- Teks Ceramah Nuzulul Quran yang Singkat dan Jelas 1. Muhasabah Nuzul Al-Qur'an: Ayo Membaca Al-Qur'an
- 2. Memaknai Nuzulul Qur'an
- 3. Kalau Mau Bahagia, Bacalah Al Qur'an
- 4. Memuliakan Kitab Al-Qur'an
- 5. Nuzulul Qur'an: Perkuat Tahsin, Tahfiz, Tafsir, Tadabbur, dan Tafakur
- 6. Nuzulul Qur'an Teguhkan Spirit Belajar, Memahami, dan Mengamalkan
- 7. Nuzulul Qur'an
Nuzulul Quran merupakan salah satu peristiwa penting yang selalu diperingati umat Islam di bulan Ramadhan. Peringatan Nuzulul Quran mengingatkan kembali tentang peristiwa pertama kalinya Al-Qur'an diturunkan ke Bumi sebagai petunjuk hidup bagi seluruh manusia.
Di Indonesia, peringatan Nuzulul Quran kerap diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, salah satunya ceramah atau tausiyah. Melalui ceramah tersebut, umat Islam diajak untuk memahami makna turunnya Al-Qur'an sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap kitab suci.
Bagi detikers yang mendapat kesempatan untuk menyampaikan ceramah, menyiapkan teks yang singkat dan jelas tentu sangat membantu. Ceramah singkat yang dibawakan sekitar 5-7 menit juga biasanya lebih mudah dipahami oleh jemaah yang mendengarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memudahkan, detikSulsel telah merangkum 7 teks ceramah Nuzulul Quran yang singkat dan jelas dari berbagai sumber. Yuk, disimak!
Teks Ceramah Nuzulul Quran yang Singkat dan Jelas
1. Muhasabah Nuzul Al-Qur'an: Ayo Membaca Al-Qur'an
Saat ini kita sudah melewati pertengahan Ramadhan, tepat 17 Ramadan 1442H. Tanggal ini dipahami sebagai waktu terjadinya peristiwa Nuzulul Qur'an (turunnya Al Qur'an).
Inti peringatan Nuzulul Qur'an adalah agar umat Islam mengambil hikmah/ibrah atas turunnya Al-Quran. Dengan begitu, umat diharapkan menjadi semakin dekat dengan Al-Qur'an, semakin rajin membaca, mentadabburi makna, dan mengamalkannya. Allah berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ
Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). (QS Al Baqarah: 185)
Peringatan Nuzulul Qur'an bukan sekedar perayaan. Momen ini diperingati dengan harapan melahirkan generasi yang cinta Al-Qur'an, yang mau membaca, mempelajari, mentadabbur dan mengamalkan kandungannya.
Sangat disayangkan, sampai saat ini masih banyak masyarakat yang tidak mampu membaca Al-Qur'an. Bukan hanya anak-anak, mereka yang sudah dewasa juga banyak yang belum bisa membaca Al-Qur'an.
Ayo belajar, karena tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur'an. Ayo bersahabat dengan Al-Qur'an. Caranya, dengan terus membaca dan mempelajarinya, tidak hanya dibaca ketika momen tertentu saja. Sehingga tidak ada jarak antara kita dan Al Qur'an.
Al-Quran adalah pedoman hidup umat Islam, obat penyejuk dan penenang hati. Setiap huruf yang dibaca, mendapat ganjaran pahala dari Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya."
2. Memaknai Nuzulul Qur'an
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an sehingga Ramadhan juga disebut Bulan Al-Qur'an. Al-Qur'an diturunkan pertama kali di Gua Hira oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad. Yang berupa Surat al-Alaq dari ayat 1-5:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Al-Qur'an merupakan kitab petunjuk yang memiliki keistimewaan. Al-Qur'an merupakan kitab penyempurna daripada kitab-kitab Allah yang diturunkan sebelumnya. Selain itu, Al-Qur'an juga sebagai mukjizat Nabi Muhammad.
Tak heran banyak masyarakat yang memperingatinya dengan cara beragam. Mulai kegiatan bersama di masjid atau musala, buka bersama, hingga mengkhatamkan Al-Qur'an.
Semua itu dilakukan dalam rangka menghormati turunnya Kalamullah berupa Al-Qur'an. Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mengingat sejarah dan menanamkan nilai-nilai Islam, khususnya pada anak-anak sebagai generasi selanjutnya.
Banyak sekali keistimewaan yang bisa kita dapatkan dari Al-Qur'an. Apalagi seseorang mau membaca dan mengamalkannya di Ramadhan. Di antara empat keistimewaan Al-Qur'an yaitu:
1. Menjadi pedoman, petunjuk, dan rahmat bagi manusia.
Di dalam menjalani kehidupan, agar manusia berada dalam kebenaran, maka manusia butuh pedoman dan petunjuk. Al-Qur'an adalah petunjuk Allah, oleh karenanya manusia harus menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk kehidupannya agar bisa hidup dengan baik dan nyaman. Allah berfirman:
هَٰذَا بَصَائِرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
Artinya: "(Al-Qur'an) ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini." (QS Al Jasiyah Ayat 20)
2. Menjadi obat bagi manusia.
Bahwa dalam waktu tertentu, terkadang manusia merasa kurang nyaman dalam hidupnya. Baik secara dhahir maupun batin. Ketidaknyamanannya itu membutuhkan pengobatan sesuai dengan penyakitnya. Al-Qur'an diturunkan Allah untuk menjadi obat bagi manusia yang merasa dalam hidupnya mengalami ketidaknyamanan. Allah berfirman:
وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Artinya: "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian." (QS. A-Isra/17: 82)
3. Menjadi pemelihara dan mempertahankan martabat kemanusiaan.
Al-Qur'an mengajarkan manusia bagaimana cara untuk mempertahankan martabat yang tinggi. Yakni, memelihara dan mempertahankannya dengan iman dan kebajikan. Hal ini diajarkan dalam ayat berikut:
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ
Artinya: "Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya." (QS At-Tin Ayat 6)
4. Pelajaran dan penerangan.
Al-Qur'an juga menjadi kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sebagai kitab untuk memberi penerangan bagi manusia. Berikut Surat Yasin Ayat 69:
وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ
Artinya: "Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang jelas," (QS. Yasin/36: 69)
5. Solusi masalah masyarakat.
Al-Qur'an juga diturunkan sebagai pemutus hukum dan pengangkat perselisihan serta pembeda antara yang hak dan batil. Mengingat banyaknya masalah yang muncul di kalangan masyarakat dari zaman Nabi sampai sekarang. Allah berfirman:
وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ إِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ ۙ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Artinya: "Dan Kami tidak menurunkan Kitab (Al-Qur'an) ini kepadamu (Muhammad), melainkan agar engkau dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan, serta menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (Surat An Nahl Ayat 64)
3. Kalau Mau Bahagia, Bacalah Al Qur'an
Membaca dan mengamalkan Al-Qur'an dapat membawa kita kepada kebahagiaan. Allah SWT berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ لِيُوَفِّيَهُمْ اُجُوْرَهُمْ وَيَزِيْدَهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّهٗ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an) dan melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi, 30. agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri. (QS Fathiir: 29-30)
Mari perbanyak membaca Al-Qur'an, apalagi saat Ramadan, bulan yang penuh keagungan dan kelebihan. Ulama terdahulu, misalnya Imam Malik r.a, meliburkan majelis ilmu selama Ramadan, supaya bisa fokus untuk Al-Qur'an dan ibadah lainnya. Hal ini juga dilakukan di Universitas Al-Azhar, Kairo. Imam As Syafi'i Rahimahullah juga mengkhatamkan Al-Qur'an berkali-kali selama Ramadan.
Mari hiasi Ramadhan dengan membaca Al-Qur'an. Peristiwa Nuzulul Qur'an tidak sekedar dirayakan secara seremonial, tapi dijadikan upaya membudayakan untuk membaca Al-Qur'an baik di rumah, kantor, masjid/musala, sekolah dan tempat kita bekerja.
Rasulullah bersabda, "Amalan puasa dan membaca Al-Qur'an akan memberi syafa'at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa'at kepadanya. Dan Al-Qur'an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa'at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa'at." [HR. Ahmad, Shahih At-Targhib: 1429]
Insya Allah, semakin sering membaca dan mengamalkan Al-Qur'an, semakin besar harapan kita untuk mendapatkan syafa'at dan keberkahan dari Al-Qur'an di hari kiamat. Ke depan, semoga tidak ada lagi generasi umat muslim Indonesia yang tidak bisa membaca Al-Qur'an.
Mulailah dari sekarang membaca Al-Qur'an. Al-Qur'an akan menenteramkan hati dan pikiran, sehingga kita menemukan kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup ini. Jangan biarkan Ramadan berganti hari tanpa ada bacaan Al-Qur'an. Sesibuk apapun targetkan pada Ramadan kali ini untuk mengkhatamkan membaca Al-Qur'an, minimal sekali.
4. Memuliakan Kitab Al-Qur'an
17 Ramadan ini belum ada kata terlambat untuk meraih pahala dibulan suci Ramadan. Membaca Al-Qur'an menjadi satu-satunya ibadah yang paling luar biasa. Ketika kita membaca setelah mengambil air wudhu, Allah akan memberikan pahala setiap satu huruf dengan 10 kebaikan.
Ada 3 unsur mengapa Al-Quran dianggap sebagai kitab paling suci. Pertama, Al-qur'an tidak pernah bertentangan dengan fitrah manusia.
Kedua, Al-Qur'an tidak pernah bertentangan dengan akal sehat manusia. Dan yang ketiga, Al-Qur'an dari sejak pertama diturunkan hingga saat ini, isinya tidak pernah berubah.
Tiga unsur inilah yang menjadikan Al-Quran sebagai kitab yang paling suci. Untuk itu, kita wajib memuliakan Al-Qur'an, karena kalau bukan kitab tersebut, saat ini kita masih hidup seperti di zaman jahiliyah, zaman yang penuh dengan kegelapan atau zaman kebodohan.
5. Nuzulul Qur'an: Perkuat Tahsin, Tahfiz, Tafsir, Tadabbur, dan Tafakur
Sebagai umat muslim, sudah sepatutnya menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dengan melewati beberapa tahapan dari membaca hingga memahami. Akan tetapi kenyataannya muslim di Indonesia belum sepenuhnya dapat membaca Al-Qur'an dengan benar.
Oleh karena itu, saya mengajak jamaah untuk memperkuat 5T dalam kehidupan.
Pertama, tahsin yang berarti membaca Al-Qur'an yang baik dan benar. Umat muslim kerap melakukan kesalahan dalam membaca Al-Qur'an baik dari segi makhrojul huruf (pelafalan huruf).
Tahapan kedua setelah tahsin adalah tahfiz. Ketika salat, hendaknya kita membaca banyak ayat Al-Qur'an yang jumlahnya 114 surat sehingga tidak selalu membaca Al-Ikhlas.
Ketiga, tafsir yang berarti menerjemahkan dan menafsirkan ayat Al-Qur'an. Setelah menghafal, hendaknya umat muslim mengetahui arti dan makna dari setiap ayat yang dibaca agar dapat lebih mudah memahami.
Keempat, tadabur yang berarti merenungi ayat Al-Qur'an. Dalam QS Al-Baqarah ayat 185 dijelaskan bahwa Al-Qur'an yang diturunkan pada bulan Ramadhan berisi petunjuk dan juga sebagai pembeda.
Kondisi sebelum Al-Qur'an diturunkan menunjukkan betapa manusia tidak dapat membedakan haq dan batil. Misalnya saja pada zaman jahiliyah, manusia kerap membunuh anak perempuan yang lahir karena merasa khawatir ketika anak perempuan tumbuh dan besar menjadi sumber kejahatan dunia.
Oleh karenanya, mentadaburi Al-Qur'an menjadi penting agar umat manusia mendapat informasi dan pelajaran berharga.
Tahap kelima ialah tafakur dan tafahum yang berarti berpikir dan memahami. Ayat-ayat Al-Qur'an itu harus dipikirkan dan dipahami. Ketika memahami isi Al-Qur'an akan lebih mudah mengimplementasinya.
6. Nuzulul Qur'an Teguhkan Spirit Belajar, Memahami, dan Mengamalkan
Dari sisi sejarah, proses turunnya Al-Qur'an berlangsung dalam dua tahap. Pertama, diturunkan secara sekaligus dari Sidratul Muntaha ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Qadr:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar."
Kedua, Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur dari langit dunia kepada Nabi Muhammad SAW sesuai dengan konteks dan kebutuhan umat. Menurut para ahli tafsir, wahyu pertama yang turun pada fase ini adalah Surah Al-'Alaq ayat 1-5:
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."
Susunan Al-Qur'an yang rapi seperti saat ini terjaga karena Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk menghafal dan mencatat wahyu. Tradisi hafalan dan transmisi bacaan itu berlangsung secara bersambung dari generasi ke generasi, sehingga keaslian Al-Qur'an tetap terpelihara.
Dari sisi ibadah, tilawah Al-Qur'an tidak sekadar membaca secara lisan. Firman Allah dalam Surah Al-'Ankabut ayat 45:
اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ
"Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar."
Secara etimologis, kata tilawah berarti mengikuti sesuatu secara dekat. Tilawah sendiri mencakup empat aspek.
Pertama, membaca Al-Qur'an sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw. yang diwariskan dari sahabat, tabi'in, hingga generasi sekarang.
Kedua, memahami kandungan Al-Qur'an melalui pendekatan tafsir bil ma'tsur-menafsirkan ayat dengan ayat dan hadits serta tafsir bil ra'yi. Mu'ti juga mengutip pandangan Fazlur Rahman yang menyebut Al-Qur'an memiliki karakter self explanation atau saling menjelaskan antarayat.
Ketiga, mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan pribadi. Membaca Al-Qur'an harus disertai muhasabah, yakni menilai diri ketika menjumpai perintah maupun larangan.
Keempat, mendakwahkan Al-Qur'an dengan membuktikan kebenarannya dalam kehidupan nyata. Ia mencontohkan Surah Al-Mujadilah ayat 11 yang menegaskan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang beriman dan berilmu.
7. Nuzulul Qur'an
Ketahuilah bahwa di dalam bulan Ramadhan ini semakin menjelang akhir maka semakin besar keutamaannya. Karena semakin akhir keutamaan di bulan Ramadhan ini banyak sekali mengandung keistimewaan dan keutamaan yang besar.
Salah satu peristiwa yang terjadi pada malam Ramadhan yang tidak boleh kita lupakan adalah Nuzulul Qur'an. Yakni peristiwa pertama kali turunnya Al-Qur'an.
Al-Qur'an ini diturunkan saat perang dunia pada malam Lailatul Qadar. Kemudian diturunkan secara berangsur-angsur. Sebagaimana sabda Nabi SAW Dan hadits riwayat Imam Thabrani:
"Riwayat dari Ibnu Abbas RA berkata: Al-Qur'an diturunkan pada malam Al-Qadar pada bulan Ramadhan di langit bumi sekaligus kemudian diturunkan secara berangsur-angsur."
Hadirin yang berbahagia,
Perlu kita ketahui, bahwa Al-Qur'an mulai diturunkan kepada Nabi ialah ketika Nabi berkhalwat di Gua Hira pada malam Senin, malam ke-17 Ramadhan tahun 41 dari tahun kelahiran Nabi SAW bertepatan dengan tanggal 6 Agustus 610 M. Penetapan malam Nuzulul Qur'an tanggal 17 Ramadhan ini berdasarkan keterangan Firman Allah SWT Surat Al-Anfal ayat 21:
إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ
"Jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, Yaitu di hari bertemunya dua pasukan".
Yang dimaksud hari bertemu dua pasukan adalah bertemunya tentara Islam dengan tentara Quraisy dalam pertempuran Badar yang terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriyah. Adapun ayat yang pertama kali turun ialah surat Al-'Alaq ayat 1-5 yang berbunyi
إِقْرَأْ بِسْمِ رَبِكَ الَّذِى خَلَقَ , خَلَقَ الِإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ , إِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ , الَّذِى عَلَّمَ بِالقَلَمِ , عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَالَمْ يَعْلَمْ ,
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmu lah yang Maha pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam,
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Setelah kita mengetahui proses dari Nuzulul Qur'an, maka hendaknya kita mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT limpahkan kepada kita yakni kenikmatan berupa petunjuk ke arah kebenaran dan semuanya telah terkandung di dalam al-Qur'an yang mulia itu.
Ketahuilah bawa Rasulullah SAW selalu menaruh perhatian kepada Al-Qur'an dengan sungguh-sungguh. Terutama pada bulan Ramadhan, Rasulullah SAW semakin tekun di dalam memperhatikan Al-Qur'an, mempelajari Al-Qur'an dan membacanya merupakan pendekatan kepada Allah yang paling tinggi dan ibadah yang paling berharga.
Seperti yang dijelaskan dalam sabda Nabi SAW:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
"Sebaik-baik di antara kamu adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya"
Juga Nabi SAW bersabda:
"Sesungguhnya orang yang di dalam dirinya tidak terdapat sedikitpun dari Al-Qur'an, maka bagaikan rumah yang runtuh"
Sungguh perlu diketahui bahwa tatkala kita mempelajari dan membaca Al-Qur'an pahalanya begitu berlimpah ruah. Bayangkan saja dalam satu huruf dari Al-Qur'an bernilai satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan bernilai berlipat sepuluh kali. Sebagaimana dijelaskan dalam suatu sabda nabi SAW:
Dari Abdullah bin Mas'ud berkata bahwa Rasulullah SAW, "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipatgandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan "Alif lam mim" itu satu huruf, tetapi "Alif" itu satu huruf, "Lam" itu satu huruf dan "Mim" itu satu huruf." (HR At Tirmidzi dan berkata, "Hadits hasan shahih").
Akhirnya dengan mengetahui betapa besar keutamaan membaca Al-Qur'an maka marilah kita tingkatkan perhatian kita terhadap Al-Qur'an dengan jalan mempelajari dan mengajarkannya kepada generasi penerus kita.
Itulah contoh teks ceramah tentang Nuzulul Quran yang singkat dan jelas. Semoga membantu!
(urw/urw)











































