Hari Raya Idul Fitri adalah momen istimewa bagi umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh. Selain melaksanakan sholat Idul Fitri, terdapat beberapa sunnah lainnya yang menyertai pelaksanaannya.
Salah satu yang dianjurkan adalah mandi Idul Fitri sebelum berangkat ke masjid/lokasi sholat.
Mandi Idul Fitri ini menjadi bentuk penyucian diri sebagai upaya umat Islam dalam meraih kesempurnaan ibadah. Lantas, seperti apa niat dan tata cara mandi Idul Fitri yang benar?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana pula hukum mandi Idul Fitri menurut para ulama? Simak penjelasan lengkap mengenai hukum, bacaan niat, dan tata cara mandi wajib Idul Fitri berikut ini!
Hukum Mandi Idul Fitri
Menukil buku Fikih Sunnah Jilid 1 karya Sayyid Sabiq, hukum mandi pada Hari Raya Idul Fitri adalah sunnah menurut para ulama. Kendati demikian, tidak ditemukan hadits shahih yang menjelaskan kesunnahan amalan tersebut.
Pengarang kitab al-Badar al-Munir mengatakan, seluruh hadits yang membahas tentang mandi pada hari raya adalah dha'if. Namun, terdapat sejumlah riwayat dari para sahabat yang menyebutkan bahwa mandi pada hari raya merupakan sunnah, dan hal itu dinilai cukup sebagai landasan hukum.
Dalam buku 71 Doa Harian: Disertai Doa-doa Ibadah Lengkap karya KHM Yusuf Chudlori, disebutkan bahwa mandi Idul Fitri termasuk sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Pendapat ini didasarkan pada hadits berikut:
عَنِ الْفَاكِهِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَغْسِلُ يَوْمَ عَرَفَةَ وَيَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ. (رواه عبد الله بن احمد)
Artinya: Dari Fakih bin Sa'di, Nabi SAW mandi pada hari Jumat, hari Arafah, pada Idul Fitri dan Idul Adha. (Hr Abdullah bin Ahmad)
Adapun mandi wajib pada pelaksanaan sholat Idul Fitri dilakukan bagi seseorang yang dalam keadaan setelah berhubungan suami istri, setelah haid, atau sebab lainnya yang menyebabkan hadas besar.
Niat Mandi Sunah dan Wajib Idul Fitri
Disadur dari Buku Praktis Ibadah oleh Irwan, Ahmad Jafar, dan Husain, niat mandi Idul Fitri yang dapat dibaca baik perempuan maupun laki-laki adalah:
نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الفِطْرِى سُنَّةَ اللَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu ghusla 'iidil-fithri sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat mandi Idul Fitri sunnah karena Allah taʼala."
Bagi yang sedang dalam keadaan junub atau baru selesai dari masa haid, maka dapat membaca niat wandi wajib berikut sebagaimana dikutip dari buku Pendidikan Islam Informal yang disusun oleh Dra Romlah, berikut niat mandi wajib Lebaran:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الاَ كَبَرِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardlal lillaahi ta'aalaa
Artinya: Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar fardu karena Allah.
Tata Cara Mandi Idul Fitri
Tata cara mandi sunnah Idul Fitri pada dasarnya sama dengan mandi wajib. Merujuk pada laman resmi Kementerian Agama RI, berikut panduan yang dapat diikuti dalam melaksanakan mandi Idul Fitri:
- Membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali;
- Membersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel di tubuh;
- Berwudhu dengan sempurna sebagaimana wudhu untuk sholat;
- Mengguyur kepala sampai tiga kali, sambil membaca niat mandi Idul Fitri yang telah disebutkan di atas;
- Mengguyur seluruh tubuh, dimulai dari bagian kanan sebanyak tiga kali, kemudian dilanjutkan bagian kiri sebanyak tiga kali;
- Menggosok seluruh tubuh, baik bagian depan maupun belakang sebanyak tiga kali;
- Memastikan air mengalir ke seluruh lipatan kulit dan pangkal rambut. Hindari menyentuh kemaluan setelah berwudhu, namun jika tersentuh, disarankan untuk berwudhu kembali.
Sunnah Sholat Idul Fitri Lainnya
Selain mandi, terdapat beberapa sunnah sholat Idul Fitri lainnya yang dianjurkan bagi umat muslim. Dikutip dari buku 'Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet' oleh Ibnu Watiniyah, Sunnah-sunnah tersebut meliputi:
1. Melantunkan takbir. Amalan dini dapat dilakukan sejak terbenamnya matahari Hari Raya Idul Fitri dan berakhir ketika imam memulai sholat.
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ١٨٥
Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS al-Baqarah [2]: 185)
Adapun bacaan takbirnya, yaitu:
اللهُ أَكْبَرُ (۳) لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الحمدُ اللهُ أَكْبَرْ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً
2. Mandi, dengan diniatkan untuk mengerjakan salat Idul Fitri.
3. Berangkat pagi-pagi. Amalan ini dianjurkan bagi jemaah. Bagi imam disunahkan berangkat ketika salat hendak dikerjakan.
4. Berhias diri dengan memakai parfum, pakaian yang bagus, memotong kuku, serta menghilangkan bau yang tidak sedap.
5. Menempuh jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang.
6. Makan terlebih dahulu sebelum berangkat sholat Idul Fitri.
7. Tahniah atau bergembira atas datangnya hari raya disertai dengan berjabat tangan.
8. Salat di dalam masjid jika bisa memuat seluruh kaum muslimin di sekitar tempat itu. Jika tidak muat maka sholat dapat dikerjakan di tempat yang lapang yang dapat memuat seluruh Jemaah seperti lapangan, alun-alun dan lain-lain.
