Renungan harian Katolik menjadi salah satu sarana bagi umat untuk merenungkan sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui renungan ini, umat diajak untuk semakin memahami pesan Injil serta menghidupinya dalam tindakan nyata.
Renungan hari ini mengangkat tema "Bangun dan Lakukanlah!" dikutip dari buku Renungan Tiga Titik yang ditulis oleh Yustina Kurniawati. Melalui renungan ini umat diajak untuk tidak hanya mendengarkan firman Tuhan, tetapi juga melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Iman yang sejati tidak berhenti pada kata-kata, melainkan diwujudkan melalui tindakan kasih, kebaikan, dan kepedulian terhadap sesama.
Nah, secara lengkap artikel ini menyajikan:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Bacaan dan renungan Katolik Selasa, 17 Maret 2026 berdasarkan kalender liturgi;
- Teks mazmur tanggapan
- Teks doa penutup;
Yuk, simak selengkapnya!
Renungan Harian Katolik Hari Ini 17 Maret 2026
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Bacaan I: Yeh 47:1-9,12
Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.
Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki.
Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang.
Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.
Lalu ia berkata kepadaku: "Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?" Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai.
Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.
Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."
Mazmur Tanggapan: Mzm 46:2-3,5-6,8-9
Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;
sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela
Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.
Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur.
Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi,
yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api!
Bacaan Injil: Yoh 5:1-16
Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.
Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu."
Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?"
Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.
Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."
Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.
Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.
Renungan Hari Ini: Bangun dan Lakukanlah!
"Tuan, aku tidak punya siapa-siapa untuk menurunkan aku ke kolam itu ketika airnya mulai teguncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." Kata Yesus kepadanya, "Bangunlah, angkatlah tikarmu dan berjalanlah." Pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tikarnya dan berjalan. (Yoh. 5:7-9)
Membaca Injil hari ini, saya membayangkan kondisi kolam Betesda yang penuh sesak dengan berbagai macam orang sakit yang berkumpul di sana. Mungkin ada yang menginap di sekitar kolam.
Mereka menantikan guncangan air agar bisa segera masuk ke dalamnya untuk mendapatkan kesembuhan. Orang lumpuh ini menanti selama 38 tahun, yang bukanlah waktu yang singkat untuk sembuh.
Ia mungkin sudah putus asa karena begitu banyak doa yang dipanjatkan, tapi tak kunjung mendapat jawaban Tuhan. Bahkan, orang terdekat seperti keluarga dan teman, tidak ada yang peduli atas ketidakberdayaan orang lumpuh tersebut untuk menemani dan berada di dekatnya.
Kondisi seperti ini masih terjadi sampai sekarang. Saya teringkat akan keluarga-keluarga Katolik yang hidup di daerah terpencil, seperti di Papua.
Mereka tidak berdaya. Mereka bukan lumpuh secara fisik, tapi lumpuh karena tidak bisa berbuat apa-apa, jikalau mereka sakit. Jarak tempuh untuk mencapai klinik berkilo-kilo meter dengan jalan kaki.
Ada gerakan kecil dimulai dari seorang pastor yang berinisiatif untuk merenovasi klinik St. Rafael di kota Nabire, Papua Tengah. Bangunan klinik sudah tidak layak.
Kota Nabire jaraknya kira-kira 340 km dari kota Timika melalui jalan darat. Lewat sepasang suami istri yang mau menyumbangkan seluruh hadiah pada acara ulang tahun perkawinan peraknya, dana renovasi klinik terkumpul.
Tuhan selalu memulai inisiatif untuk menolong orang-orang yang tidak berdaya lewat orang-orang yang diketuk hatinya. Sekarang renovasi klinik tersebut telah selesai dan semakin menjadi berkat untuk penduduk di sekitar yang datang berobat untuk mengalami kesembuhan.
Seperti Tuhan Yesus yang datang dan menyembuhkan orang lumpuh yang sudah terbaring selama 38 tahun, dengan berkata: "Bangunlah, angkatlah tikarmu dan berjalanlah." (Yoh. 5:8); demikianlah hendaknya kita pun seperti Yesus dan meninggalkan zona nyaman dan pergi mendapati orang-orang yang tidak berdaya.
Doa Penutup
Allah Bapa, firman-Mu hari ini mengingatkan kami bahwa semua kebaikan dan kasih dimulai dari diri-Mu. Ampunilah kami, karena sering tidak menyadari bahwa kami pun harus berbuat kasih kepada sesama yang membutuhkan. Bantulah kami ketika mengalami kesulitan. Kirimkanlah orang baik, agar kasih-Mu juga bisa dirasakan oleh orang-orang yang sedang membutuhkan pertolongan. Demikian doa ini kami sampaikan kepada-Mu, melalui Yesus Tuhan kami yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.
Demikian renungan harian Katolik Selasa, 17 Maret 2026. Semoga bermanfaat!
