Renungan Harian Katolik Kamis 19 Maret 2026: Ya Tuhan, Aku Taat

Renungan Harian Katolik Kamis 19 Maret 2026: Ya Tuhan, Aku Taat

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Kamis, 19 Mar 2026 07:00 WIB
Renungan Harian Katolik
Ilustrasi renungan (Foto: pngfree)
Makassar -

Renungan harian Katolik menjadi salah satu sarana bagi umat untuk merenungkan sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui renungan ini, umat diajak untuk semakin memahami pesan Injil serta menghidupinya dalam tindakan nyata.

Renungan harian Katolik Kamis, 19 Maret 2026, mengajak umat beriman untuk merenungkan makna ketaatan kepada Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. melalui renungan hari ini, umat Katolik diajak untuk meneladani sikap taat yang lahir dari iman dan kepercayaan penuh kepada kehendak Tuhan.

Renungan hari ini mengangkat tema "Ya Tuhan, Aku Taat" dikutip dari buku Renungan Tiga Titik yang ditulis oleh Johanna Kemal. Nah, secara lengkap artikel ini menyajikan:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. Bacaan dan renungan Katolik Kamis, 19 Maret 2026 berdasarkan kalender liturgi;
  2. Teks mazmur tanggapan
  3. Teks doa penutup;

Yuk, simak selengkapnya!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 19 Maret 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

ADVERTISEMENT

Bacaan I: 2 Sam 7:4-4a.12-14a.16

Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian:

"Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami?

Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.

Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.

Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia.

Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."

Mazmur Tanggapan: Mzm 89:2-3.4-5.27.29

Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.

Engkau telah berkata: "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:

Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun." Sela

Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya TUHAN, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaah orang-orang kudus.

Akupun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.

Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit.

Bacaan II: Rm 4:13.16-18.22

Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.

Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, ?

seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" ?di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.

Bacaan Injil: Mat 1:16-18-21.24a

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

Renungan Hari Ini: Ya Tuhan, Aku Taat

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. (Mat. 1:24a)

Tidak ada satu kata pun yang tercatat dari mulut Yusuf dalam Kitab Suci. Namun keheningan itu justru menjadi suara paling lantang tentang iman. Tidak ada alasan bagi Yusuf untuk percaya, namun ia tetap melakukan apa yang disampaikan malaikat Tuhan kepadanya dalam mimpi.

Malam-malam, Yusuf diliputi kegelisahan. Tunangannya, Maria, mengandung sebelum mereka hidup bersama. Menurut tradisi Yahudi, seorang perempuan yang dianggap berbuat zina, bisa dihukum rajam.

Yusuf tahu betapa berat risiko yang menanti Maria. Ia sempat berencana meninggalkan Maria secara diam-diam demi menjaga martabatnya.

Namun, sebuah mimpi mengubah niat awalnya. Malaikat Tuhan berkata, "Jangan takut mengambil Maria sebagai istrimu." Yusuf pun taat, meski hatinya koyak dan pikirannya penuh tanda tanya.

Ketaatan dalam ketidakpastian itu juga dialami dalam kehidupan nyata. Saya sendiri pernah merasakannya ketika ditunjuk menjadi pemimpin redaksi majalah paroki.

Saat itu, saya merasa seolah berjalan di tempat yang tidak tampak. Saya tidak memiliki latar belakang sastra atau jurnalistik. Namun, ketika pastor meminta saya memimpin, saya mengiyakan dengan taat dan satu keyakinan: Tuhan Yesus akan menyertai saya. Empat tahun perjalanan itu penuh tantangan di masa-masa pandemi.

Sindiran, sikap cuek dari senior dan banyak hambatan lain, harus saya hadapi dengan sabar. Namun, setiap kali hati saya goyah, saya datang kepada Tuhan dan berdoa, "Tuhan, kuatkanlah saya dalam menjadi pewarta kebaikan-Mu melalui majalah ini." Perlahan, saya melihat bahwa penyertaan-Nya memang nyata. Ada beberapa orang yang setia menolong hingga majalah dapat terbit tepat waktu, meski secara manusiawi terasa mustahil.

Mungkin mirip dengan Abraham yang dijanjikan keturunan sebanyak bintang di langit ketika dia sedang berjalan-jalan di pantai. Bagaimana mungkin, karena Sara, istrinya sudah lanjut usia. Sesuatu yang tidak mungkin menurut pikiran manusia, tetapi mungkin bagi Allah. Allah menyatakan kebesaran-Nya justru dalam hal-hal yang tampak mustahil dan di luar logika.

Tuhan seringkali mengajak kita melangkah tanpa alasan yang jelas. Meski tidak ada alasan bagi kita untuk percaya, iman sejati mengajak kita berkata, "Ya Tuhan, aku taat."

Doa Penutup

Tuhan Yesus, berilah kami iman yang lebih dalam lagi kepada-Mu untuk tetap melaksanakan apa yang menjadi kehendak-Mu, meskipun tidak ada alasan logis bagi kami untuk percaya. Tuhan, tambahkanlah iman kami. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Kamis, 19 Maret 2026. Tuhan memberkati kita!



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads