Renungan Harian Katolik Kamis 12 Maret 2026: Berjalan Bersama Yesus

Renungan Harian Katolik Kamis 12 Maret 2026: Berjalan Bersama Yesus

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Kamis, 12 Mar 2026 08:00 WIB
Renungan harian Katolik Kamis, 12 Maret 2026
Ilustrasi renungan (Foto: Pixabay)
Makassar -

Renungan harian Katolik menjadi sarana bagi umat beriman untuk merenungkan sabda Tuhan dan memperdalam iman dalam kehidupan sehari-hari. Melalui renungan ini, umat diajak untuk memahami pesan Injil sekaligus menerapkannya dalam sikap dan tindakan.

Renungan hari ini mengangkat tema "Berjalan Bersama Yesus di Tengah Duka" dikutip dari buku Renungan Tiga Titik yang ditulis oleh Juliana Santoso. Tema ini mengajak umat untuk senantiasa setia mengikuti Tuhan, mempercayakan hidup kepada-Nya, serta tetap berpegang pada iman di tengah berbagai tantangan kehidupan.

Nah, secara lengkap artikel ini menyajikan:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. Bacaan dan renungan Katolik Kamis, 12 Maret 2026 berdasarkan kalender liturgi;
  2. Teks mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil;
  3. Teks doa penutup;

Yuk, simak selengkapnya!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 12 Maret 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

ADVERTISEMENT

Bacaan I: Yer 7:23-28

hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!

Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya.

Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus,

tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka.

Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau.

Sebab itu, katakanlah kepada mereka: Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka."

Mazmur Tanggapan: Mzm 95:1-2,6-7,8-9

Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita.

Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.

Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.

Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!

Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun,

pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

Bacaan Injil: Luk 11:14-23

Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak.

Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan."

Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.

Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.

Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.

Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.

Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.

Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.

Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."

Renungan Hari Ini: Berjalan Bersama Yesus

"Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan Aku, dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. (Luk. 11:23)

'Kehilangan' sering meninggalkan ruang kosong yang gelap di dalam hati. Empat tahun lalu, di tengah pandemi, aku kehilangan ayahku. Kami tinggal di kota yang berbeda dan jarang bertemu. Saat berita kepergiannya kudengar, aku bahkan tidak berada di Indonesia. Dunia seolah berhenti berputar, sebagian dari diriku ikut pergi bersamanya.

Penyesalan datang tanpa henti. Aku menyesal tidak sempat memeluknya di detik-detik terakhir. Aku menyesal karena ayahku baru menjadi Katolik di usia tuanya dan aku belum sempat mendampingi perjalanan imannya. Penyesalan itu begitu dalam. Aku sering datang ke makamnya, berbicara seolah ia ada, memintanya hadir walau hanya lewat mimpi. Ketika kupu-kupu masuk ke rumah, aku menganggap itu tanda kehadirannya. Malam-malam saat anjingku mengonggong, aku merasa ada bayangan ayah di dekatku. Tanpa sadar, rindu membuatku menunggu dan percaya bahwa ayahku akan hadir sebagai roh di sampingku, lalu aku bisa bercerita kepadanya tentang segala hal yang ingin kubagi.

Suatu hari, dalam pendalaman iman, romo menjelaskan bahwa iman Katolik tidak mengajarkan roh orang yang telah meninggal tinggal di sekitar kita (bdk. Ayub 7:9-10, 1Tes. 4:13-14). Bacaan Injil hari ini berkata bahwa Allah bekerja melalui terang dan kebenaran, bukan melalui kebingungan atau tanda-tanda yang menyesatkan. Yesus menegaskan tidak ada sikap netral dalam iman. "Siapa yang tidak bersama Aku, Ia melawan Aku." (Luk.11:23).

Sabda ini menyadarkanku, dalam duka, aku harus memilih berjalan bersama Yesus. Rindu dan kasih adalah anugerah, tetapi aku tidak perlu mencari kehadiran ayahku melalui tanda-tanda yang samar, melainkan memercayakan ayah sepenuhnya kepada Allah melalui doa.

Tuhan tidak meminta kita melupakan orang yang kita kasihi, melainkan meminta kita menyerahkan mereka kepada-Nya. Dalam penyerahan itu, kesedihan berubah menjadi damai dan rindu menjadi kenangan penuh kasih. Aku percaya ayahku damai bersama-Nya di surga.

Hari ini kita diajak memilih, ketika 'kehilangan' dan 'luka' datang, kita berjalan dalam terang Yesus atau tenggelam dalam penyesalan?

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajari kami untuk selalu bisa setia berjalan bersama terang-Mu. Dalam kehilangan dan duka, tuntunlah hati kami agar tidak tersesat dalam penyesalan atau mencari penghiburan yang keliru. Kami serahkan orang-orang yang kami kasihi ke dalam tangan-Mu. Sembuhkan penyesalan kami, pulihkan hati yang hancur dan tuntunlah kami berjalan bersama-Mu dalam iman dan pengharapan. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Kamis, 12 Maret 2026. Tuhan memberkati kita!




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads