Penyaluran menu MBG di SMK Negeri 2 Pangkep yang berbuntut penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samalewa 01 disebabkan oleh susu yang langka. Pihak Yayasan Jalin Sinergi Indonesia yang menjadi mitra SPPG Samalewa 01 mengaku telah menyampaikan hal itu ke pihak sekolah.
"Kita sudah hubungi pihak sekolah, agar penyalurannya diundur besoknya karena susu yang langka. Tapi pihak sekolah mengatakan siap menunggu sampai malam," kata Perwakilan Yayasan Jalin Sinergi Indonesia, Muliati Noor kepada detikSulsel, Rabu (18/3/2026).
Muliati mengatakan, pihaknya baru bisa memastikan susu tiba sekitar pukul 16.00 Wita karena perjalanan dari Makassar. Pihaknya lalu menghubungi 6 sekolah untuk meminta penundaan penyaluran keesokan harinya, namun pihak SMK Negeri 2 Pangkep meminta agar menu tetap disalurkan meski sampai malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita beli (susu) di Makassar, perjalanan, tiba susu di dapur jam 16.00 Wita dikemas, kemudian dibawa. Hanya 1 sekolah (yang disalurkan), itu SMK 2 (karena) memang permintaannya untuk hari Jumat sore, katanya tidak apa-apa sampai malam," terangnya.
Dia menjelaskan, seluruh proses penyaluran MBG di SMK Negeri 2 Pangkep rampung sekitar pukul 19.00 Wita. Usai penyaluran, sebagian siswa tidak langsung pulang tapi masih tinggal bersama teman-temannya.
"Selesai distribusinya jam 7 malam, siswa buka puasa di sekolahnya. Pihak sekolah memang mau disalurkan tetap di hari Jumat itu, karena besoknya sudah libur dan susah mengumpulkan kembali siswa," ucapnya.
Muliati mengatakan, seluruh proses distribusi sampai malam tersebut diketahui oleh guru dan siswa sehingga tidak ada yang keberatan. Menurutnya, soal kelangkaan susu bukan hanya SPPG Samalewa 01 yang mengalaminya.
"Karena memang dia mereka untuk menunggu, kami sudah imbau agar distribusi ditunda besok saja. Itu tidak ada siswa yang keberatan," ujarnya.
"Kita sudah berupaya hadirkan susu tepat waktu, tapi karena kendala di (kelangkaan) susu dan bukan hanya satu dapur (yang telat distribusinya), di dapur-dapur yang lain juga kesulitan dengan susu," lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional SPPG Samalewa 01 di Kabupaten Pangkep. Penutupan ini buntut kejadian pembagian menu MBG yang molor hingga malam.
"Kami mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional SPPG terkait agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola distribusi, manajemen bahan baku, serta kesiapan operasional di lapangan," kata Wakil Ketua Nanik S Deyang yang dikutip dari siaran pers BGN, Minggu (15/3).
Kasus keterlambatan pembagian menu MBG oleh SPPG Samalewa 01 terjadi di SMK 2 Pangkep, Jumat (13/3). Para siswa yang datang ke sekolah sekitar pukul 13.00 Wita dibuat menunggu pembagian menu hingga malam.
Nanik menegaskan bahwa BGN memandang serius setiap gangguan dalam pelaksanaan program MBG karena menyangkut pelayanan langsung kepada para penerima manfaat di sekolah. Dia mengatakan, seluruh pelaksana lapangan wajib menjalankan SOP dalam aspek keamanan pangan dan ketepatan distribusi.
"Program MBG adalah program strategis negara yang menyangkut kepercayaan masyarakat. Karena itu setiap pelaksana di lapangan wajib menjalankan SOP secara disiplin, terutama dalam aspek keamanan pangan dan ketepatan distribusi," ujar Nanik.
Selain SPPG Samalewa 01, BGN juga menutup SPPG Sudiang 02, Kota Makassar dengan dugaan kelalaian dalam proses Quality Control (QC) dan kesiapan operasional distribusi di lapangan. Penutupan sementara kedua SPPG tersebut mulai Senin (16/3) hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Penghentian sementara operasional kedua SPPG tersebut berlaku mulai 16 Maret 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan sembari menunggu hasil investigasi lebih lanjut," begitu bunyi siaran pers tersebut.
Simak Video "Video Kepala BGN Pastikan Pengadaan Motor Trail Sesuai Aturan dan Transparan"
[Gambas:Video 20detik] (ata/sar)
