Doa Ziarah Kubur Orang Tua: Bacaan Lengkap Arab-Latin dan Artinya

Doa Ziarah Kubur Orang Tua: Bacaan Lengkap Arab-Latin dan Artinya

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Minggu, 22 Mar 2026 19:30 WIB
Doa Ziarah Kubur Orang Tua
Ilustrasi ziarah kubur ke makam orang tua (Foto: Fuad Hasim/detikcom)
Makassar -

Ziarah kubur merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Aktivitas ziarah kubur dilakukan untuk mendoakan orang-orang yang telah lebih dahulu berpulang, sekaligus menjadi pengingat kematian bagi yang masih hidup.

Bagi seorang anak, momen menziarahi makam orang tua menjadi kesempatan untuk mengenang, mengirimkan doa terbaik, serta memohonkan ampunan kepada Allah SWT. Melalui doa yang dikirimkan, terselip harapan terbaik bagi orang tua yang telah wafat agar mendapat rahmat dan ampunan Allah, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Lantas bagaimana doa ziarah kubur untuk orang tua? Apakah ada tuntunan khusus dalam Islam mengenai bacaannya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doa Ziarah Kubur Orang Tua

Doa Ziarah Kubur Orang Tua 1

Dalam ajaran Islam, tidak terdapat doa ziarah kubur yang dikhususkan untuk orang tua. Namun terdapat doa ziarah kubur yang diajarkan oleh Rasulullah. Meskipun tidak dikhususkan untuk orang tua, doa ini juga dapat dibaca saat berziarah ke makam orang tua.

Menukil laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rasulullah menganjurkan mengucap salam ketika memasuki area pemakaman dengan membaca doa berikut:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ غَدًا مُؤجَّلُونَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

Arab Latin: Assalaamu'alaikum daara qaumin mu'miniin, wa ataakum ma tuu'adun godaan mu'ajjaluun, wa inna insya-Allahu bikum laahiquun.

Artinya: "Semoga keselamatan atas kalian wahai para penghuni (kuburan) dari kaum mukminin. Apa yang dijanjikan Allah kepada kalian niscaya akan kalian dapati esok (pada hari kiamat), dan kami Insya Allah akan menyusul kalian."

Doa Ziarah Kubur Orang Tua 2

Dalam buku Syarah Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi dijelaskan bahwa Rasulullah SAW ketika keluar ke makam Baqi mengucapkan doa berikut:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ غَدًا مُوْجَلُونَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُونَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَهْلِ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ

Arab Latin: Assalaamu'alaikum daaraa qaumin mu'miniin, wa ataakum maa tuu'aduuna ghadan mu'ajjaluun, wa innaa in syaa'allaahu bikum laahiquun, Allahummaghfir li 'ahli baqii'il-gharqad.

Artinya: "Semoga keselamatan senantiasa tercurah pada kalian, wahai orang-orang yang beriman. Telah datang kepada kalian apa yang dijanjikan kepada kalian besok, dan telah ditetapkan waktu bagi kalian. Sesungguhnya kami Insya Allah akan menyusul kalian. Ya Allah, ampunilah para penghuni Baqi' Gharqad."

Doa Ziarah Kubur Orang Tua 3

Untuk versi pendek, berikut doa ziarah orang tua yang dapat dibaca. Doa ini dipanjatkan untuk memohon keringanan siksa kubur bagi orang tua.

Berikut ini bacaan doanya sebagaimana dikutip dari laman PCNU Ponorogo:

اللَّهُمَّ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ لَا تُعَذِّبْ هَذَا الْمَيِّتْ

Arab Latin: Allaahumma bihaqqi Sayyidina Muhammadin wa aali Muhammadin laa tu'adzdzib haadzal mayyit.

Artinya: Ya Allah, demi hakikat keagungan Baginda Nabi Muhammad SAW dan keluarga Nabi Muhammad SAW janganlah engkau siksa penghuni kubur ini.

Doa Ziarah Kubur Orang Tua 4

Doa lainnya yang juga dapat dibaca ketika berziarah ke makam orang tua adalah sebagai berikut, sebagaimana disadur dari laman PPPA Daarul Qur'an:

ا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا

Arab Latin: Allaahummaghfir lil muslimiina wal muslimaat, wal mukminiina wal mukminaat, al-ahyaa'i minhum wal amwaat, min masyaariqil ardhi ilaa maghaaribihaa, barrihaa wa bahrihaa, khushūshan ilaa aabaa'inaa, wa ummahaatinaa, wa ajdaadinaa, wa jaddaarinaa, wa asaatidzatinaa, wa mu'allimiinaa, wa li man ahsana ilainaa, wa li ashhaabil huquqi 'alaynaa.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami."

Tata Cara Ziarah Kubur

Setelah mengetahui bacaan doa ziarah kubur yang dapat diamalkan Ketika menziarahi makam orang tua, perlu juga memahami tata cara ziarah kubur yang sesuai tuntunan.

Berikut ini panduan ziarah kubur sebagaimana dikutip dari buku "Panduan Ziarah Kubur" karya Sutejo Ibnu Pakar:

1. Mengucapkan Salam

Umat Islam dianjurkan untuk mengucapkan salam ketika memasuki area kuburan. Adapun salam yang diucapkan adalah sebagai berikut:

السّلامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ أَنْتُمْ لَنَا فَرْطُ وَنَحْنُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُوْنَ

Arab Latin: Assalâmu 'alâ ahlid diyâr, minal mu'minîna wal muslimîn, antum lanâ farthun, wa nahnu insyaallahu bikum lâhiqûn.

Artinya: "Salam atas para penghuni kubur, mukminin dan muslimin, engkau telah mendahului kami, dan insya Allah kami akan menyusulmu.

2. Membaca Surah Pendek

Saat berziarah, dianjurkan untuk membaca surah-surah pendek. Adapun surah pendek yang dianjurkan untuk dibaca yakni:

Surah Al-Qadar (7 kali)

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝١
innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatulqadar.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ۝٢
wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr
Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu?

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ۝٣
lailatul-qadri khairum min alfi syahr
Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan.

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ۝٤
tanazzalul-malâ'ikatu war-rûḫu fîhâ bi'idzni rabbihim, ming kulli amr
Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

سَلٰمٌۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِࣖ ۝٥
salâmun hiya ḫattâ mathla'il-fajr
Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.

Surah Al-Fatihah (3 kali)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ۝١
bismillâhir-raḫmânir-raḫîm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ۝٢
al-ḫamdu lillâhi rabbil-'âlamîn
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ۝٣
ar-raḫmânir-raḫîm
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ۝٤
mâliki yaumid-dîn
Pemilik hari Pembalasan.

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ۝٥
iyyâka na'budu wa iyyâka nasta'în
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ۝٦
ihdinash-shirâthal-mustaqîm
Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ ۝٧
shirâthalladzîna an'amta 'alaihim ghairil-maghdlûbi 'alaihim wa ladl-dlâllîn
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.

Surah Al-Falaq (3 kali)

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ۝١
qul a'ûdzu birabbil-falaq
Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh)

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ۝٢
min syarri mâ khalaq
dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ۝٣
wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab
dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ۝٤
wa min syarrin-naffâtsâti fil-'uqad
dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَࣖ ۝٥
wa min syarri ḫâsidin idzâ ḫasad
dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."

Surah An-Nas (3 kali)

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ۝١
qul a'ûdzu birabbin-nâs
Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan manusia,

مَلِكِ النَّاسِۙ ۝٢
malikin-nâs
raja manusia,

اِلٰهِ النَّاسِۙ ۝٣
ilâhin-nâs
sembahan manusia

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ۝٤
min syarril-waswâsil-khannâs
dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ۝٥
alladzî yuwaswisu fî shudûrin-nâs
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِࣖ ۝٦
minal-jinnati wan-nâs
dari (golongan) jin dan manusia."

Surah Al-Ikhlas (3 kali)

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ۝١
qul huwallâhu aḫad
Katakanlah (Nabi Muhammad), "Dialah Allah Yang Maha Esa.

اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ۝٢
allâhush-shamad
Allah tempat meminta segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ۝٣
lam yalid wa lam yûlad
Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌࣖ ۝٤
wa lam yakul lahû kufuwan aḫad
serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."

Ayat kursi (3 kali)

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ۝٢٥٥

allâhu lâ ilâha illâ huw, al-ḫayyul-qayyûm, lâ ta'khudzuhû sinatuw wa lâ na'ûm, lahû mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, man dzalladzî yasyfa'u 'indahû illâ bi'idznih, ya'lamu mâ baina aidîhim wa mâ khalfahum, wa lâ yuḫîthûna bisyai'im min 'ilmihî illâ bimâ syâ', wasi'a kursiyyuhus-samâwâti wal-ardl, wa lâ ya'ûduhû ḫifdhuhumâ, wa huwal-'aliyyul-'adhîm

Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.

3. Membaca Doa

Saat melakukan ziarah kubur, terdapat doa yang dianjurkan untuk dibaca sebanyak 4 kali. Berikut ini bacaan doa ziarah kubur tersebut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ أَنْ لَا تُعَذِّبَ هَذَا الْمَيِّتِ

Arab Latin: Allahumma innî as-aluka bihaqqi Muhammadin wa âli Muhammad an lâ tu'adzdziba hâdzal may-yit.

Artinya: "Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad janganlah azab penghuni kubur ini."

Setelah membaca doa tersebut, dapat dilanjutkan dengan membaca doa ziarah kubur untuk orang tua.

4. Meletakkan Tangan di Atas Kuburan

Katika selesai membaca doa, letakkan tangan di atas kuburan. Berikut doa yang dapat dibaca saat sedang meletekkan tangan:

اللَّهُمَّ ارْحَمْ غُرْبَتَهُ، وَصِلْ وَحْدَتَهُ، وَأَنِسٌ وَحْشَتَهُ، وَآمِنْ رَوْعَتَهُ، وَأَسْكِنْ إِلَيْهِ مِنْ رَحْمَتِكَيَسْتَغْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةٍ مِنْ سِوَاكَ، وَالْحِقْهُ بِمَنْ كَانَ يَتَوَلاهُ

Artinya: Allahumarham ghurbatahu, wa shil wahdatahu, wa anis wahsyatahu, wa amin raw'atahu, wa askin ilayhi min rahmatika yastaghni biha 'an rahmatin min siwaka, wa alhighu biman kama yatawallahu.

Artinya: Ya Allah, kasihi keterasingannya, sambungkan kesendiriannya, hiburlah kesepiannya, tenteramkan kekhawatirannya, tenangkan ia dengan rahmat-Mu.

Demikianlah bacaan doa ziarah kubur orang tua, lengkap dengan panduan tata cara ziarah kubur. Semoga bermanfaat!



(urw/urw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads