkan niat sejak malam hari mula serta berurutan selama enam hari dapat membaca niat sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adai sittatin min syawwal lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta'ala."

2. Niat Puasa Syawal Tidak Berurutan

Bagi muslim yang hendak melafalkan niat sedari malam tapi tidak berpuasa secara berurutan, lafal niatnya sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ للهِ تعالى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i sunnatis Syawwal lillaahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT."

3. Niat Puasa Syawal Dibaca Pagi Hari

Bagi umat Islam yang ingin mulai berpuasa mendadak saat itu juga karena belum makan dan minum hingga siang hari, berikut adalah bacaan niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لللهِ تعالى

Arab Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an adaa'i sunnatis Syawwaal lillaahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT."

Nah, itulah informasi mengenai durasi waktu pelaksanaan puasa Syawal lengkap dengan niat puasanya. Semoga membantu, detikers!



(urw/urw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads